
"El!" Panggil semua teman-teman Grael saat wanita itu masuk ke dalam ruangan mata kuliahnya.
"Hai!" Grael mulai mendekat ke arah ketiga sahabatnya itu.
"Kamu masuk? Kirain mau ambil absen. Baru Edward mau ambil absen buat kamu!" Dona menggeser tempat duduknya untuk Grael.
Grael menaruh bukunya tepat di samping Dona, lalu melihat ke arah Edward. "Thanks."
Edward hanya tersenyum lantas mengeluarkan buku catatannya untuk Grael, agar wanita itu bisa menyalin semua materi kemarin yang sempat tertinggal. Tanpa ada niatan khusus hanya sebagai teman semata, tetapi dari arah balik pintu, seorang wanita langsung merebut buku Edward dengan kasar.
"Buku apa ini?" tanya Olivia yang tiba-tiba datang.
"Hai, Kak Oliv," sapa Dona pada sang senior.
Edward hanya mengambil buku itu dari tangan kekasihnya yang baru beberapa hari dia kencani usai ospek selesai, dia menyuruh Grael untuk memasukkannya ke dalam tas lalu menarik tangan Olivia agar keluar dari dalam kelas.
Grael, Dona dan juga Jack hanya saling melempar tatap mata mereka sembari mengangkat bahu, mereka tidak mau ikut campur lebih dalam lagi hubungan pribadi orang lain meskipun Edward itu adalah sahabat mereka.
"El, kayaknya tampilan auranya beda banget ya hari ini," tegur dona.
"Masa sih? Perasaan biasa aja," sahut Grael dengan tersenyum.
"Aura pengantin baru?" timpal Jack ketika membernarkan posisinya saat dosen baru saja masuk ke dalam kelas.
"Eh, Edward kok belum kembali?" tanya Dona yang khawatir.
"Mana gue tahu, lagi ngapain sih, kayaknya peduli banget!" Jack merasa cemburu ketika wanita yang diincar terus memperhatikan lelaki lain.
"Eh sudah, sudah, sudah, jangan berisik!" Grael menyuruh kedua temannya untuk fokus ke depan ketika dosen itu mulai mengabsen satu persatu mahasiswanya.
***
Suasana di kantin siang hari begitu ramai oleh mahasiswa yang tengah menikmati makan siang mereka, Grael bersama ketiga sahabatnya pun duduk menunggu pesanan mereka tiba. Edward dan ternyata baru saja putus dari Olivia langsung menyandarkan tubuhnya pada Jack dengan perasaan yang lesu, dia pun mentraktir ke tiga sahabatnya melampiaskan rasa kesal kepada sang kekasih.
__ADS_1
"Anjay, yang lagi putus cinta malah traktir!" Jack tertawa ketikan semua hidangan tertata rapi di atas meja mereka.
"Sayangnya, El udah nikah, coba kalau belum, kalian cocok loh berdua!" ujar Dona yang menuang saos pada makanannya.
"Kompor lu, Don!" kesal Jack yang selalu memperhatikan Edward.
"Selingkuh, yuk!" Ajak Edward dengan sorot mata yang serius pada Grael.
Sontak saja kedua temannya langsung menghentikan aksi menyuap mereka yang hendak memasukkan makanan ke dalam mulut mereka seraya melihat ke arah Edward, ucapan yang membuat orang langsung berpikir jernih menilai sosok Edward.
Begitu juga dengan Grael, dia melihat cara Edward yang menatapnya dengan serius lalu melihat ke arah Dona dan juga Jack, perlahan bibir itu terukir melengkung di wajahnya karena dia tahu pasti Edward hanya bercanda.
"Lucu juga bercandanya!" Grael tertawa menepuk bahu Edward lalu berkata, "Semangat kawan, masih banyak kok cewek lain di kampus ini yang cantik-cantik lebih dari Olivia!"
Edward tertawa meskipun tawanya itu sangat garing tapi dia menunjukkan bahwa dia baik-baik saja, padahal hatinya begitu sakit saat mengetahui bila wanita yang dia incar sama ospek ternyata sudah menikah.
Ya, Edward diam-diam menyukai Grael saat masa-masa ospek beberapa hari yang lalu, tetapi karena pada saat itu Olivia yang menjadi kembang kampus menyatakan cintanya pada dia lebih dulu di depan para senior yang lain termasuk Diego, hingga akhirnya dia pun menerima Olivia sebagai kekasihnya meski tanpa ada perasaan cinta.
mengapa Olivia menembak Edward saat dia menyukai Diego? Itu semua karena sikap Diego yang terlalu dingin hingga membuat wanita yang menjadi pusat perhatian satu kampus ingin membuat sosok pria idamannya menjadi cemburu.
Semua yang ada di meja itu terdiam ketika sang idaman kampus para wanita meminta ikut bergabung bersama mereka, Dona langsung terpaku melihat ketampanan Diego yang begitu memukau sampai matanya pun tidak berkedip.
Jack yang melihatnya langsung mengusap wajah Dona agar wanita itu tersadar, sedangkan Edward sedikit cemburu melihat Diego langsung duduk di samping Grael. Bahkann pria yang menjadi incaran para wanita di kampus sangat terlihat akrab dengan Grael, seniornya itu tidak tanggung-tanggung melebarkan senyuman dan membagi makanan pada sahabatnya itu.
"Kak Diego nggak ada kelas?" tanya Grael.
"Nggak, kamu?" Diego menyodorkan sesendok spaghetti ke arah Grael tampak canggung sedikit pun.
Grael melihat ke arah teman-temannya yang sedang memperhatikan dia akankah dia menerima suapan dari Diego? Dia pun kembali melihat ke arah Diego yang menyuruhnya untuk membuka mulut.
"Cobain, ini menu favorit kampus ini, kalian juga harus coba!" Diego berbasa-basi yang menyodorkan sepiring ke arah ketiga teman Grael agar semuanya tidak merasa curiga. Dia pun mengangkat alisnya kembali menyuruh Grael untuk membuka mulut.
Namun, Jack yang ada di depan Diego membantu Grael dengan cara melahap suapan dari Diego atas perintah Dona, tentu saja matanya langsung menangkap raut wajah lelaki itu yang menunjukan rasa kesal.
__ADS_1
"Enak?" tanya Diego dengan penuh penekanan suara yang seakan menahan emosi. Matanya pun juga melototi Jack melampiaskan rasa kesalnya.
"Enak," sahut Jack yang tersenyum ramah pada Diego.
"Oh, iya, El ... Suami kamu gimana kabarnya? sudah mendingan?" tanya Dona dengan sengaja.
"Udah mendingan," jawab Grael ketika dia meminum jus.
"Syukur, deh!" Dona terseyum sembari melihat ke arah Diego memastikan reaksi apa yang ditunjukkan oleh pria itu.
"Terus bagaimana? Apa sudah punya debai?" Dona kembali bertanya dengan gampangnya hingga membuat Grael terbatuk.
kedua pria yang ada di samping kiri Grael dan juga depannya langsung memberikan minuman kepada sang empu. Semua yang ada di sekitar Grael langsung melihat tindakan yang dilakukan oleh Diego dan juga Edward.
Grael ke arah kedua pria itu yang memberikan minuman tetapi tangannya justru mengambil minumannya sendiri sembari terbatuk-batuk, dia menenggak hingga sampai tanda minuman itu.
Setelah itu ponsel Grael berdering terdapat pesan notifikasi dari sang suami, Diego dan juga langsung melihat ke arah ponsel tersebut yang berada di atas meja.
"Sayang, kamu sudah keluar kelas belum? Aku sudah di depan!"
Pesan Erlangga begitu kontras terbaca oleh Edward dan juga Diego, lantas buru-buru saja Grael langsung mengambil ponselnya dan melihat canggung ke arah kedua pria tersebut dan juga kedua temannya.
Jemari lentik itu mengetik menunjukkan bila Grael membalas pesan sang suami, sembari tersenyum senang membuat kedua pria itu merasakan sakit yang luar biasa.
"Siapa, El? Senang banget!" ucap Dona.
"Siapa lagi kalau bukan, ayang beb-nya!" celetuk Jack.
Grael hanya tersenyum dan mengangguk sebagai tanda jawabannya mengiyakan Jack, dia pun bangun sembari memakai tasnya dan berkata, "Aku duluan, ya! Bye semua!"
"Cieee ... hati-hati, El!" teriak Dona.
"Bae-Bae diculik!" sambung Jack.
__ADS_1
Sementara kedua pria yang menatap kepergian Grael, hanya menahan rasa kesalnya dan rasa cemburu yang mengusik relung hati mereka.
To be continued...