
Rangga terus mengobrak-abrik di bawah milik Emira dengan kecepatan jemarinya tanpa melepaskan pandangan ke arah depan seraya memajukan mobil secara perlahan karena macet pada siang itu masih padat merayap.
"Aaamph, Emira masih terus menahan suaranya agar tidak keluar. Namun, apa yang dirasakan oleh Emira membuat seluruh saraf menjadi sulit dikendalikan.
Jemari Rangga begitu paham letak titik kelemahan Emira, sehingga kekasihnya itu mengeluarkan suara yang berhasil membangkitkan gairah dalam diri Rangga.
Rangga melihat raut wajah Emira yang sudah terlihat tidak karuan, dia melihat bagaimana Emira menikmati permainan jemarinya, sehingga kekasihnya itu membuka lebar kakinya agar mempermudah dia leluasa mengoyak kue apem Emira.
"Aah, Shyit!" umpat Rangga yang semakin tidak napsu saat melihat Emira berani meremas kedua gunungnya sendiri sembari mendessah saat tanganya semakin kencang mengaduk di bawah sana.
Sungguh junior Rangga sangat menegang dan sesak ingin meminta di keluarkan, ini pertama kalinya dia begitu nakal terhadap Emira selama menjalani hubungan dengan gadis berambut pirang itu.
Tanpa melepaskan tangannya pada kue apem Emira, Rangga membuka gesper dan resleting cellana yang kemudian dia keluarkan junior dari dalam sangkarnya.
Terlihat jelas di mata Emira saat Rangga menggerakkan cepat tangan pada sang juniornya dengan tangan satunya lagi saat tangan kiri pria itu masih bermain di bawah miliknya.
Rangga yang tahu Emira melihat ke arahnya langsung tersenyum dan mengecup bibir mungil itu seraya berkata, "Maaf, yank! Nggak kuat, pengen banget! Jangan marah, ya!"
Belum juga Rangga ingin mengecup bibir Emira tapi suara klakson mobil yang saling bersahutan membuat Rangga kesal, otomatis dia menghentikan aksinya dan melakukan kembali mobilnya.
Emira tertawa melihat ekspresi kekasihnya yang kesal, walaupun dirinya juga sedikit kecewa tetapi dia berusaha mengontrol untuk menguasai akal sehatnya.
Rangga pun melirik ke arah Emira yang sedang menertawainya, dia pun mencubit gemas pipi chubby milik wanita berambut pirang tersebut, kemudian kembali membelai rambut panjang Emira yang perlahan turun kembali ke arah pangkal paha.
"Kak?" Emira berhenti tertawa dan menatap mata Rangga dengan serius.
"Masih pengen, Yank!" ucap Rangga dengan manja seraya mengusap kembali lembah yang sudah basah.
"Tapi kamu lagi nyetir! Nanti bahaya!" cegah Emira yang menahan tangan Rangga.
"Tapi sudah nggak kuat!" Rangga terpaksa menepikan mobilnya di pinggir yang tidak terlalu banyak orang melewatinya.
"Astaga," ucap Emira yang tidak bisa menembaknya.
"Maaf, Yank! Nggak tahan!" Rangga menarik tangan Emira untuk mengubah posisi duduknya berada di kursi belakang.
Rangga berbisik ke telinga Emira lalu menyuruhnya untuk bersimpuh di bawah kakinya, meksi Rangga melihat keraguan di raut wajah kekasihnya, tetapi rasa syahwat yang sudah menjalar ke ubun-ubun membuat dia menjadi lelaki kurang ajar terhadap tunangannya sendiri.
__ADS_1
Mata Rangga terpejam seraya meremas rambut Emira ketika keinginannya di kabulkan oleh calon istrinya, ingatannya pun mulai berkelana saat mengingat betapa nyatanya sang Kakak memamerkan kemesraan yang membuat Rangga ingin mengetahui rasanya seperti apa.
"Delicious, Honey! Faster, Em!" Rangga berkomentar tidak jelas sembari melihat kegiatan Emira di bawah sana.
Selama kurang lebih tiga puluh menit sang junior mendapatkan servis dari Emira, Rangga pun akhirnya melepaskan titik puncak yang selama ini baru dia keluarkan dari orang lain apalagi dari orang yang dia cinta.
Ya, ini pertama kalinya Rangga begitu nakal dalam menjalani hubungan, karena selama dengan Grael, hanya sebatas kecupan panas dan bila ingin melanjutkan lebih dari ciuman pasti akan selalu gagal.
Begitu juga dengan sebelum-sebelumnya, karena itu dia diselingkuhi oleh pacarnya dulu sebelum menerima perjodohan dengan Grael. Kali ini, Rangga benar-benar bisa merasakan sisi liar sebagai pria. Entah itu menjadi kebanggaan yang salah dia pandang atau sebagai rasa keingintahuan yang sudah di pertontonkan oleh Erlangga.
Rangga menarik Emira dan mengecupnya dengan buat tidak lupa dia membalas apa yang dilakukan oleh Emira pada dirinya. Sembari terus menjelajahi bibir Emira tanganya pun kembali mengaduk di bawa sana, hingga membuat tubuh kekasihnya terus menggeliat tidak karuan.
"Aakh, sakit!" rengek Emira ketika mendapat tusukan dari tangan Rangga.
Rangga tersenyum bahagia ketika mendengar rintihan dari calon istrinya, diapun hanya berbisik, "Sorry, Honey!"
Lantas melanjutkan kembali sampai Rangga merasakan cengkraman yang kuat dari tangan Emira yang berada di lengannya lantas mendengar sebutan namanya dari mulut mungil itu.
"So beautiful." Rangga memandangi wajah Emira yang terpejam lalu melihat jemarinya yang terkena lelehan lava putih.
Emira menutupi wajahnya dengan kedua tanganya begitu selesai merasakan terbang ke nirwana karena ini juga kali pertamanya dia begitu berani melakukannya. Sebelumnya, meski dia sering pergi ke klub malam bersama Steven dan sering tidur berdua dalam satu kamar, itu tidak lebih dari ciuman semata.
Rangga tertawa karena dia lebih dulu cepat mengelapnya hingga bersih dengan tisu, hingga akhirnya mereka pun melanjutkan kembali sampai di rumah Emira.
"Hai, jangan ngambek dong! Kan latihan, karena nanti bakalan sering begitu!" bujuk Rangga saat melihat Emira masih malu.
"Iiihh, Kak Rangga! Nggak mau!" Emira tambah merajuk.
"Loh, kok, nggak mau? Dosa loh kalau nolak begituan sama suami sendiri!" ucap Rangga yang ternyata menyadarkan Emira bahwa dia sudah salah berfikir. Rangga pun mengerti maksud ucapan kekasihnya dan dia pun tersenyum jahil.
"Makasih ya yang tadi!" Rangga mengecup kening Emira saat melihat pipi itu menampakkan warna yang merah merona.
"Aaauh, aah!" Emira tersenyum malu, lantas keluar dari mobil Rangga dengan terburu-buru.
Rangga tertawa melihat tingkah Emira, dan langsung menjalankan mobilnya kembali menuju rumah. Sesampainya di rumah, Rangga pun terkejut karena sang ayah memasang wajah amarahnya dan menyuruh sopir pribadinya menuju rumah Erlangga.
"Bik, Papi kenapa?" tanya Rangga pada salah satu maid yang ada di sana.
__ADS_1
"Tuan besar lagi marah sama Tuan muda Erlangga, Tuan!" ucap maid dengan gugup.
"Marah? Marah kenapa?" tanya Rangga semakin kepo.
Maid itu berbisik di telinga Rangga dengan rasa takut, kemudian mundur secara perlahan sembari menundukkan kepala ketika Rangga langsung berlari menyusul ke mana arah perginya sang ayah.
...----------------...
"ERLANGGA!" teriak Josua yang menerobos masuk ke dalam rumah singgah sana milik anak sulungnya.
Josua langsung menembak kaki bodyguard yang menghalanginya masuk, sampai dia emosinya membawa beberapa pengawal yang siap bertarung melawan pasukan anaknya sendiri.
Josua geram, marah dan kecewa ketika tidak hanya mengetahui video yang tersebar sampai di tanganya, melihat bagaimana adegan panas itu berlangsung berdurasi dua menit tiga puluh detik.
Begitu jelas mempertontonkan aksi yang di duga skandal artis go internasional yang mendadak pensiun tiba-tiba melesat di berbagai media, di tambah dia mengetahui bahwa Erlangga melakukan tindak kekerasan pada menantu Kesayangannya.
Suara tembakan dan baku hantam pun terjadi saat pasukan Erlangga mempertahankan daerah wilayahnya agar tidak di masuki oleh musuh, tetapi dari pihak Josua pun tidak mau kalah tetap menyerang lawan yang ada di depan matanya.
Sampai akhirnya, Erlangga menghentikan semuanya meski satupun tidak ada yang terluka parah akibat tembakan dan hanya luka ringan akibat pukulan.
"Papi," ucap Grael yang tersenyum ke arah mertuanya saat dirinya duduk di kursi roda yang di dampingi Erlangga.
"Grael?" ucap Josua yang menghentikan aksi perkelahian. Matanya memerah menahan kesal dan langsung menghampiri Erlangga ketika melihat kondisi menantunya.
"Dasar anak kurang ajar!" Josua menarik kerah baju Erlangga dengan luapan emosi.
To be continued...
Pesan pertama author.
Ketahuilah bahwasanya seorang istri tidak akan pernah kuat hidup bersama seorang suami yang ringan tangan! Apapun kesalahan istri baik besar maupun kecil pasti agama manapun juga tidak mengajarkan untuk memukul istri.
Pesan ke dua.
Untuk sobat readers di mana pun kalian berada, mungkin cerita ini banyak sisi jelaknya, tapi pelase, jangan di ambil sisi jelekanya, semoga kita atau anak-anak kita semua dijauhkan dari pergaulan bebas. Aamiin.
Semoga author bisa up setiap hari meski sekarang author susah untuk membagi waktu dikarenakan sesuatu yang tidak bisa author jabarkan. 🙏
__ADS_1
salam rindu untuk kalian dimana pun berada.