
"Nggak!" ujar Gea yang menampakan senyum manisnya ketika mengerjai Irfan dan semua orang langsung tertawa menertawai kelucuan Gea yang garing
"Sabar, masih banyak yang mau sama Lo!" Anjas menepuk pundak Irfan.
"Emira!" ucap Ernata.
Jelas Rangga langsung menatap sinis ke arah Ernata, karena menyarankan Irfan untuk menjadi saingannya. Namun, dia berpikir kembali bahwa dia sudah memutuskan untuk berhenti mengejar Emira.
"Dia sepupu gue!" ujar Irfan yang membongkar identitas Emira.
"Akkh? Apa!" serempak semua teman-teman pada terkejut mendengar ucapan Irfan.
"Serius, Lo?" Rangga menanyakan sekali lagi untuk memastikan ucapan Irfan.
"Serius gue, dia juga udah punya tunangan, tapi—"
Semua pada memasang telinganya baik-baik untuk mendengar penjelasan dari Irfan, terutama Rangga. Rasa penasarannya semakin menjadi ketika menyangkut soal Emira.
"Tapi apa sih, Fan? Lo, bikin penasaran ae!" Anjas menyenggol lengan Irfan begitu kesal.
"Tahu, Lo ... kita udah serius juga dengerinnya!" Ernata menimpuk Irfan dengan bantal sofa.
"Tapi keluarga gue nggak dekat dengan keluarganya, Ayahnya Emira nikah lagi semenjak cerai dengan Tante gue!" ujar Irfan yang membuat Rangga lega bila ternyata Irfan dan Emira hanyalah saudara.
__ADS_1
"Ooh gitu!" ucap Semuanya yang serempak.
Tidak lama kemudian, Josua datang menghampiri mereka dan menyuruh semua teman-teman Rangga untuk makan malam bersama, Josua memang secara khusus menyuruh para maid menyiapkan makan malam yang sudah disiapkan di halaman pavilun Rangga.
Sudah terdapat chef James yang siap melayani para tamu Rangga sebaik mungkin, karena James adalah Chef pribadi keluarga Louis.
"Ayo, silahkan makan, jangan malu-malu!" ujar Josua dengan ramah.
"Terima kasih, Om Louis!" ucap Ernata yang di susul dengan teman-teman yang ikut mengucapkan rasa terima kasih dan mereka menikmati makan malam bersama.
***
Hari semakin berlalu dan ulangan semester dua pun mulai tinggal satu hari lagi, Grael yang kini tengah belajar di meja belajar, selalu mendapat godaan dari sang suami.
"Ini salah, seharusnya begini!" tegur Erlangga ketika melihat jawaban sang istri salah.
"Ya, gimana nggak mau salah! Kak Erlangga aja terus gangguin aku, bikin aku susah mikir!" celetuk Grael yang memajukan sudut bibirnya.
Erlangga hanya tertawa melihat bibir seksi istrinya seperti anak kecil, dia pun meminta maaf lalu duduk di samping Grael menemani istrinya untuk belajar.
Tidak diragukan lagi, bahwa Grael memang memiliki otak yang cerdas. Dia bisa menyelesaikan soal anak kuliah yang diberikan oleh Erlangga.
"Bener nggak?" tanya Grael saat menunggu jawaban dari sang suami yang mengoreksi semua jawaban termasuk soal yang diberikan oleh Erlangga.
__ADS_1
Tanpa menjawab pertanyaan dari istrinya, Erlangga langsung memberi nilai seratus untuk Grael, dan membuat wanita yang ada di hadapannya tersenyum lalu mengambil kertas yang sudah diberi nilai oleh Erlangga untuk dia cium.
Tangan Erlangga mengusap kepala Grael seraya ikut merasakan senang, lantas dia menarik wajah istrinya untuk dia lummat bibir manis sang istri. Tanganya menuntun tubuh Grael agar naik di atas pangkuannya.
Kecupan demi kecupan Erlangga berikan di wajah sang istri, serta tanganya mulai menarik baju yang di pakai oleh Grael, terpampanglah sebuah pemandangan pegunungan yang bagitu indah, ditutupi oleh kain yang menyanggah benda kenyal itu dengan warna hitam
Sangat menggoda di mata Erlangga yang dipadukan oleh kulit putih Grael, bibirnya pun menyesap aset kenyal itu secara bergantian hingga tangan Grael mengusap lembut kepala sang suami yang sedang berada di atas dadanya.
Lidah Erlangga begitu mahir memainkan pucuk berwarna kemerahan, hingga berkali-kali Grael mengeluarkan suara ******* yang membuat hasrat Erlangga bangkit.
"Aku suka suaramu ketika menikmati sentuhanku!" ujar Erlangga. Dia langsung menggendong tubuh sang istri untuk di bawa ke tempat tidur.
Di rebahkannya sang istri yang sudah bertelanjang dada, kemudian dia jelajahi tubuh sang istri dengan lidahnya. Tanganya membuka cellana Grael ketika lidahnya sudah sampai dibawah perut sang istri.
Erlangga tersenyum senang ketika melihat area sensitif yang paling berharga milik Grael, betapa beruntungnya dia bisa mendapatkan istri seperti daun yang masih mudah, apalagi selalu dia nikmati sesuka hati untuk menuntaskan hasrat birahinya.
Pada saat aktifitas panas mereka sedang berlangsung, di mana Erlangga sedang mellumat area sensitif sang istri, tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar. Erlangga menghentikan menjillatnya sebentar, lalu melihat ke arah sang istri dan kemudian melanjutkan kembali menyesap area sensitif milik Grael. Namun, suara ketukan itu semakin terus berlanjut sampai membuat Erlangga marah.
"Ada apa?" tanya Erlangga penuh emosi saat membuka pintu yang ternyata adiknya sudah menggangu aksi panas yang baru saja dimulai.
Rangga melihat sang Kakak yang hanya memakai handuk saja untuk menutupi adik juniornya, dia tahu bahwa dirinya sudah mengganggu aktifitas yang dilakukan sepasang suami istri.
"Di panggil, Papi, suruh ke ruang kerja!" Rangga langsung berjalan ke arah kamarnya setelah menyampaikan amanah dari Josua.
__ADS_1
To be continued...