
"Wwoow, hhuuu!" Grael berteriak saat berdiri di atas jet ski yang dikendarai oleh suaminya—Erlangga.
Penampilan keduanya begitu memukau, Grael yang memiliki rupa cantik tubuh seksi dan Erlangga yang mempunyai tubuh sixpack dengan otot kekar membuat keduanya tampak serasi. Mereka membela air laut yang terbentang luas dengan jet ski yang mereka pakai dengan kecepatan sedang tidak terlalu cepat agar Grael tidak terjatuh.
"Yank, pegangan yang erat, Yank!"tegur Erlangga ketika dia akan menambah kecepatan.
Grael pun duduk lalu memeluk perut sixpack itu dengan erat sesuai permintaan suaminya, kemudian jet ski yang dikendarai Erlangga langsung melesat menambah kecepatannya.
Begitu sampai di tengah lautan yang masih belum melewati batas garis pantai, Erlangga memelankan laju jetski yang kemudian tangan satunya mengeratkan pelukan yang ada di perut. Dia melihat ke arah belakang di mana wajah sang istri berada di bahu kanan.
"Apa kamu mau mencobanya?" Tanya Erlangga yang dianggukan oleh istrinya, mereka pun berpindah duduk secara perlahan agar tidak terjatuh ke dalam air.
Grael yang kini duduk berada di depan perlahan menjalankan jetski tersebut sesuai dengan arahan dari Erlangga, sedangkan posisi suaminya tersebut memeluk erat tubuh ramping Grael. Dagu sang suami menempel ke arah bahunya.
"Pemandangannya indah banget. Yank!" Grael mengehentikan jetski ketika sudah berhasil mengoperasikannya. Dia menikmati pemandangan luasnya lautan yang dipadukan oleh warna langit yang cerah.
"Iya, indah banget! Jadi pengen," ucap Erlangga yang melihat gunung kembar milik Grael dari belakang sana.
Grael mengerutkan keningnya dan melihat arah pandang yang dituju oleh mata Erlangga, ternyata mengarah ke benda aset kenyal miliknya. Dia tertawa seraya mengelus kepala suaminya tersebut, saat merasakan bila dadanya diremas kuat oleh Erlangga.
"Kan semalam udah!" ucap Grael yang mengingatkan sang suami.
"Mau lagi, abis enak!" Erlangga menarik dagu Grael lalu melumatt bibirnyaa dari belakang saat tangannya meremas kuat dada sang istri.
Di tengah asyiknya cumbuan mereka, ternyata Rangga lagi dan lagi berada di dekat mereka. Membuat Rangga menelan salivanya dengan susah payah, dia yang mengendarai jetski sendiri melihat kembali ke arah belakang dan ternyata teman-temannya hampir mendekat ke arah dia bersamaan juga Hans. Tidak mau kemesraan kakaknya dilihat oleh orang lain dia pun memiliki ide.
Perlahan Rangga menjalankan jetskinya untuk dia memutar arah lalu dari arah belakang Erlangga yang sedang bercumbu mesra dengan istrinya, dia jalankan mesin itu dengan cepat hingga membuat keduanya tersiram oleh air laut akibat ulah Rangga.
"Aaammpphh!" keluh Grael saat terkejut terkena cipratan air laut.
__ADS_1
"Aakh, bang sat! Rangga!" teriak Erlangga saat dia melihat Rangga berulah kembali.
Rangga tertawa karena berhasil menghentikan aktivitas cumbu mereka, dia pun menambrak jetski milik Irfan ketika dia menjulurkan lidahnya ke arah Erlangga karena pada saat itu dia melihat kebelakang sehingga tidak melihat bila jetski Irfan sudah berada di depannya.
"Rangga!" teriak semuanya saat Rangga terjatuh ke dalam air.
Pada saat itu juga Erlangga langsung meloncat ke dalam air untuk menyelamatkan sang adik untuk kesekian kalinya akibat ulahnya sendiri, karena sebelumnya Erlangga juga yang telah menyelamatkan Rangga dari kejaran kedua pria bule yang ingin menghajarnya.
Kepanikan mereka sirna sudah ketika Erlangga berhasil menyelamatkan Rangga ke permukaan air, terlihat Rangga terbatuk-batuk lalu bertumpuh pada jetski miliknya.
"Ngga, lo nggak apa-apa?" tanya Anjas.
"Rese sih, jadi anak! Nggak ada kapok-kapoknya!" omel Erlangga saat membantu Rangga naik ke atas jetski.
"Jangan tinggalin gua!" rengek Rangga dengan manja di depan teman-temannya.
"Najong banget punya adik kaya lo! El, sama siapa? Pele!" Erlangga menggeplak kepala Rangga.
"Sorry, gua mau tanya, kalian berdua Kakak beradik?" tanya Hans lalu melirik ke arah Grael. "Jadi, maksudnya... El itu pacarnya Rangga dan juga Istri kamu, Er? Gitu?"
Pertanyaan Hans tentu saja membuat Erlangga menggeplak kepala sang adik kedua kalinya, dia mengerti maksud dari ucapan Hans.
"Dah bawa sendiri, bisa kan?" ucap Erlangga yang kemudian naik ke jetski miliknya.
Hans melihat bagaimana cara Rangga tidak menjawab ucapannya menjadi kesal, ditambah dia harus melihat saat Grael memberikan perhatian begitu romantis pada Erlangga. Dia memacu jet ski terlebih dahulu meninggalkan mereka yang tengah menatapnya dengan tatapan seakan tahu bila hanya sedang cemburu.
***
Hari semakin berganti, kini saatnya telah tiba bagi keluarga Louis untuk mengumumkan pewaris grup jaya pada semua awak media. Semua sudah disiapkan secara matang dan mendetail agar tidak terjadi kendala atau yang tidak diinginkan.
__ADS_1
Semua para media telah berkumpul di aula gedung perusahaan grup jaya, berjajar dengan rapih bagaikan pasukan siap untuk berperang. Semuaartawan telah memegang alatnya masing-masing, siap untuk mencatat atau merekam kabar terbaru dari grup jaya yang selama ini sudah dinanti-nanti.
Pasalnya grup jaya sangat tertutup apapun itu beritanya jarang sekali kabar miring tentang grup jaya dan itu menandakan bahwa keamanan grup jaya sangat ketat dan dijaga dengan sempurna.
"Apa kamu sudah siap, Sayang?" Tanya Joshua kepada menantunya tetapi hanya mendapat senyuman terpaksa yang terlihat di wajah Grael.
"It's oke no problem, wajar! Nggak usah gugup, kamu hanya tersenyum saja selebihnya biar juru bicara yang akan angkat bicara." Joshua memegang kedua bahu Grael lalu mencubit hidung mancung itu.
"Pih, Rangga nggak mau pakai baju ini ah! Masa beda sendiri! Papi, Kak Erlangga sama El warnanya sama putih hitam masa Rangga beda sendiri warna hijau?" tolak Rangga dengan kesal.
"Lo, bawel! Tinggal make doang! Lagian cuman sebentar, nggak bakalan ber jam-jam!" ucap Erlangga yang memainkan ponsel saat duduk di sofa.
"Nggak mau! Pokoknya Rangga nggak mau pakai, titik!" Rangga merajuk dan memilih duduk di samping Grael lalu menaruh kepalanya di atas kepala Grael.
Erlangga langsung menjauhkan kepala sang adik dari pangkuan Grael dengan cara mengambil bedak tabur lalu ditepuknya di atas wajah Rangga, hingga membuat adiknya itu kesal dan bangun dari pangkuan kakak iparnya.
"Permisi Tuan, Nyoya sudah datang!" Ucap salah satu orang pesuruh Joshua yang memberi kabar bila Kylie sudah tiba.
"Suruh masuk!" ucap Josua yang melihat ekspresi raut wajah anak pertamanya.
Tentu saja Erlangga lebih memilih menghindar daripada satu ruangan dengan ibu tirinya, dan itu berhasil membuat Joshua kecewa dengan anak pertama yang sampai saat ini belum juga mau mengakui bila Kylie adalah ibu sambungnya.
"Yank, yuk!" ajak Erlangga yang menarik tangan sang istri untuk keluar dari ruangan tersebut.
"Mau ke mana sih Kak? Belum juga ngakuin nyokap gue juga nyokap lo? Kayak anak kecil lo!" sindir Rangga yang yang langsung mendapat serangan dari Erlangga.
"Bacot Lo!" Erlangga melempar jas yang dia pakai ke arah adiknya itu selalu berkata, "Pakai itu jas! Biar nggak kayak anak kecil!"
Setelah itu, Erlangga menarik kembali istrinya untuk keluar dari ruangan itu tetapi pada saat diambang pintu mereka bertemu, Erlangga sama sekali tidak melihat ke arah Kylie, sedangkan ibu tirinya itu melempar tatapan sinis ke arah anak darinya bersama juga menantunya.
__ADS_1
"Bicth!" gumam Kylie dengan pelan saat Grael melewati tepat di hadapannya.
To be continued..