Kesayangan Sang Pewaris

Kesayangan Sang Pewaris
119. Panggilan mesra


__ADS_3

...Warning!!...


...Adegan dalam episode kali ini, mengandung unsur dewasa, bagi yang kurang berkenan silahkan di skip tapi jangan lupa tinggalkan jejak likenya ya, ingat untuk tidak mencoba sebelum memiliki pasangan halal!...


...°Happy Reading°...


Selama perjalan yang akan memakan waktu kurang lebih delapan jam perjalan udara, Grael mendapat pelayanan yang begitu memuaskan. Hidangan makan malam pun sudah tertata rapih di atas meja oleh para pramugari, sungguh hatinya masih bingung sampai saat ini, ada apa suaminya memberikan kejutan untuknya?


"Makanlah yang banyak! Karena sebentar lagi kamu akan menguras tenaga untukku!" Erlangga memberikan piring berisi steak yang sudah dipotong olehnya kepada Grael.


"Apa? Menguras tenaga? Maksud Kakak?" tanya Grael yang belum mengerti maksud ucapan sang suami.


"Kamu akan tahu nanti setelah kita selesai makan," ucap Erlangga, dia pun menyuruh sang istri untuk membuka mulutnya lalu menyuapi Grael daging steak import premium kualitas tertinggi.


Raut wajah Grael menunjukkan rasa terkejutnya saat mengunyah makanan yang baru saja disuapi oleh suaminya, rasa yang sulit di artikan melebur di dalam mulut dengan citra rasa yang cukup tinggi.


Erlangga senang bila istrinya bisa tersenyum dan tidak marah lagi terhadap dirinya, itu artinya bulan madu yang sudah dia siapkan secara matang berjalan sesuai yang diharapkan.


Usai selesai makan, kini keduanya menikmati minuman elit sembari mendengarkan alunan musik lagu yang begitu romantis. Di mana Grael bersandar pada bahu kiri Erlangga serta dia sematkan jemarinya di sela-sela jemari sang suami, sedangkan tangan Erlangga terus membelai rambut Grael.


Perlahan tangan Erlangga menelusuri wajah istrinya sampai kepala istrinya tersebut mendongak ke atas melihat dirinya yang sudah tidak tahan ingin melakukan hal baru.


"Apa kamu senang?" tanya Erlangga yang memainkan bibir Grael dengan jari jempolnya.


"Ya, sangat senang," ucap Grael dengan nada yang mulai berat. Dia pun terbuai dengan elusan yang Erlangga berikan sampai dia pun membuka mulutnya dan saat itu juga Erlangga memainkan jari jempolnya keluar masuk di mulut sang istri.


Ada sensansi tersendiri pada tubuh Erlangga yang bereaksi saat merasakan lidah Grael menjilat jemarinya, Erlangga pun ikut terbawa suasana erotiis yang dia ciptakan untuk memancing birahi Grael.

__ADS_1


"Apa sekarang kamu tahu apa yang aku katakan saat makan malam tadi?" tanya Erlangga yang kini menarik dagu Grael agar semakin dekat.


"Apa? Aku masih belum mengerti, apa yang Om ucapkan!" ucap Grael dengan intonasi suara menggoda Erlangga


Erlangga tertawa pelan ketika sang istri mulai menggodanya. "Baiklah, Om akan mengajari kamu sampai kamu mengerti!"


Erlangga langsung melahap bibir sang istri dengan lembut tapi begitu menggebu, sampai Grael bisa ikut terbakar hasrat birahi Erlangga. Tanpa melepas ciuman, Erlangga mengajak istrinya ke tempat tidur yang sudah ada dalam pesawat jet tersebut.


"Aaah," dessahan pertama Grael di dalam pesawat jet terdengar merdu di telinga Erlangga.


Semakin Grael mendessah, semakin pula Erlangga buas untuk mencumbunya. Tangannya yang sudah gatel untuk meremas bagian dada Grael yang sedikit keluar langsung meremas sesuka hati. Bahkan sampai Grael meremas kuat-kuat rambut Erlangga.


Gigitan gemas yang diberikan Erlangga pada bagian dada Grael membuat dirinya semakin menggila untuk mendessah, ini pertama kalinya hasrat liar yang dimiliki Grael saat bercinta bersama suaminya di dalam pesawat yang pastinya terdengar oleh pramugari.


Mereka melucuti pakaian pasangannya masing-masing, sampai kini tubuh mereka sama-sama polos saat berada di dalam pesawat. Erlangga terus menghisap benda kenyal milik Grael, sampai mulutnya penuh saat melahapnya dengan buas secara bergantian.


Perlahan tapi pasti, kini lidah Erlangga berjalan menelusuri setiap lekuk tubuh sang istri sampai membekas cap merah di seluruh tubuh putih mulus itu.


"Aahh, Kak!" Grael semakin menggila saat Erlangga menekan lubang sensitifnya dengan lidah dan mengobrak-abrik lubang tersebut sepuasnya.


"Panggil aku dengan sebutan mesra, El!" tegur Erlangga saat senjatanya siap di masukan ke dalam sangkarnya.


"My Hubby, aah ... Sayang, kau membuatku melayang!" rancauan Grael saat Erlangga memompanya dengan ritme sedang.


Mendengar panggilan mesra dari sang istri, Erlangga semakin kencang memaju mundurkan pinggulnya seraya mellumat bibir Grael dengan buas, tidak hanya itu, tangannya pun ikut bekerja dengan meremas gundukan kenyal yang sedang ikut bergoyang akibat dorongan dari pinggul Erlangga.


Suara ******* Erlangga begitu candu di telinga Grael saat dia melihat sang suami sedang mengagahinya dari segala arah, keringat di kening Erlangga, kelopak mata yang merem melek, otot tubuh yang mengukungnya serta sang junior yang begitu dahsyat nikmatnya saat keluar masuk di dalam area sensitif, membuat Grael semakin lupa diri.

__ADS_1


Hampir dua jam Erlangga menggaulinya di dalam pesawat, selama itu pula mereka melakukan sampai tiga kali ronde dengan durasi istirahatnya hanya sepuluh menit, dan sampai pada titik di mana Erlangga untuk mencapai klimaksnya, Erlangga menepuk bokong Grael seraya mempercepat gerakan pinggulnya.


"Yank, aku mau keluar!" ucap Erlangga ketika semakin cepat.


"Fast, Yank!" pinta Grael saat dirinya sudah merasakan ingin sampai panda puncaknya juga.


"Aaarggh, El ... kamu membuatku gila! Begitu nikmat dan legit!" erangan serta rancauan Erlangga diiringi oleh semburan cairan putih kental yang dituangkan ke dalam rahim sang istri, berharap kecebong premium miliknya membuahkan hasil ketika Erlangga menyuruh Pak Beni menukar pil KB yang setiap malam diminum oleh Grael dengan vitamin subur.


Erlangga pun tumbang di samping Grael saat berbagai gaya telah dia coba selama di dalam pesawat, dia melakukan sebanyak tiga kali secara berturut-turut dengan jarak tidak begitu jauh. Ini pertama kalinya sesi bercinta yang berbeda dari sebelumnya. Membuat Erlangga semakin mencintai istrinya.


Ketika mereka usai bertempur salah satu pramugari menghampiri mereka dan memberikan satu selimut untuk Grael yang sudah tertidur lelap dalam pelukan Erlangga. Tanpa berani pramugari itu melihat ke arah mereka, dia langsung berjalan menjauh dari pasangan suami-istri yang masih polos.


Erlangga langsung menutupi tubuh mereka berdua dengan selimut dan ikut tertidur di samping Grael yang sudah berada di alam bawah sadarnya.


...----------------...


"Perintahkan pada semuanya untuk menutup mata selagi saya membawa Grael, dan tembak siapapun yang berani membuka mata sebelum diperintahkan untuk membuka mata!" pinta Erlangga pada Pak Beni.


Tentu saja Pak Beni langsung memerintahkan semua anak buahnya untuk menutup matanya saat Erlangga menggendong tubuh Grael dan berjalan menuju tempat penginapan yang sudah ditentukan.


Begitu sampai di dalam kamar hotel, Erlangga menaruh tubuh mungil sang istri di atas ranjang, lalu dia pun membuka laptop untuk menanyakan kabar tentang perusahaan yang ditangani oleh Rio.


To be continued...


bonus visual pesawat jet pribadi Erlangga.


__ADS_1


__ADS_2