Kesayangan Sang Pewaris

Kesayangan Sang Pewaris
61. I want to hear it


__ADS_3

...Warning!!!...


...Adegan ini mengandung unsur dewasa, bagi yang tidak berkenan silahkan di skip, tapi jangan lupa tinggalkan jejak like, dan koin hati ya, bagi yang dermawan 🥰...


..._Happy Reading_...


"Astaga ... dengerin, ak—"


"Dengerin apa? Mau jelasin ke aku, kalau kamu mau melakukan adegan panas sama dia, mangkanya menghindar dari aku? Kenapa kamu jahat sama aku? Di saat aku sudah cinta sama kamu, kamu malah menghindar dari aku untuk dia? Karena ternyata kamu baru sadar, kalau dia lebih seksi, iya? Lebih besar? Terus mau bilang kalau kamu pulang telat juga karena dia? Iya!" cecar Grael yang sudah terlanjur kesal dengan sikap Erlangga.


Erlangga pun terdiam sejenak mendengar amarah yang di keluarkan oleh Grael, dia mencoba mencerna ucapan sang istri, ada sepercik senyuman kecil karena ternyata sang istri mulai cemburu dan sudah membalas cintanya.


"Maaf, sudah membuatmu kecewa ... aku sudah menandatangani surat kontrak itu sebelum kita menikah, aku janji akan menolak tawaran seperti itu lagi, dan untuk pulang terlambat, aku tidak pergi bersama dia! Aku pergi ke kamar Rio untuk mengecek data perusahaan." Erlangga berkata jujur sembari mengusap air mata sang istri.


"Sekarang, apa istriku percaya?" tanya Erlangga, dia menatap ke dua gundukkan kenyal sang istri yang lebih menggoda dan lebih asli bersertifikat resmi miliknya.


"Iihh ... jangan lihat!" ucap Grael yang masih kesal dengan Erlangga, dia begitu malu ketika Erlangga menatap ke dua gunung kembarnya yang masih berlukisan cap loreng berwarna merah.


"Kamu mau tahu alasan aku, kenapa aku menghindarimu?" Erlangga mulai bangun dari atas tubuh Grael lalu membuka gesper berserta resleting.


"Mau apa? Iih ... nggak mau! Kamu sendiri yang selalu meng ... aah ... breng—"


Belum sempat Grael melanjutkan kata-katanya, dia langsung mendapat serangan pertama, saat gunung kenyalnya dihisap oleh Erlangga seraya merasakan sesuatu yang mengusap lembut pada area sensitifnya di bawah sana.


"Erlangga ... aaah, don't touch me! Dasar ba—"


Grael pun memberikan kata umpatan untuk sang suami, tapi dengan cepat mulutnya telah dilummat buas oleh Erlangga sampai dia lupa caranya untuk mengambil napas saat berciuman.

__ADS_1


"Say, I want to hear it!" pinta Erlangga yang sudah dilanda hasrat yang tidak bisa ditahan lagi.


Perlahan liidahnya menjamak seluruh tubuh Grael dari leher hingga ke bagian lembah, dia menggoyangkan liidahnya dan mencecap rerumputan yang tertata rapih dan wangi milik sang istri.


"Aahh ... stop it!" ******* Grael yang begitu frustasi, saat Erlangga begitu mahir memainkan lidahnya di bawah sana.


Erlangga tidak menggubrisnya, dia tetap memainkan sesuatu yang mungil sedang mengumpat di belahan warna merah mudah. Sudah lama Erlangga memberi hukuman kecil untuk Grael, agar wanita itu mau mengatakannya. Namun, nyatanya sang istri masih tetap bertahan.


Erlangga pun bangun dari tempat tidur, lalu mengambil sebuah alat untuk menghukum sang istri agar mau mengatakannya, hanya sekali tekan alat itu mulai bergetar. Tampak segurat senyuman nakal di bibir Erlangga ketika dia ingin memberi pelajaran buat istri tersanyangnya.


"No ... no ... no, please, no!" Grael menggelengkan kepalanya sembari tertawa saat Erlangga mengeluarkan benda yang akan membuatnya menggila.


"No? If so, say so!" pinta Erlangga yang tersenyum nakal ke istrinya.


"Ok, ok, ok! I love you," ucap Grael.


"I love you, Erlangga Louis!" Grael tersenyum sembari mengigit bibir bawahnya karena menahan malu saat di hadapan Erlangga.


"Sorry, Honey! You're late." Erlangga langsung menyambar bibir Grael dengan buas seraya mengarahkan alat hukuman itu kebagian lembah Grael yang sudah basah akibat jillatannya.


"Aammp," dessahan Grael saat berada di dalam mulut Erlangga. Lagi-lagi dia mendapatkan rasa yang begitu aneh untuk pertama kalinya dari sang suami.


Suara dessahan pun terdengar jelas di telinga Erlangga walau Grael mengeluarkannya dengan cara pelan, tidak henti-hentinya Erlangga mengarahkan benda itu sampai Grael menjadi gila atas permainan Erlangga.


"Bagaimana, rasanya ... Sayang?" bisik Erlangga dengan senyum liciknya saat melihat raut wajah sang istri.


"Fucckiing, you!" Grael yang sudah benar-benar dibuat frustasi oleh suaminya, langsung mendorong tubuh Erlangga, kemudian dia naik ke atas tubuh Erlangga untuk mengambil ahli kemudi yang dipegang oleh sang suami dan Erlangga pun tertawa senang sudah membuat sang istri menjadi sedikit liar.

__ADS_1


Akhirnya Grael dapat menikmati roti sobek yang ada di depan matanya, dia menjelajahi tubuh Erlangga yang kekar itu, llidahnya puas menjillati roti sobek itu yang selalu didambakan oleh setiap para wanita.


Setelah puas melahap habis roti sobek yang ada di depan mata, llidahnya pun turun menjilati sang junior dengan dua kellerengnya. Entah apa yang merasuki Grael sampai dia berani mengambil inisiatif untuk memuaskan hasrat birahi sang suaminya.


"Aarrgh, shyit!" erangan Erlangga saat dirinya mendapat pelayanan service tanpa dia pinta.


Erlangga memejamkan matanya seraya menikmati sensasi di bawah sana yang membuatnya melambung tinggi, sesekali Erlangga menyelipkan rambut panjang Grael di belakang telinga, agar dia bisa melihat wajah sang istri yang sedang melakukan tugasnya.


Kedua tangan Erlangga menaik turunkan kepala sang istri agar lebih cepat gerakkannya dan itu menjadi sensansi tersendiri bagi Erlangga.


Setelah puas, Grael duduk di atas pinggang Erlangga. Dia mengarahkan sang junior untuk masuk ke dalam sangkarnya secara perlahan, dan itu membuat keduanya sama-sama saling memejamkan mata.


Perlahan Grael menggerakan pinggulnya dengan ritme lembut, hingga suara dessahan keluar dari mulutnya. Tubuhnya pun mendapat arahan dari kedua tangan Erlangga agar dia semakin cepat menggerakan pinggulnya naik turun.


Suara dari ke dua sejoli pun saling bersahutan dengan pelan, menandakan betapa nikmatnya permainan mereka kali ini, Erlangga bangun dari posisi tidurnya lantas memeluk tubuh sang istri yang masih duduk dipangkuannya.


Lidah mereka saling berbelit diiringi oleh gerakan yang seirama di antara ke duanya. Tangan Erlangga terus mendekap tubuh sang istri kuat-kuat untuk mendapat kesan yang ingin dia mau.


Satu jam telah berlalu, tetapi pergulatan panas mereka belum usai, Di mana posisi Grael yang bertumbuh pada bagian bantal dan bokongnya sedikit meninggi, sedangkan Erlangga setengah berdiri seraya menepuk benda kenyal yang menghampit junior keluar masuk membuat Erlangga menjadikan itu sebagai gaya favoritnya.


Erlangga semakin mempercepat gerakkannya, saat dirinya merasakan bahwa dia akan sampai pada puncak klimaksnya. Hingga akhirnya, suara errangan itu keluar dari mulutnya, hentakan demi hentakan dia perdalam untuk mengeluarkan cairan berwarna putih pekat ke dalam rahim sang istri, meski Erlangga sudah diperingatkan akan menunda momongan tapi karena Erlangga mempersiapkannya dengan secara matang, sehingga dia tidak perlu kawatir Grael akan hamil di usia muda saat dia terus mengeluarkannya di dalam.


Semburan hangat dapat Grael rasakan dan itu membuat dia merasa lega, akhirnya permainan telah usai. Tubuhnya terasa lemas ketika Erlangga sudah beraksi di atas ranjang. Suaminya memang seorang pemain yang Pro, mampuh membuat dirinya tergila-gila dengan sentuhan sang suami.


"I love you, Honey!" Erlangga tumbang di samping istrinya, setelah mengecup kening Grael.


"I love you too!" Grael membalas pelukan Erlangga.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2