
"El ... look at me!" Lee memakai topi carnaval dari pedagang yang menjualnya.
Grael tertawa melihat wajah sutradara itu seperti badut dengan hidung besar berwarna merah dan topi warna warni yang menjulang tinggi ke atas, mereka pun melanjutkan perjalanan mereka dengan berjalan kaki menelusuri pasar tradisional daerah tersebut, usai memarkirkan mobilnya.
Mereka berhenti di tempat seorang pengamen yang sedang memainkan biola dengan sangat merdu, sebagian orang yang melihatnya juga ikut menari menikmati lagu tersebut. Lee pun mengajak Grael untuk berdansa dengannya mengikuti alunan lagu yang dibawakan oleh violinist.
Grael dengan sangat anggun menerima tawaran dari Lee, dia menerima uluran tangan itu, kemudian mereka pun berdansa dan membaur pada penonton yang juga ikut berdansa. Pada saat Lee memegang tangannya ke atas, Grael pun memutarkan badannya hingga terlepas dari genggaman sutradara itu, kemudian tubuhnya berhenti tepat dipelukan Erlangga, seketika musik pun telah berhenti.
Suara tepuk tangan begitu meriah ketika penonton memberi uang ke dalam kotak yang ada di hadapan violinist, berbeda dengan Grael yang masih menatap mata Erlangga dengan deru napas yang tersengal akibat tenaga yang dikeluarkan untuk menari begitu semangat.
Sepasang suami istri itu pun saling menatap begitu lama, hingga akhirnya Lee menyadari bahwa orang yang memeluk Grael adalah Erlangga, Lee pun langsung memberi isyarat pada mereka berdua untuk tidak terlalu mencolok karena berada di tengah-tengah masyarakat.
"I-itu ... Erlangga Louis kan?" ucap penonton yang melihat Erlangga dengan masker hitam dan topi.
Keduanya masih tidak memperdulikan omongan sekitar mereka, saat keduanya masih melempar tatapan sinis. Lee yang kesal, langsung menarik tangan Grael. Akan tetapi, Erlangga mencegahnya, rahangnya mengeras seraya menatap sinis ke arah Lee. Dia melepas tangan Lee dari sang istri dengan kasar, kemudian menggengam tangan Grael untuk berlari bersama dari kejaran para fans.
"Itu beneran Erlangga ... Erlangga!" teriak para Fans yang mengejar mereka bertiga.
Langkah kaki Grael terus berlari bersama Erlangga, tanganya digenggam erat oleh sang suami. Pandangan Grael terus melihat Pria yang ada di depannya, dia mengingat bahwa kejadian seperti ini sama persis dengan kejadian yang dulu pernah dialami saat bertemu dengan Erlangga.
Erlangga melihat ke arah sang istri yang membalas tatapannya, dia juga melihat ke arah belakang ketika para fans itu semakin banyak mengejarnya. Sontak membuat Lee menyuruh Erlangga masuk ke dalam sebuah butik wanita untuk bersembunyi.
Pada saat mereka masuk ke dalam, mereka berpura-pura untuk belanja dan menjadikan Grael sebagai tujuannya, di sana Lee mengambil baju dan memperlihatkan pada Grael sembari melirik para fans yang masih berlari mengejar Erlangga. Namun, pada saat Lee melihat ke depan, ternyata wanita yang ada dihadapannya adalah pegawai butik tersebut.
__ADS_1
Lee melihat ke arah sekitar area butik itu, tapi tidak menangkap sosok Grael dan Erlangga. "Sial!"
Di sisi lain, Erlangga melempar Grael untuk masuk ke dalam mobil yang sudah dijemput oleh Pak Beni, mereka berhasil keluar dari butik itu lewat samping setelah Erlangga meminta bantuan pada pegawai butik.
"Aaakhh!" keluh Grael kesakitan saat Erlangga menghempaskan tubuhnya begitu saja di dalam mobil.
"Jalan!" pinta Erlangga dengan nada yang cukup membuat Pak Beni merinding.
Mobil pun mulai berjalan sesuai perintah yang diberikan oleh Erlangga, sedangkan Grael berdengus tertawa melihat tingkah laku sang suami yang seakan-akan dia telah terciduk selingkuh dari Erlangga.
Suasana menjadi canggung saat aura Erlangga memancarkan aura gelap akibat terlalu cemburu buta, aura itu dapat Pak Beni rasakan bersama manager-nya itu.
Grael yang tidak mau perduli dengan sang suami yang marah terhadapnya, memilih untuk diam dan melihat ke arah jendela daripada harus berdebat sama Pria yang egois baginya.
Satu kali dan dua kali berdering, Grael hanya menolak panggilannya, tetapi pada saat deringan ke tiga, Erlangga langsung merebut ponsel Grael sebelum dia menjawabnya sendiri.
Terdengar jelas suara Lee yang menghubungi istrinya hanya untuk menanyakan keberadaan Grael, tanpa Erlangga menjawab pertanyaan Lee, dia langsung mematikan sambungan teleponnya.
"Apa kamu mudah gampang dekat dengan seorang laki-laki yang baru kamu kenal?" tanya Erlangga.
"Tergantung, orang itu seperti apa? Kalau dia tidak nyebelin seperti seorang yang sudah pernah buang uang ke aku, kenapa nggak?" jawab Grael yang tak kalah ketus.
"Ck! Dasar anak kecil!" umpat Erlangga yang masih menahan amarahnya.
__ADS_1
"Siapa suruh nikah sama anak kecil! Memangnya, anak kecil itu bakalan mau apa, nikah sama Om-Om?" celetuk Grael dengan pelan tapi mampu didengar oleh Erlangga.
"Jadi, kamu anggap saya, Om-Om?" Erlangga melirik ke arah Grael, sontak pembicaraan mereka membuat Rio dan Pak Beni tertawa mendengar perdebatan pasutri yang baru saja menikah.
Erlangga yang begitu kesal, mengetahui Lee menghubungi sang istri hanya untuk menanyakan keberadaan Grael, langsung membuka kaca mobil itu, lantas melempar ponsel Grael keluar begitu saja.
"Mau kamu apa sih? Kenapa kamu buang ponsel aku? Pak Ben, berhenti!" bentak Grael.
Grael sangat marah ketika melihat Erlangga membuang ponselnya, karena di sana terdapat tabungan hasil pendapatnya selama setahun. Namun, mobil yang diharapkan untuk berhenti, ternyata tidak berhenti juga sampai mobil itu kembali ke villa.
Erlangga langsung menarik tangan Grael dan menghempaskannya ke atas tempat tidur, dia sangat kesal dengan sikap istrinya yang tersenyum dan tertawa sembari menari bersama Pria lain yang tak lain adalah sutradara dalam filmnya sendiri. Dia berusaha menahan ke dua tangan Grael ke atas dan bibirnya memaksa untuk menerobos masuk ke dalam mulut sang istri.
Grael terus berusaha untuk memberontak saat sang suami menciumnya bahkan mellummatnya dengan ganas, apalagi tangan Erlangga sudah menggerayangi tubuhnya begitu kasar. Rasanya begitu menjijikkan saat mengingat bibir dan tangan itu menyentuh wanita lain walapun hanya berpura-pura.
Tidak hanya itu, Erlangga sudah merobek baju bagian atasnya lalu melahap kedua gundukkan itu dengan buas sembari merremas dengan kencang.
"Lepasin! Aku benci sama kamu!" maki Grael seraya menangis. Namun, Erlangga tidak menggubrisnya, dia kembali melummat bibirnya.
"Bajiingan ... kamu, Erlangga!" teriak Grael dengan kencang saat dia berhasil membuat Erlangga berhenti menciumnya dengan menggigit bibir bawah Pria itu.
"Bajingan? Ck ... ini hukuman buat kamu yang sudah berani pergi bersama Pria lain!" decak Erlangga dengan kesal saat mengelap bibirnya yang berdarah lalu kembali menghisap leher sang istri seraya membuka resleting celana Grael.
"Hukuman? Sekarang kamu marah hanya karena aku pergi bersama Lee? Terus kamu apa? Suruh aku balik ke villa supaya kamu bisa melakukan syuting adegan panas? Oke, aku maklumin itu pekerjaan kamu sebagai seorang artis profesional! Jadi itu alesannya kenapa kamu selalu menghindar dari aku?Lalu bagaimana saat Lee bilang, semua sudah selesai lebih cepat? Tapi kamu pulang pagi?" ucap Grael dengan suara yang lirih sembari menangis, sedangkan Erlangga langsung berhenti mendengar ucapan Grael.
__ADS_1
To be continued...