
"Tidur? Sama cewek?" tanya Josua yang mengulang ucapan maid.
"Cewek siapa, La!" bentak Kylie dengan kesal.
"Iya, Tuan, Nyah!" sahut Lala.
"Ceweknya siapa? Kamu kenal? Pernah Rangga ajak ke sini?" tanya Erlangga.
"Tidak, saya baru lihat, rambutnya putih dan juga cantik! Tapi ... me–mereka tidurnya, tidak pakai ba–baju, Tuan!" ujar Lala yang berkata jujur.
"Apa!" Josua langsung mengebrak meja sembari berdiri, dia pun melangkah pergi ke paviliun milik Rangga, begitu juga di susul dengan Erlangga dan Grael.
"Awas kalau sampai kamu memfitnah anak saya! Bukan cuman gajih kamu saja, yang saya potong, tapi kepalamu saya penggal!" ancam Kylie yang begitu kesal dengan pengganti Lydia yaitu Lala.
Langkah mereka yang begitu tergesa-gesa, mewakili perasaan yang penuh dengan rasa penasaran, siapa wanita yang tidur dengan Rangga.
Suara gebrakan pintu kamar Rangga begitu keras, sehingga membangunkan kedua sejoli yang bukan pasangan halal melihat keributan yang terjadi.
__ADS_1
"Rangga!" teriak Josua ketika melihat anaknya sedang memeluk wanita yang ada di sebelahnya, rahangnya mengeras dan tangannya mengepal kuat-kuat seraya ingin menghajar anak itu sekarang juga.
Rangga yang terusik dari tidurnya, melihat ke arah sumber suara yang sedang berteriak memanggil namanya, sontak saja itu membuat Rangga terkejut melihat semua keluarganya melihat dirinya yang tengah telanjang bersama Emira.
"Papi? Mami!" Rangga langsung merapatkan selimut untuk menutupi tubuh dia dan juga adik kelasnya, ketika Emira mengumpat di lengan Rangga.
"Ya Tuhan, Emira!" ucap Grael.
"El, ini nggak seperti yang kamu pikirkan! Kami cuman ... cuman—"
"Ngapain, Lo jelasin ke istri, gua!" bentak Erlangga.
"Dasar jallang kecil! Bisa-bisanya kamu menggoda anak saya! Pellacur dari mana kamu? Kamu pasti yang menggoda anak saya kan? Iya, kan?" Kylie langsung menyerang gadis itu, tapi Rangga langsung memeluk Emira melindunginya dari pukulan sang mama.
"Mih, jangan, Mih!" Rangga menghalangi Kylie agar tidak memukul Emira.
Ternyata Kylie maju lebih dulu dan mendorong Josua begitu saja hingga suaminya terpental ke tembok dengan posisi terjungkal, dia melakukan itu sebelum sang suami ingin menyerang anaknya dengan tongkat yang selama ini menjadi aset keramatnya.
__ADS_1
Josua pun kesakitan dia mengulurkan tangan kepada Erlangga tapi anak pertamanya justru mengabaikannya, Erlangga malah melewati tangan Josua dan memilih duduk di sofa.
Josua tampak tercengang dengan Erlangga yang tidak mau membantunya untuk berdiri. "Dasar anak-anak tidak tahu diri!"
Melihat ayah mertuanya terjatuh, Grael pun menahan tawanya dan membantu Josua untuk berdiri, tapi ayah mertua yang tahu bila sang menantu menertawainya, Grael pun diizinkan untuk tertawa lepas.
Sementara itu, Rangga terus berusaha melindungi Emira dari amukan ibunya. "Mih, stop! Emira tidak salah, yang salah Rangga!"
"Awas, Rangga! Mami mau kasih pelajaran buat dia! Jangan coba-coba kamu melindunginya, Rangga!" ucap Kylie.
"Mih, Rangga yang maksa Emira!" ujar Rangga tapi tidak didengar oleh sang mama.
"Hai, jallang tidak tahu diri! Masih kecil aja kamu sudah pintar menggoda laki-laki! Apa kamu tidak memikirkan orang tua kamu, Hah?" Kylie menarik rambut Emira dengan kencang membuat gadis pirang itu menjerit kesakitan.
"Mih, jangan! Lepasin, Emira!" Rangga terus berusaha melepaskan cengkraman tangan Kylie dari rambut Emira.
"Awas, Mih! Biar Papi yang urus anak tengik ini!" ujar Josua, dia pun langsung memukul tubuh Rangga. Hingga pertempuran di atas tempat tidur lebih hangat ketibang Rangga yang tidak jadi menghangatkan tempat tidur itu.
__ADS_1
To be continued...