Kesayangan Sang Pewaris

Kesayangan Sang Pewaris
105. Kebusukan hati Kylie


__ADS_3

Semua sudah jelas dalang yang menyebabkan Erlangga harus kehilangan calon penerusnya, rasa amarah memuncak dalam relung hati saat mendengar percakapan tersebut.


"Kenapa Lo kasih ini, ke gue?" tanya Erlangga penuh selidik.


Erlangga bingung kenapa adik tirinya itu, tiba-tiba langsung memberinya sebuah bukti yang cukup fatal untuk ibu kandungnya sendiri, bahkan dia suka rela memberikannya tanpa ada rasa takut.


"Makhluk menyeramkan pun tidak akan berani untuk menyakiti seorang anak dalam kandungan ibunya, jujur gue gak rela bila nyokap mendapat hukuman atas perbuatannya! Tapi, perbuatan itu sangat keji!" tutur Rangga.


"Apa yang sudah lo kasih ke gue, tidak bisa dipulangin lagi! Inget, gue nggak akan tinggal diam ketika tahu siapa pelaku yang sudah membunuh calon anak gue!" Erlangga menatap Rangga dengan tatapan yang serius bahwa dia memang tidak main-main dengan ucapannya.


"Iya," sahut Rangga. dia menelan salivanya dengan susah payah sembari meneteskan air mata.


Langkah yang diambil begitu berat, hati Rangga memang sangat tidak rela bila ibu kandungnya sendiri masuk penjara, tetapi tindakan yang diperbuat oleh ibu kandungnya sendiri adalah tindakan yang paling kejam.


Pasalnya anak yang dibunuh oleh Kylie tidaklah bersalah, Rangga mendapatkan bukti itu ketika dia memasang alat penyadap pada sebuah mobilnya yang Rangga tinggal saat ingin ikut bersama Josua menjenguk Grael.


Pesan notifikasi masuk begitu saja di ponsel Rangga saat benda penyadap merespon secara otomatis merekam semua apa yang tengah terjadi di dalam mobil.


Rangga tidak tahu kenapa Kylie bisa berada di dalam mobilnya dan mengirim perintah kepada anak buah untuk melakukan hal yang sangat keji, ketika dia melihat lokasi mobilnya, Kylie tengah berada di sebuah hotel ternama.

__ADS_1


Di dalam pesan notifikasi pada ponsel Rangga bukan hanya tentang perintah untuk mencelakai kakak iparnya, tetapi tentang pergulatan panas antara sang Ibu dan sopir pribadi.


Rangga cukup kecewa dengan perilaku ibunya yang baru dia ketahui, entah apa penyebab Kylie seperti itu padahal Joshua telah memanjakannya dan menjadikan ratu satu-satunya di keluarga Louis.


"Rangga, gue serius! Setelah apa yang lo kasih saat ini, nggak akan ada ampunan entah itu nyokap lo atau bukan!" Erlangga memperingati Rangga sekali lagi agar adik tirinya itu berpikir dua kali untuk membiarkan sang ibu menerima hukumannya.


"Jujur, mana ada anak yang tega melihat ibunya menerima hukuman? Tapi apa yang dia lakuin tidak bisa dimaafkan!" Rangga meneteskan air mata lalu meninggalkan Erlangga usai memberikan sebuah bukti yang mengejutkan.


"Rangga!"panggil Erlangga dia menarik tangan adik tirinya itu untuk masuk ke dalam pelukannya. "Thanks!"


"Sekarang, gue beneran adek Lo, kan?" tanya Rangga pada Erlangga ketika rasa cintanya pada sang Kakak begitu tulus.


"Bagaimana sama, Bokap?" tanya Erlangga pada adiknya, karena dia tahu lelaki yang selalu membawa tongkatnya pasti marah dan kecewa usai mengetahui bahwa Kylie akan segera dihukum atas tindakannya.


"Ya, gue yakin, bokap juga setuju sama alur kita!" ucap Rangga yang membalas senyuman sang kakak.


Rangga tidak bisa pemberitahu pada Erlangga tentang semua video rekaman yang terjadi di dalam mobilnya, dia juga tidak bisa memberitahu pada Joshua atas apa yang dilakukan oleh Kylie.


Pasalnya laki tua itu sangat mencintai istri mudanya, sampai semua apapun dilakukan oleh Joshua untuk membahagiakan Kylie.

__ADS_1


Akan tetapi, sayangnya Joshua justru mendapatkan penghianatan dari Kylie, di usia yang sudah memasuki kepala 5 tetapi di antara mereka sama sekali tidak ada rasa malu dengan perbuatannya.


***


Mendengar kabar berita yang sangat simpang siur, sampai saat ini juga belum menemukan titik terang. Nadin memutuskan untuk datang ke lokasi di mana Grael di rawat.


Nadine sudah tidak bisa mentoleransi lagi sikap Joshua, karena dia tahu pasti Erlangga kehilangan anaknya gara-gara Kylie—istri kedua Joshua.


Wanita yang berprofesi sebagai dokter itu akan membongkar ke dok mantan kakak iparnya tersebut, jika mengetahui pelakunya adalah istri dari pemilik marga Louis maka Nadine juga akan menyeret Joshua masuk ke dalam penjara.


Setelah hari sudah hampir malam, Nadine pun sampai di sebuah rumah sakit di mana tempat Grael dirawat, dia langsung melirik kearah Joshua dan menuduhnya dengan alasan membenci apapun yang dilakukan oleh pria paruh baya itu.


"Tante stop it!" perintah Erlangga yang memisahkan Nadine Dan juga Joshua.


"Lepasin, manusia seperti dia seharusnya berada di dalam jeruji besi!" ucap Nadine dengan sarkas.


"Apa maksud Tante?" tanya Erlangga yang mencoba untuk memisahkan mereka.


"Kamu bodoh apa pura-pura bego Erlangga? Bisa-bisa kamu menyerahkan harta hak dan warisan yang semestinya jatuh ke tangan kamu!" ucap Nadine penuh dengan sarkas.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2