Kesayangan Sang Pewaris

Kesayangan Sang Pewaris
205. Anak yang menusuk


__ADS_3

"Bagaimana?" tanya Erlangga mengenai penyelidikan kasus yang sudah merenggut nyawa anaknya.


Marvin menjelaskan kepada Erlangga bahwa pelaku berasal dari negara lain, bukan dari negara ini. Kakak iparnya itu pun memberikan bukti telepon yang diizinkan oleh pihak yang berwajib mengenai salah satu bukti yang akan memperkuat tersangka menerima hukuman.


"Kak!" panggil Rangga kepada Erlangga saat Marvin menunjukkan ponselnya untuk memperlihatkan bukti pada pewaris tersebut.


Erlangga sama sekali enggan menjawab pertanyaan dari Rangga ataupun Joshua, karena sampai saat ini sudah berganti hari Grael masih saja belum sadarkan diri.


Sampai Karina dan juga Gracia rela bergantian menjaga orang yang dia cintai demi menghindarnya hal-hal yang tidak diinginkan lagi, sedangkan Evelyn dan juga Noel begitu membenci Joshua saat mereka bersitatap muka.


"Kak, Ada yang ingin diomongin sama lo, sebentar!" ujar Rangga saat sang kakak tidak menjawab sama sekali.


Marvin pun memberi saran kepada Erlangga agar dia mau berbicara kepada adiknya itu, siapa tahu Rangga tahu dalang dibalik insiden tersebut.


"Apaan? Mau ngomong apa? Mau nyerahin lo ke polisi?" tanya Erlangga dengan sinis.

__ADS_1


"Kalau itu buat lo senang gua akan ngelakuinnya!" Rangga duduk tepat berada di samping sang kakak saat Marvin memberikan waktu mereka untuk berdua.


"Nggak usah bertele-tele, cepat apa yang mau lo omongin?" tutur Erlangga saat dirinya memilih bangun untuk menghindar dari Rangga.


Rangga mengambil napasnya dalam-dalam lalu dia keluarkan secara perlahan untuk menetralkan rasa gugup yang akan dia utarakan kepada Erlangga, mengumpulkan sekuat tenaga agar dia berbicara tanpa salah satu kata pun yang memancing emosi sang kakak.


"Gua minta maaf, gua nyesel udah ninggalin Grael saat Lo sudah kasih kepercayaan sama gua!" ucap Rangga yang kini masih menjaga jarak pada Erlangga. "Soal Nyokap, gua gak akan marah sama Lo, kalau Lo ngelaporin Nyonkap gua jika terbukti memang Nyokap gua bersalah!"


"Gua nggak nuduh nyokap lo!" sahut Erlangga dengan enteng.


"Terus intinya?" Erlangga mulai males meladeni percakapan antara dia dan juga Rangga, dia sama sekali sudah tidak menaruh rasa kera terhadap adik tirinya itu.


"Gue cuman mau ngasih ini!" Rangga memutar rekaman suara di mana rekaman tersebut terlihat percakapan antara seorang wanita dan juga seorang laki-laki.


"Saya mau, kamu membunuh janin yang di kandung oleh Grael! Kalau perlu bunuh juga sama wanita itu!" ucap seorang wanita yang diduga suara Kylie.

__ADS_1


"Baik, bos!" sahut laki-laki yang tidak diketahui asal-usulnya.


Erlangga terperangah ketika mendengar suara ibu tirinya yang menyuruh beberapa anak buahnya untuk menjalankan aksi yang sudah direncanakan.


"Ambil lah! Untuk sebagai barang bukti yang kuat." Rangga langsung mentransfer suara yang sudah direkam oleh Rangga.


jujur saja Erlangga menjadi semakin takut kalau ternyata memang Kylie adalah dalang dari penyebab ini.


Rangga meyakinkan Erlangga bahwa semua akan baik-baik saja, dia juga tidak keberatan bila wanita yang dia cintai selama ini harus mendekam di penjara akibat ulahnya sendiri.


Tentu saja Erlangga mengambil barang bukti tersebut dari tangan Rangga, kemuidan menghapus semua yang dipegang oleh Kelly.


to be continued


maaf ya sedikit. insyaallah besok usdha mulai akfot lsbo.

__ADS_1


__ADS_2