
"Apa yang kamu fikirkan," tanya Reyhan kembali di telinganya saat melihat Karin terdiam.
Reyhan yakin Karin saat ini tengah diliputi kebingungan atas sikapnya. Tapi Reyhan tidak perduli. Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri, bahwa mulai kemarin Karin akan menjadi istrinya seutuhnya. Mereka akan menjadi pasangan suami istri yang sebenarnya.
"Tidak ada, aku hanya mau bangun. Tolong lepaskan pelukanmu Rey," Karin menatap Reyhan.
"Tidak. Bukanlah tadi sudah kukatakan, kita akan berolahraga di kamar saja," Reyhan makin mengeratkan pelukannya.
Karin terdiam. Fikirannya ingin berontak, tapi tubuh dan hatinya menolak. Karin begitu menyukai pelukan Reyhan. Aroma tubuhnya itu membuat hati Karin tenang. Dekapannya sangat nyaman. Apa ini karena kehamilannya. Apa babynya sangat ingin dekat dengan daddynya. Baby ini seakan tahu bahwa daddynya yang kini sedang memeluknya.
Reyhan tersenyum. Senyumnya semakin mengembang saat Karin dirasanya tidak lagi betontak. Karin malah semakin menempelkan tubuhnya pada Reyhan. Dan sepertinya ini kemauan si baby. Anaknya itu sepertinya tahu kalau dadynyalah yang saat ini memeluknya. Babynya itu sepertinya menyukai bila dadynya berada dekat dengannya.
"Tubuhmu dan hatimu bahkan ingin terus berada di pelukanku," ucap Reyhan kembali.
"Tidak. Siapa yang ingin kau peluk. Lepass.....," jawab Karin ketus.
"Kau mungkin tidak mau ku peluk, tapi anak kita menyukainya. Dia tahu bahwa daddynyalah yang sedang memeluknya," jawab Reyhan kembali.
Tangannya sudah mengelus lembut perut Karin, membelai dengan penuh kasih sayang. Karin terdiam, tidak tahu mesti menjawab apa lagi. Karin tidak dapat memungkiri hatinya, kalau dia merasa sangat nyaman. Aroma tubuh Reyhan bahkan sangat disukainya, sedari tadi Karin menempelkan kepalanya di dada Reyhan, menghirup aroma mint campur menthol yang masih tercium dari tubuhnya hingga pagi ini.
Tiba-tiba saja Reyhan melepaskan pelukannya. Membuat Karin serta merta berpaling, menatap Reyhan bingung. Sedari tadi Karin sudah meminta Reyhan melepaskan pelukannya, laki-laki itu tidak perduli, bahkan semakin mengeratkan pelukannya. Kini saat Karin memutuskan menerima perlakuan Reyhan, dia malah sengaja melepaskan pelukannya itu. Menyudahi keintiman mereka barusan.
"Kenapa, masih mau dipeluk," tanya Reyhan tersenyum.
"Siapa yang mau dipeluk, dari tadi aku mau bangun," jawab Karin tidak mau mengakui.
__ADS_1
Karin sontak berniat berdiri dari tempat tidur. Tapi belum juga Karin menggerakkan tubuhnya, Reyhan sudah menahannya, membuat Karin kembali ke posisinya semula.
Reyhan memiringkan tubuhnya di samping Karin yang sudah kembali terlentang. Menyibak rambut yang menutupi sebagian menutupi wajahnya. Karin terdiam dan menatap Reyhan saja. Tangan Reyhan menyibakkan rambut Karin ke samping telinganya, lalu membelai lembut pucuk kepalanya. Kemudian perlahan membelai pipi Karin. Karin masih memandang bingung ke arah Reyhan, berusaha menahan debaran jantungnya yang mulai bertambah cepat detaknya.
Cup....Tiba-tiba Rey sudah mencium Karin dengan lembut, sangat ringan, seringan angin. Karin membelalakkan matanya tidak percaya.
Baru saja Karin hendak marah dan membuka mulutnya. Cupp...Cuup....Cuup.....Reyhan kembali mencium Karin berulang, sangat lembut dan penuh kehati-hatian.
Mata Karin makin terbelalak, belum selesai Karin menstabilkan detak jantungnya. Reyhan kembali menciumnya, kali ini cukup lama, mencercap dengan lembut. Membuai Karin, membuatnya terhanyut akan ciuman Reyhan yang semakin dalam. Tanpa sadar Karin memejamkan matanya dan jadi menikmatinya. Reyhan yang melihat Karin tidak lagi berontak jadi semakin tersenyum. Apalagi kemudian Karin membalas ciumannya. Untuk beberapa saat keduanya saling mencercap dan *******. Ciuman itu sudah berubah dari sekedar ciuman biasa, nafas keduanya sudah makin memburu, membuat ciuman mereka makin liar dan menggairahkan.
Tangan Reyhanpun sudah bergerilia, menyusup di balik baju tidur Karin. Saat tangannya sudah menyentuh benda kenyal empuk milik Karin, seketika Karin membuka matanya. Memegang tangan Reyhan dan berusaha menghentikannya. Reyhan mengurungkan untuk melanjutkannya kembali, lalu menatap Karin lekat. Perlahan masih menatap mata Karin, Reyhan kembali mencercap bibir Karin lembut, sangat lembut, membuat Karin jadi terbuai kembali. Lalu satu tangan Reyhan memegang kedua tangan Karin, membimbingnya agar melingkar di lehernya. Karin memejamkan matanya kembali, Reyhan berhasil membuainya kembali, membalas dan ******* kembali bibir Reyhan. Kali ini Reyhan membiarkannya saja, memberi kesempatan Karin untuk memimpin permainan. Hingga saat tangan Reyhan kembali menyusup, Karin tidak menolaknya. Darahnya berdesir, nafasnya sudah berkejaran, jantungnyapun berdetak berkali lipat. Hingga akhirnya desahan itu keluar juga dari bibir Karin, seiring makin aktifnya gerakan tangan Reyhan.
Reyhan sudah tidak dapat menahan lagi sebelum dia melepaskan semua pakaiannya dan Karin yang melekat tidak sempurna lagi di tubuh mereka, Reyhan berbisik lembut di telinga Karin.
"Apakah kita akan melakukan penyatuan kita, kali ini dengan rasa cinta dan sayang, tidak dengan terpaksa seperti saat pertama kita melakukannya dulu," Bisikan Reyhan ditelinganya membuat Karin makin bernafsu, hembusan panas nafas Reyhan di lehernya, membuat darah Karin malah semakin berdesir. Reyhan bisa merasakan nafas dan dada Karin naik turun dengan cepat, bahkan Reyhanpun meeasakan hal yang sama.
"Jangan khawatir sayang, aku akan melakukannya dengan sangan lembut. Aku tidak akan sampai menyakiti anak kita," bisik Reyhan lagi.
Reyhan sebelumnya memang sudah berkonsultasi dengan mbaknya yang seorang dokrer tentang berhubungan suami istri di saat hamil.
Karin menganggukkan kepalanya yakin. Matanya sudah semakin berkabut, menandakan nafsu yang sudah penuh menguasainya.
Malam itu adalah awal dari keduanya. Awal dari hubungan sesungguhnya mereka. Awal yang indah dari nikmatnya menikah. Hubungan halal yang memuluskan mereka makin menikmati surganya dunia.
Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"
__ADS_1
Mohon Dukungannya
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
Coment 💬
Baca juga Novel Author Lainnya
☆ Mengejar Cinta Ustad
☆ Cinta 90
Mohon juga Dukungan
👇
Vote
Like 👍
__ADS_1
Favorit ❤
Coment 💬