
"Assalamualaikum......," sapa Nayna begitu telephonenya tersambung.
"Waalaikumsalam. Nayna sayang, kamu kemana aja nak? Mom telephone nggak diangkat. Udah semingguan nggak ketemu sayang," berondong mom langsung menjawab Nayna.
"Maaf mom. Nay menghadiri pernikahan sahabat dekat Nay. Satu minggu ini Nay berada di sana. Maaf nggak ngabarin mom, tapi Nay udah bilang ke bang Rizki mom," jelas Nay lembut.
"Bamg Ki ini yah, mom tanya dia jawab nggak tahu, itu anak yah.....," jawab mom kesal.
"Mungkin bang Ki lupa mom. Maklumin aja karena kondisinya. Nay yang salah nggak ngabarin mom juga," Nay membela Rizki.
"Kamu itu Nay.....masih aja mau dibela......," jawab mom mendesah.
"Oh iya mom. Gimana kondisi bang Ki?" tanya Nay kemudian mengalihkan kemarahan mom.
"Alhamdulillah sayang, Rizki udah kembali ke rumah tiga hari lewat," ucap mom sangat senang.
"Alhamdulillah mom.....," balas Nay ikut bersyukur.
"Kondisi fisiknya Rizki alhamdulillah sehat, luka-lukanya juga sudah mulai mengering dan sembuh. Tapi amnesianya belum juga ada kemajuan Nay.....," mom menjelaskan kondisi Rizki pada Nayna.
"Yang sabar mom. InsyaAllah bang Ki pasti akan pulih. Nay yakin ingatannya pasti akan kembali," hibur Nayna pada mom.
"Iya Nay. Kamu juga yang sabar ya sayang menghadapi Rizki. Dia bersikap begitu karena memang sedang tidak mengingat Nay saat ini.....," ujar mom penuh harap.
"Jangan khawatir mom. Nay kan udah janji, akan tetap di samping bang Ki hingga ingatannya kembali," Nay memberi jaminan dan semangat pada mom.
__ADS_1
Cukup lama keduanya berbicara di tekephone. Saling curhat. Saling menguatkan satu sama lain. Seorang ibu dan calon menantu yang begitu dekat.
Selesai menelephone mom Rizkki. Nay kembali merebahkan tubuhnya di kasur empuk miliknya. Hari ini setelah kembali ke rumah, Nay ingin beristirahat terlebih dahulu. Besok Nay baru berencana menengok Rizki ke rumahnya.
Tiba-tiba saja ingatan Nay melayang pada Rendi. Semua permintaan Rendi kemarin kini terngiang ngiang kembali di kepalanya.
Nayna tidak bisa membohongi hatinya. Masih ada nama Rendi di sana. Sesaat setelah sekian lama mungkin nama itu sudah tersimpan rapi di ujung paling sudut hatinya. Akan tetapi walau sudah melupakan, nama itu toh belum juga hilang.
Bang Rendi, cinta pertamananya itu, tidak akan bisa terganti dari hati. Mereka menjalani banyak kisah indah lima tahun lamanya, meski banyak aral dan juga ujian di hubungan mereka.
Bang Rendi, laki-laki yang teramat Nay cintai itu. Meski berulang hatinya tersakiti, namun wajah cinta seakan tidak berubah wujudnya.
Bang Ren, andai dulu abang tidak pernah mengkhianati Nay. Andai abang tidak berbuat yang menyakiti hati Nay. Kita pasti akan selalu bersama bang. Nay tidak akan mengalami semua kejadian yamg menyedihkan ini. Abang pasti nggak pernah tahu, betapa hati Nay terluka. Nay fikir, cinta pertama kita adalah cinta sejati diantara kita berdua. Nay fikir, cinta kita akan selama-lamanya. Menyatukan kita ke sebuah mahligai indah sebuah pernikahan suci. Nay selalu membayangkan menjadi satu-satunya wanita di hati abang.
Tapi kenyataanya Nay harus terluka, abang mengkhianati cinta Nay. Bahkan mencoba menyakiti Nay saat Nay kembali berfikir memaafkan abang dan memulai semuanya dari awal.
Lalu kini, saat Nay fikir kebahagian sudah menghampiri Nay. Cinta dan pernikahan yang sudah dikemas indah dokter Rizki, harus diam di tempat, karena sebuah kecelakaan yang menimpanya. Bagaimana Nay bisa menikah, dengan seseorang yang tengah mengalami ambesia. Bahkan mengingat Nay sedikitpun tidak.
Bang Ren, sebenarnya Nay ingin sekali bersikap egois. Nay ingin aji mumpung aja, saat abang mengajukan tawaran kemarin.
Nay ingin tetap bersama Rizki, tapi Nay juga ingin bisa di samping abang.
Biarlah kali ini Nay berubah menjadi Nay yang egois. Nay akan menjalani keduanya. Menemani Rizki, terus di sampingnya hingga suatu saat amnesianya sembuh. Hingga ingatan Rizki tentang Nay kembali. Dan Nay juga mau bang Ren menjaga Nay. Nay ingin kembali diperhatiin, diperduliin sama abang. Nay juga mau bang Rendi terus di samping Nay.
Nay egois ya bang...... Pasti bang Rey bilang kalau ini bukan seperti Nay yang abang kenal. Iya kan bang?
__ADS_1
Tapi Nay mohon bang. Biarlah kali ini Nay menjadi Nay egois. Nay akan menjalaninya keduanya, bersama Rizki sekaligus bang Ren. Hingga akhirnya nanti biarlah waktu yang menentukan, pada siapa cinta Nay akhirnya akan berlabuh, Nay mengeluh panjang, seolah sedang berbicara dengan Rendi.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Hiiii🖐🖐
Views tercintaahh🤩😍😘
Sedih banget Nayna yah😌😔😥😥
Mohon Vote Author🙏🏻
Like 👍
☆☆☆☆☆
Comentnya💬
Baca dan dukungannya juga tuk Novel Author yang lain🙏🏻
👇
☆ Cinta 90
☆ Mengejar Cinta Ustad
__ADS_1
Salam Manis😊
Author