
Mami dan papi sudah berjalan menyusul Bayu dan Winda yang menghampiri kedua pengantin ke atas panggung hendak mengucapkan selamat, begitu Rey dan keluarganya turun dari atas panggung pelaminan.
"Nayna sayang....," Winda langsung menghambur memeluk Nayna.
"Selamat menempuh hidup baru sayangku. Bahagia selalu sampai maut memisahkan," ujar Winda lagi kepada Nayna.
Kedua sahabat rasa saudara itupun sudah tampak berkaca-kaca. Bayu yang amat sangat mengetahui bagaimana persahabatan istrinya dan Nayna cuma bisa tersenyum. Dua orang wanita yang pernah bersamaan dekat dalam hatinya.
"Selamat bro, semoga menjadi pasangan yang sakinah mawadah warohma. Jaga Nayna, jangan pernah sampai mengeluarkan air matanya lagi," Bayu memberi selamat dan menjabat tangan Rizki.
"Sudah pasti. Aku akan selalu mengukir senyum di wajah cantiknya, hingga tidak akan pernah ada air mata," jawab Rizki begitu romantis.
Nayna dan Winda yang memdengarkan ucapan Rizkipun ikut mengembangkan senyum mereka. Nayna tersenyum dengan tersipu malu. Sementara Winda tersenyum dengan mengerlingkan matanya menggoda Nayna.
"Ahhhhh.....," teriak Nayla.
Beruntung Rendi berada tepat di depannya sehingga begitu sigap langsung menangkap tubuh ramping Nayla yang tersandung hampir jatuh tertelungkup. Tidak lucu rasanya, jika dengan kebaya lengkapnya harus jatuh, betapa malunya Nayla.
"Bang Rendi....," ujar Nayla menatap kaget, begitu mengetahui siapa yang menyanggah tubuhnya agar sampai tidak terjatuh.
Untuk beberapa saat keduanya terdiam saling menatap. Netra coklat keduanya kini saling bertemu.
Rendi tidak menyangka saat menatap mata Nayla, dia punya netra coklat yang sama dengan miliknya.
Begitupun Nayla, saat menatap Rendi barusan, dia baru menyadari netra coklat itu sama seperti miliknya.
Dan pandangan keduanya akhirnya sudah jatuh terlalu dalam. Rendi menatap lekat wajah Nayla. Wajahnya yg imut seperti mbaknya, sama cantiknya. Bibinya lebih penuh dan sexy. Dan matanya itu, netra coklat itu mengerjab indah ketika bicara. Jika Nayna tampak cantik dengan senyum lesung pipinya. Maka Nayla terlihat sama cantiknya dengan netra coklatnya itu, Rendi membatin.
Pun begitu halnya dengan Nayla. Matanya dengan bebas wajah ganteng manis khas minangnya itu. Dengan hidung mancung tinggi, rahang kokoh, rambut hitam ikalnya. Tatap mata coklat dalamnya yang begitu teduh seakan sebuah danau yang bisa menenggelamkan Nayla di dalamnya. Jangan tanya saat Rendi menyunggingkan senyumnya, manisnya melebihi madu, yang membuat tenggorokan Nayla seakan makin tercekat.
"Ma......ma...makasih bang Ren...," Nayla berusaha cepat berdiri begitu tersadar dan melepaskan tatapannya pada netra coklat milik Rendi.
"Lain kali berhati-hatilah. Lihat pakaian yang kau kenakan itu, jadi jangan berjalan terburu-buru," jawab Rendi kaku ikut merapikan jasnya.
"Hehehehh....iy....iya bang," jawab Nayla gugup.
(Kisah Rendi dan Nayla insya Allah akan ada di Novel terbaru Author "Second Love")
__ADS_1
"Ayo bang Ren, Ay anter ke atas panggung, kayaknya mbak Winda dan mas Bayu juga mami dan papi abang udang duluan nemuin mbak Nay," tawar Nayla pada Rendi.
Rendi menatap Nayla kembali, kedua netra coklat mereka kembali bertemu.
"Baiklah....," jawab Rendi melangkah, diikuti Nayla yang menyusul di sampingnya.
"Sayang mami, selamat ya Nay. Semoga rumah tanggamu bahagia selalu, selamanya hingga maut memisahkan," mami langsung menitikkan air mata memeluk Nayna.
Putri sahabatnya tercinta. Gadis yang diharapkannya menjadi menantunya itu, kini akhirnya bersanding dengan laki-laki lain. Tapi mami senang, dokter Rizki adalah laki-laki yang baik, dari keluarga terpandang. Dengan titel, jabatan juga kualitas hidup yang sangat baik. Dia laki-laki yang sepandan bagi Naynanya tersayang.
"Mami, makasih yah mi sudah sayang sama Nay selama ini seperti bunda Nay sendiri. Tetaplah jadi mami Nay selamanya ya mi" pinta Nayna ikut menitikkan air matanya.
"Tentu saja sayang, Nay tetaplah putri mami nak. Selalulah bahagia yah sayang," peluk mami kembali pada Nayna.
Rizki hanya bisa menatap keduanya. Pantas saja jika mami Rendipun berat melepaskan Nayna. Rizki bahkan tahu bagaimana momnya mencintai Nayna seperti mencintai putrinya sendiri.
Lalu kemudian ganti papi yang memeluk Nayna. Sementara mami memeluk Rizki.
"Mami titip Nayna ya nak. Jangan sekalipun menyakitinya. Bahagiakan Nay mami," ucap mami memohon pada Rizki.
"Saya berjanji tante. Tidak akan membuat Nay menitikkan air matanya. Saya janji Nay akan selaku bahagia," jawab Rizki tegas pada wanita yang memeluknya kini.
"Selamat ya Mel," mami memeluk bunda.
"Makasih Tih. Maaf akhirnya kita tidak jadi berbesan, jodoh tidak ada yang tahu Tih," jawab bunda.
"Kamu benar Mel. Kita tidak bagaimana akhirnya jodoh itu berlabuh. Tapi soal perjodohan anak-anak kita aku tidak akan menyerah Mel," ujar mami pada bunda dengan senyum sumringah.
"Apa maksudnya Tih," tanya bunda heran mengeryitkan keningnya.
Seketika pandangan bunda mengikuti arah pandang mami yang tengah menatap Rendi dam Nayla, yang tengah berjalan beriringan di ujung panggung.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Karena kesibukan Author✌
Mohon maaf jika baru bisa update🙏🏻
__ADS_1
Author akan berusaha untuk selalu bisa up per harinya🙏🏻✌
Masih berbagi kisah kebahagiaan Nayna dan Rizki.
Akan ada kisah cinta baru antara Nayla dan Rendi. Bagaimana kerasnya Nayla meluluhkan hati Rendi. Dan bagaimana kerasnya Rendi menolak perasaannya. Jodoh dan takdir tetap tidak dapat dirubahnya. Akan ada kisahnya di Novel terbari Author🙏🏻🙏🏻
Ikuti terus up selanjutnya yah cintahh🙏🏻✌🤗😘
Karena Author juga meski membagi untuk up novel Author yang satu lg.
Novel "Mengejar Cinta Ustad" yang saat ini mengikuti Kontes Menulis Novel "You Are A Writer S4"
Mohon baca dan dukungannya juga🙏🏻🤩😍
Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"
Mohon Dukungannya
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
Coment 💬
Rate 5
Baca juga Novel Author Lainnya
☆ Mengejar Cinta Ustad
☆ Cinta 90
Mohon juga Dukungan
__ADS_1
👇
Vote, Like, Favorit, Coment & Rate 5