
Nayna menuruti saran bunda. Melakukan shalat istikharah. Nay berharap akan mendapatkan petunjuk, pilihan yang terbaik dari Allah. Awalnya Nay masih ragu, hatinyapun masih gamang. keputusanpun belum bisa Nay ambil. Nay berulang kali, selama 3 hari berurut melakukan shalat istikharah, memantapkan hati dan keputusannya.
Nay menghela nafas dalam. Bayangan wajah itu yang terus berkelebat di ingatannya, seakan Allahpun telah memberi petunjuk akan hatinya.
Ya Allah, semoga jalan ini adalah jalan yang terbaik yang kuambil. Jalan yang kau beri petunjuk lewat shalatku, ucap Nay penuh harap.
Tidak terasa air matanyapun mengalir. Nay harus mengikhlasan satu dari keduanya. Berharap dia juga akan menemukan kebahagiaannya sendiri kelak, walau itu berarti bukan bersama Nay. Semoga dia yang kupilih adalah jodoh terbaik yang telah Allah pilihkan untukku, bisik hati Nay kembali memantapkan hati dan perasaanya.
Hati Nay sakit, harus melepaskan cinta itu selamanya kenapa terasa jadi begitu menyakitkan. Tapi Nay juga tidak boleh serakah, karena tidak mungkin bagi Nay untuk memiliki keduanya. Bagaimana bisa Nay menempatkan dua lelaki dalam hidupnya. Kalau dua cinta mungkin saja hatinya bisa membagi. Tapi untuk menjalani hari-hari di masa depan, Nay harus memantapkan hatinya. Memilih satu laki-laki yang akan diberikan hatinya utuh, untuk bersama merajut hari-hari yang tidak hanya indah, tapi pasti penuh kerikil dan ujian. Bismillah🙏🏻
"Assalamualaikum," sapa Nay begitu handpone Nay diterima panggilan masuknya.
"Walaikusalam. Nay ada apa nelepon abang," sapa lembut suara di seberang.
Nay tersenyum. Nay menyukai semua kelembutan dan sikap manisnya. Kedewasaannya bertindak mencerminkan jiwa tenang dari sosoknya yang dewasa. Nay selalu jadi seseorang yang manja bila di hadapan laki-laki ini. Sosok dewasanya membuat Nay bukan hanya memiliki seorang kekasih, tapi sekaligus seorang kakak dan juga sahabat.
Dia laki-laki yang makin lama makin tampan berkharisma. Nay tidak pernah bisa menatap netra coklat itu berlama-lama. Tatapan lembut dan dalam dari netra coklat itu selalu saja menenggelamkan hatinya. Membawa Nay pada rasa nyaman tak bertepi.
"Bang, besok dinas yah. Kalau siang bisa nggak abang ketemu Nay," tanya Nayna lembut.
"Besok siang.....,"
"Okey, abang bisa menyempatkan diri ketika jam makan siang," jawab lembut suara di seberang setelah terdiam beberapa saat berfikir.
Ahhh, mendengar suaranya saja, seperti ada kupu-kupu yang berterbangan di perut Nayna. Senyum mengembang di bibirnya yang mungil, memperlihatkan kedua lesung pipi Nay yang manis. Rasa itu masih sama, cinta itu memang tidak bwnar-benar pergi, bisik hati Nayna kembali.
"Ntar Nay sharlock tempatnya yah bang.....," ujar Nayna kemudian.
"Okey Nay...,"
"Ya udah Nay tutup telephonenya ya bang. Assalamualaikum," Nay mengakhiri panggilan telephone
"Walaikusalam,"
__ADS_1
Nay kembali menghela nafas panjang sambil memejamkan matanya. Sebelum sesaat kemudian menekan tombol telephonenya kembali.
""Assalamualaikum sayang," sapa suara di seberang sebelum Nay sempat memberi salam.
"Walaikumsalam bang," balas Nayna.
"Ada apa sayang?" tanya suara di seberang kembali.
Mendengar ucapan sayang yang di tujukan pada dirinya serta merta membuat pipi Nayna memerah. Kupu-kupu kembali berterbangan di perutnya. Seolah dia adalah laki-laki yang Nay pilih sendiri itu. Mencoba menjalani hubungan cinta yang indah.
Mengubur semua luka dan ingatan pedih masa lalu, menggantinya dengan cinta dan perasaan berbunga-bunga.
"Abang dines malem nggak hari ini?" tanya Nay setelah beberapa saat.
"Nggak. Abang dines pagi, siang udah balik. Tapi mesti ngecek ke perusahaan bentar. Sore mungkin udah free. Kenapa Nay? Mau ketemu abang?" suara di seberang memberondong pertanyaan.
"Abang bisa ketemu Nay malam ini. Nanti Nay sharlock aja lokasinya," jawab Nay lembut.
"Nggak apa-apa kok bang.Lokasinya juga dekat," tolak Nay halus.
"Nggak. Tetap saja abang nggak izinin kamu keluar sendiri kalau malem. Lebih baik abang jemput, trus kita pergi bareng," jawabnya lagi tidak terbantahkan.
Nayna terdiam. Menghela nafasnya kembali. Tapi di bibirnya tersungging senyum, memperlihatkan kedua lesung pipi di sisi kanan dan kirinya. Muka Nay kembali memerah, perhatian dan kekakuan yang selalu di tunjukkan laki-laki inilah yang membuat hati Nay terbuka kembali menerima perasaan cinta. Hal-hal yang dilakukannya selalu saja bisa membuat hati Nayna meleleh. Heii....benarkah bila ingatannya itu belum kembali. Nayna merasakan bahwa laki-laki sudah kembali ke mode kesadarannya kini.
"Baiklah kalau begitu maunya abang. Nay cuma mau ngomong itu aja, Nay tutup teleponnya ya bang. Assalamualaikum," pamit Nayna
"Walaikusalam sayang," jawab suara di seberang lembut.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Hii🖐🖐
Views Tercintahh🤩😍
__ADS_1
Nayna akan memantapkan hatinya. Semoga keputusannya adalah yang terbaik🙏🏻
Yang Nayna serahkan hatinya adalah jodoh terbaik yang dikirimkan Allah🙏🏻🤲
Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"
Mohon Dukungannya
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
Coment 💬
Baca juga Novel Author Lainnya
☆ Mengejar Cinta Ustad
☆ Cinta 90
Mohon juga Dukungan
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
__ADS_1