
Rizki mengalihkan pandangannya dari balik kaca yang memisahkan kamarnya dan balkon. Sosok cantik yang masih mengenakan kimono handuk tampak sedang duduk di depan cermin. Rambutnya pasti masih basah, handuk kecil tampak melingkar di lehernya.
Rizki melangkahkan kaki pelan tanpa suara.
"Biar abang bantu keringkan rambutmu sayang," ujar Rizki yang sudah berdiri tepat di belakang Nayna, sukses mengagetkan Nayna hingga terlonjak.
"Nay kaget bang. Abang berjalan tanpa suara seperti hantu saja" jawab Nayna polos.
"Hehehhh....ada-ada kamu sayang," balas Rizki meraih handuk lembut yang melingkar di leher Nayna.
Kemudian bergerak pelan mengeringkan rambut panjang Nayna. Saat rambut panjang itu tersibak menampilkan leher jenjang mulus Nayna, Rizki kembali menarik nafasnya dalam. Rasanya ingin sekali mengecupnya.
"Bang Ki mandi sana, biar segar....," ujar Nayna kemudian, setelah dirasa rambutnya sudah mulai kering.
Rizki yang baru saja hendak mencium leher jenjangnya itu akhirnya mengurungkan niatnya kembali.
"Baiklah sayang, abang mandi dulu. Tunggu abang yah sayang," balas Rizki mengerling nakal menatap Nayna sambil tersenyum penuh arti, sebelum akhirnya menyegarkan diri di dalam kamar mandi hotel.
Namun tak urung kerlingan nakal dan senyum Rizki membuat Nayna jadi bergidik ngeri.
"Apa laki-laki bila sudah menikah akan berubah jadi mesum begitu," lagi-lagi Nayna bergidik.
Tiba-tiba saja Nayna menjadi gugup. Debaran jantungnya semakin cepat terdengar. Kepalanya langsung mengingat bahwa ini malam pertama Nayna dan Rizki. Apakah aku akan menyerahkan semuanya malam ini? Apa bang Ki akan meminta haknya? benak Nayna terus saja bertanya.
Rasanya hatinya belum siap. Rasanya raga masih lelah karena berdiri menerima ucapan selamat dari tamu hampir setengah harian ini. Maukah bang Ki mengerti untuk tidak melakukannya dulu. Karena Nayna juga yakin Rizkipun sama capeknya seperti dirinya.
Nayna mengambil bajunya dari dalam koper, lalu memakai piyama tidurnya. Tidak lupa Nay juga menyiapkan baju tidur Rizki lengkap dengan dalamannya. Meslipun agak risih, Nay tetap melakukannya. Karena sudah kewajibannya sebagai seorang istri kini.
__ADS_1
Kemudian Naynapun memutuskan untuk pura-pura tidur saja. Awalnya Nay ragu naik ke atas tempat tidur yang dipenuhi kelopak mawar. Nay tersenyum memandangi susunan Love yang terukir indah di atas tempat tidur. Menyaksikan betapa indahnya kamar pengantin ini. Dengan senyum mengembang Nay merebahkan tubuhnya. Merasakan nikmatnya ketika punggungnya sudah disandarkannya pada kasur empuk hotel. Nay menyadari betapa capek dan lelah tubuhnya. Nay menggeliat kesana kemari sebelum akhirnya matanya benar-benar terpejam.
Rizki keluar dari dari kamar mandi hanya memakai handuk di pinggulnya saja, dengan dada terekspose. Dilihatnya Nay sudah tertidur. Rizki kemudian berjalan menghampiri Nayna di sisi tempat tidurnya.
Menatap lekat wajah cantik yang telah resmi menjadi istrinya itu.
Nayna memang sangat cantik, Rizki menyusuri mulai dari mata Nayna yang terpejam, ke hidung mancung mungilnya, ke bibir mungil tipisnya yang berwarna pink, dagu runcingnya. Kulit Nayna putih mulus, belum ditambah lesung pipinya itu ketika tertawa. Ciptaan Allah yang begitu sempurna, puji Rizki masih menatapnya lekat.
Tidurlahlah sayang. Kau pasti sangat capek. Aku tidak akan meminta hakku sekarang. Nanti saat kau sudah mulai siap dan bersedia bersatu, barulah kita akan menikmati malam indah itu, ucap Rizki mengelus lembut kepala Nayna.
Sebagai seorang dokter Rizki sangat faham rasa takut dan kengerian para wanita mengenai malam pertama. Meski Rizki sendiripun belum berpengalaman karena juga merupakan pengalaman pertamanya. Namun sebagai dokter dia tentu saja telah mempelajari banyak hal. Banyak ilmu yang didapatnya sebagai seorang dokter. Sehingga membuat Rizki lebih tenang dan faham
Sementara itu, Nayna yang awalnya hanya berniat pura-pura tidur, ternyata malah benar-benar terbuai ke alam mimpi. Tubuhnya ternyata tidak bisa diajak kerjasama lagi untuk berpura-pura. Karena pada kenyataannya rasa lelah telah menyeretnya ke dunia mimpi yang indah. Rizki masih memperhatikan Nayna yang kini seakan sedang tersenyum.
Bukan hanya dalam mimpi kau akan tersenyum seperti ini sayang. Bahkan dalam sadarmu, aku berjanji akan selalu membuatmu tersenyum. Selamat tidur istriku, ucap Rizki kembali sambil mencium lembut kening Nayna. Kemudian ikut merebahkan tubuhnya di samping Nayna. Mengistirahatkan tubuhnya yang juga sudah sangat lelah
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Mohon maaf jika baru bisa update🙏🏻
Author akan berusaha untuk selalu bisa up per harinya🙏🏻✌
Masih berbagi kisah kebahagiaan Nayna dan Rizki, sang pengantin baru🤩😍
Ikuti terus up selanjutnya yah cintahh🙏🏻✌🤗😘
Karena Author juga meski membagi untuk up novel Author yang satu lg.
__ADS_1
Novel "Mengejar Cinta Ustad" yang saat ini mengikuti Kontes Menulis Novel "You Are A Writer S4"
Mohon baca dan dukungannya juga🙏🏻🤩😍
Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"
Mohon Dukungannya
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
Coment 💬
Rate 5
Baca juga Novel Author Lainnya
☆ Mengejar Cinta Ustad
☆ Cinta 90
Mohon juga Dukungan
__ADS_1
👇
Vote, Like, Favorit, Coment & Rate 5