Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Laki-Laki Suruhan


__ADS_3

"Nayna datang dengan tergesa menggantikan karyawannya yang mendadak sakit untuk mengecek semua suplay barang di kantor Bayu.


Sementara laki-laki itu telah mengabari kalau tidak bisa ikut membantunya hari ini karena ada rapat penting di kantornya. Dia sudah menugaskan asistennya untuk membantu Nayna.


Setelah dirasa semua pekerjaannya beres, Nayna beranjak pergi dari gudang tersebut, asisten Bayupun sudah sedari tadi permisi.


Tapi belum berapa langkah seseorang menarik tangannya.


Nayna terus meronta hendak melepaskan diri, tapi matanya ditutup, mulutnya langsung di bekap dengan sapu tangan, Nayna jadi sama sekali tidak bisa berteriak.


Tiba-tiba penutup matanya dibuka. Tubuhnya disenderkan di dinding gudang bagian belakang. Gudang ini tampak terpisah dengan bagian gudang gedung. Jalannyapun seperti jarang dilalui. Siapa dia, bagaimana bisa tahu tempat ini, berteriakpun akan tidak kedengaran, bisik hati Nayna.


Bukan hanya penutup mata, sumpalan mulutnyapun tidak ada lagi. Tapi kedua tangannya diikat erat pada tiang di sampingnya.


"Heii.....siapa kamu? Apa......," tanya Nayna tersentak begitu tangannya diikat erat oleh pria itu.


"Apa yang kamu lakukan, lepaskan tanganku," Nayna kembali berontak.


"Jangan teriak dan berontak, atau aku akan melakukan yang lebih dari ini," suara bariton pria itu mengagetkannya, membuat nyalinyapun menjadi ciut.


Sementara Nayna masih berontak dan tetap berusaha melepaskan diri.

__ADS_1


Tapi tiba-tiba tercekat ketika pria itu sudah berada sangat dekat dihadapannya. Badannya yang tinggi besar, dengan wajah yang banyak bekas luka, tato memenuhi tubuhnya yang meskipun tertutup pakaiannya, tetaplah cukup untuk membuat Nay begidik ngeri.


Pria itu makin mendekat, membuat Nayna makin ketakutan dan seolah kehabisan nafas.


"Siapa kamu? Mengapa melakukan ini padaku?" Nay terus bertanya sambil berontak


"Awalnya aku hanya ingin memperingatkanmu saja cantik," ujarnya menyeringai membuat Nay semakin dilanda rasa takut, aìr matanya sudah benar-benar jatuh.


"Tapi saat kulihat ternyata kau secantik ini, aku ingin sedikit bermain-main," ujarnya sambil menyentuh tangan Nayna yang terikat turun ke lengan hingga pinggang Nayna.


Sementara Nayna terus saja berontak sambil berteriak-teriak.


"Lepaskàn aku ********," air mata Nay sudah banjir membasahi wajahnya. Kata-kata bermain-main yang di ucapkan pria itu membuat fikiran negatif Nay menjadi dominan.


"Jangan menangis sayang. jangan terus meronta, itu membuatku jadi semakin bernafsu saja," dia sudah menghapus air mata Nayna dengan tangannya.


"'Kau sungguh cantik sayang, begini saja sudah membangkitkan gairahku," tangannya terus bergerak membelai seluruh wajah Nayna.


Gadis itu memalingkan wajahnya ke kanan dan ke kiri, lalu tiba-tiba tangan itu seenaknya saja menyetih bibir Nayna.


"Tidakkk......lepaskan aku ********," Nayna sudah tercekat kehabisan suara, nafasnya sudah benar-benar sesak karena terus saja menangis.

__ADS_1


Tiba-tiba saja dia meludahi wajah pria itu.


"Kau memamg mau main kasar yah," maki pria itu mencengkram rahang Nayna kuat.


Nayna merasakan sakit pada wajahnya akibat tangan kasar pria itu, tapi dia terus saja berontak.


Plakk. Sebuah tamparan mendarat di pipinya. Nayna sudah kelimpungan, ujung bibirnyapun sudah berdarah.


"Lepaskan aku, tolong lepaskan aku," bujuk Nayna akhirnya


"Apa yang kau inginkan, uang, aku akan memberikan berapapun yang kau minta. Tapi tolong lepaskan aku," Nay mencoba bernegòsiasi.


Tapi ucapan yang melemah itu bukan membuat pria di hadapannya menjadi iba. Pria itu malah tertawa dengan keras.


"Hahahahhh.....aku sudah cukup mendapat bayaranku gadis cantik. Sekarang aku hanya ingin melepaskan dahagaku saja, suaramu yang lembut itu benar-benar sexy cantik," tiba-tiba saja dia sudah menciumi seluruh tubuh Nayna.


Tangannya mencengkram erat kepala dan rambut Nayna. Pemberontakkan Nayna tidak ada hasilnya, tiba-tiba dia merasa ada menjalari lehernya.


"Ahhhhh.....tolong....tolong." teriak Nay lebih keras.


Nayna terus saja berontak dan teriak, tapi laki-laki di hadapannya malah semakin menggila

__ADS_1


Kreeekk terdengar lengan bajunya sobek, sehingga menampakkan lengan indah mulusnya.


Laki-laki itu semakin liar menciumi tubuhnya, tangannya terus membelai bahu mulus Nayna yang terpampang nyata.


__ADS_2