Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Sekuel 2_Pipip.....Pipip....Calon Mantu


__ADS_3

Selanjutnya Nayna dan Nayla bersama mami bang Rendi tengah menikmati hidangan ala resto, sambil asyik bercerita berbagai hal. Mami bang Rendi memang sangat menyenangkan orangnya. Disamping gayanya dan cara bicaranya juga bisa mengikuti gaya anak muda seperti mereka. Jadi bisa membaur bersama Nayna dan Nayla.


"Nay sayang. Kamu udah isi belum nih?" tanya mami sambil memegang perut rata Nayna.


"Belum mi. Doain Nay yah mi, biar bisa segera menyusul Winda dan mas Bayu," balas Nayna tersenyum menatap mami lembut.


"Tentu sayang. Nay itu juga putri mami. Mami akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu dan Rizki sayang," jawab mami kembali.


Mami menatap lekat Nayna. Mami sangat menyayangi gadis di hadapannya ini. Dulu mami sangat berharap bahwa Nay akan menjadi menantunya. Mami sangat bahagia mengetahui hubungan cinta Nayna dan Rendi, walaupun dengan diawali segala kerumitan. Tapi mami yakin kalau mereka berdua masih saling mencintai.


Tapi kembali lagi jodoh tidak ada yang tahu. Manusia hanya bisa berencana saja, rencana Allah ternyata yang memang lebih indah. Mami harus mengikhlaskan gadis yang sudah dianggapnya putrinya sendiri itu. Jalan takdir keduanya ternyata tidak bisa bersatu.


Mami menguatkan hatinya, mengikhlaskan takdir putranya. Demi Rendi yang juga terus berusaha menata hatinya kembali setelah ditinggal Nayna menikah.


Mami kembali tersenyum lalu memeluk erat Nayna. Mami senang Nayna bahagia. Kehidupan pernikahannya bahagia. Nayna juga bersama lak-laki yang baik yang sangat mencintainya. Walaupun laki-laki itu bukan Rendi, putranya.


"Mami selalu berdoa untuk kebahagian Nay," ujar mami lalu melepaskan pelukannya pada Nayna.


"Makasih mi. Nay juga sayang mami. Mami itu udah kayak bunda bagi Nay," balas Nayna penuh haru.


Keduanyapun saling menatap dan tersenyum. Mencintai itu ternyata bukan hanya soal hubungan darah. Lalu sesaat kemudian Nay menatap Nayla adiknya dan kembali tersenyum.


"Mi,masih mau besanan sama bunda nggak?" tanya Nay memulai pembicaraan, ketika ketiganya sudah duduk santai di ruang keluarga.


"Maksud Nay gimana?" pancing mami pada Nay.


"Kalau mami tetep mau jadi besan bunda. Nay punya kandidat calon menantu idaman," ujar Nayna percaya diri.


Mami mengeryitkan alisnya pada Nayna seolah bertanya.


Sementara Nayla yang sedang di tatap Nayna merasa tidak enak, tidak berani menatap keduanya, dan hanya menundukkan kepalanya saja karena malu.


"Mi....gimana kalau calon memantu mami sekarang dialihkan targetnya," ujar Nayna mengedipkan matanya pada mami.


Mami yang sebenarnya sudah di hubungi Nayna dan juga sudah membicarakan semuanya dengan Nayna mengikuti saja semua rencana Nayna hari ini. Bahkan sebenarnya bunda mereka berdua yang notabene sahabat mami sudah membicarakan hal ini sebelum Nayna menghubungi mami tadi pagi.

__ADS_1


Walaupun Mely tetap tidak ingin memaksakan menjodohkan Rendi dan Nayla jika seandainya nanti Rendi tidak menyukai Nayla. Karena bagi bunda, yang penting itu hanyalah kebahagiaan putrì-putrinya saja.


"Walaupun Ay memyukai Rendi. Tapi aku tetap tidak mau jika dia terpaksa menerima Ay...Tih," itu yang dikatakan Mely sahabatnya itu ketika membicarakan kemungkinan hubungan putra putri mereka kembali.


Tapi tidak begitu halnya dengan mami. Sejak kehilangan Nayna sebagai calon menantu yang sudah sangat disayanginya. Kali ini mami makin bertekad untuk menjodohkan Rendi kembali dengan Nayla, adik, Nayna. Mami sudah mengenalnya, bahkan sekarang ikut membantunya dan Rendi mengurus usaha mereka. Nayna gadis yang sangat cocok dengan Rendi. Mami yakin, Ay mampu menggantikan sosok Nayna di hati putra sulungnya itu.


Sudah beberapa bulan ini mami mengenal Nayla. Berusaha mencari tahu semua detail tentang calon menantunya itu. Sekilas pembawaan dan karakter Nayla itu memang persis Nayna. Dia baik dan lembut. Tapi nyatanya, aslinya Ay itu lebih lincah, aktif dan familier. Ay juga tampak lebih periang ketimbang Nayna yang sedikit pemalu. Sosoknya bisa melengkapi Rendi yang cenderung kini makin bertambah dingin dan cuek.


"Tapi mungkin Ay nggak bakalan mau sama bang Rendi Nay. Abang itu kan duda, bukan bujangan lagi. Usianya juga sudah sangat matang," ujar mami pada Nayna tapi tertuju pada Nayla.


"Dan lagi apa Ay mau bersaing. Karena saat ini ada seorang gadis yang sedang mendekati bang Rendi di kepolisian," tambah mami lagi memberikan bumbu.


Sebenarnya mami bukan berniat memanas-mamasi Nayla. Memang benar ada seorang gadis yang bekerja sebagai sipil di kepolisian yang telah lama menaruh hati pada Rendi. Ditambah lagi ayahnya seorang jenderal berbintang yang membuat Rendi menaruh hormat, dengan memperlakukan putrinya dengan baik.


Dan parahnya, gadis itu seakan reankarnasi dari sosok Nayna. Kemiripan wajah dan sifat, sepertinya membuat Rendi seakan melihat sosok Nayna di sana. Walaupun pada akhirnya tidak ada yang persis sama, karena mereka memang orang yang berbeda.


Gadis itu, Reka, ternyata sosok yang pemaksa, angkuh dan otoriter, dibakik sikap baik dan lembutnya. Sedikit perbedaan inilah yang menyadarkan Rendi, bahwa gadis itu nyatanya bukanlah Naynanya yang manis dan lembut.


Nayla memandang tante Ratih sendu. Baru juga memulai, belum tentu bisa dekat, apalagi berusaha mencuri hati bang Rendi. Ditambah lagi harus bersaing dengan gadis lain. Ya Tuhan, nelangsa banget yaakk nasib percintaanku, keluh Nayla dalam hati bertambah sedih.


Nayla menatap wajah mbaknya dan mami bergantian. Wajahnya terlihat memelas. Entah minta dukungan atau minta dikasihani. Terlihat begitu menggelikan.


"Tenang Ay. Mami nggak akan tinggal diam. Dulu mungkin saat Rendi bersama Nayna mami tidak banyak ikut campur. Tapi kali ini mami tidak akan lagi mengalah. Mami akan membantu Ay membuat bang Rendi mencintai Ay. Membuka hatinya kembali untuk Ay. Mami janji sayang," ujar mami yakin memeluk Nayla.


Nayla yang sama sekali tidak mengira mami akan mendukungnya dan memeluknya dengan hangat cuma bisa diam. Hatinya masih dipenuhi berbagai pertanyaan.


"Mami tahu kalau Ay menyukai bang Rendi?" tanya Ay malu.


Mami melepaskan pelukannya dan kembali tersenyum menatap Nayla yang bersemu merah karena malu.


"Heiii sayang, kalau mami nggak tahu mami nggak mungkin maksain kamu buat bantuin usahanya bang Ren," jawab mami sudah tertawa kecil.


"Itu salah langkah awal mami mendekatkan kalian berdua," mami mengedipkan matanya pada Nayla, kemudian tersenyum bangga.


Jangan skip....Jangan di skip.....Calon mantu idaman mau lewat.

__ADS_1


Pipip....pipip.....Calon mantu, sindir Nayna pada adiknya. Membuat Nayla makin bersemu merah bertambah malu. Mami memperhatikannya saja.


Ternyata gadis ini benar-benar menyukai Rendi. Lihat saja wajahnya itu, baru diledek saja, sudah memerah seperti tomat. Berarti aku tidak salah jika mendekatkan mereka berdua. Semoga saja bang Ren dan Ay benar-benar berjodoh. Aku bukan tidak menyukai rekannya itu. Tapi aku tetap ingin salah satu putri Mely yang akan menjadi menantuku," mami berujar kembali dalam hati.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Jangan di skip....jangan di skip....Calon mantu idaman mau lewat🤭😁😛😜


Pipip....pipip.....Calon mantu🤭🤗😛😜


Maaf baru update


Karena Author juga ada kerjaan di dunia nyata🙏🏻😁🤭🤭


Disamping juga mesti update Novel satunya lg👌👍🏻✌


Jangan lupa yah readers tercintahhh🙏🏻🙏🏻


Dukungan Vote, Like, Fav & Coment🙏🏻🙏🏻🙏🏻


New Novelnya Author


Dukungan Vote, Favorit, Like & Coment🙏🏻


👇




Novel Author yg lain👆


Baca juga kisah cinta dalam diamnya Rania mengejar sang ustad di Novel "Mengejar Cinta Ustad"🙏🏻


Dukungan👉🏽Vote, Fav Like & Comentnya juga yahh reader tercintahhh✌

__ADS_1


Author kasih double kiss deh😗😙😚


__ADS_2