Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Pertemuan Kedua Mereka


__ADS_3

"Haiii.....kita jumpa lagi kedua kalinya gadis jutek," sapa Bayu begitu Nay menanyai gadis itu tadi.


"Haiii juga cowok berwajah angker," Winda tidak mau kalah.


Sementara Nayna cuma tersenyum saja menyaksikan kedua manusia di hadapannya ini.


"Nay, kau sering ke cafe ini?" tanya Bayu setelah Nay mengajaknya bergabung.


"Iya, ini cafe favorit kami. Aku dan Winda sudah sering ke sini semenjak kuliah," jelas Nayna


"Aku juga sering ke sini Nay. Kadang bersama abangku, tapi kita tidak pernah bertemu yahh," balas Bayu.


"Kalau begitu lain kali kita janjian aja ke sini, biar ke empatnya bisa bertemu," balas Nayna


"Boleh juga Nay. Kita jadi seperti double Date. Aku dan kamu, abangku biar sama cewek jutek itu," sindir Bayu


"Heìii, Halooooo.....Siapa yang mau double date. Kalian aja yah, aku nggak ikut-ikut," sungut Winda.


"Lagian juga mana ada sih cowok yang mau sama cewek jutek macam kamu. Apalagi abangku, kamu benar-benar bukan seleranya," ujar Bayu sambil memandang intens Winda dari ujung rambut sampe ujung kakinya.


Sejenak Bayu tertegun. Tapi kalau dilihat lebih dekat gini, gadis ini cantik juga.

__ADS_1


Tubuh tinggi semampai, berkulit putih, berhidung bangir, dilihat sekilas malah seperti keturunan, ujar Bayu dalam hatinya.


"Hei wajah angker, tanpa kau bicarapun aku juga belum tentu berminat dengan abangmu itu," tatap Winda tajam.


"Kalau menilik adiknya saja seangker ini, kurasa dengan abangmu bisa melebihi uji nyalì di kuburan nantinya," cemooh Winda lagi.


"Biar kami angker dan dingin, kami bersaudara adalah dua lelaki tampan," Bayu membanggakan dirinya dan abangnya.


"Ciiihhhh.......mana ada orang yang memuji dirinya sendiri," sungut Winda dengan nada sebal.


"Tapi dipujipun itu adalah kenyataannya," balas Bayu lagi.


Tapi benar juga, si wajah angker ini memang tampan, apalagi kalo lagi tersenyum atau tertawa, aku sangat menyukai kedua lesung pipinya itu, ujar hati Winda jujur.


"Udah deh berantemnya, kalau ketemu kayak kucing sama anjing," lerai Nayna


"Si muka angker yang mulainya Nay," sungut Winda


"Eee....enak aja, lo tu yah, dasar cewek jutek," Bayu membela diri.


"Hadehhh....kenàpa kalian berdua jadi kayak anak kecil gini sih," Nayna menjädi kesal.

__ADS_1


Keduanya terdiam sambiĺ saling nyolot melotot


"Giliran diem nggak bertengkar, malah jadi nyolot sambil ngotot," ujar Nay kemudian.


Keduanyapun sama-sama kompak melengos, Nay jadi tersenyum geli.


"Melengos aja kompak, jangan-jangan kalian emang jodoh,"


"Aku....sama wajah anger ini," tanya Winda


"Iihh....amit-amit.....amit-amit," Winda mengetuk kepala dan dengkulnya beberapa kali, seolah itu ritual agar apa yang dikatakan Nay tidak mungkin terjadi.


"Apalagi aku, nggak bakalan suka sama cewek jutek dan judes seperti dia. Bicaranya aja pedas melebihi petasan," Bayu mengucapkannya sambil bergidik ngeri.


Hahahahahhhh.....Nayna kembali tertawa, dia sudah tidak bisa menahan gelinya melihat sepasang anak manusia di hadapannya ini.


"Ingat loh, jangan terlalu saling membenci, nanti malah bisa jatuh cinta," ujar Nay tergelak geli


"Aku jatuh cinta pada gadis jutek ini, tidak mungkin Nay," ujar Bayu dengan tertawa.


"Dia sama sekali bukan tipeku. Gadis pujaanku itu seperti kamu Nay, yang lembut, ayu, pintar," tambah Bayu lagi.

__ADS_1


"Kau pikir kau tipeku hahhh, wajah angker. Biarpun populasi laki-laki di dunia ini punah, dan kau satu-satunya laki-lakinya yang tersisa, aku tetap tidak akan memilihmu," balas Winda sengit


'Heiii, kalian berdua inget yah, beda antara Benci dan Cinta itu sangatlah tipis," ujar Nayna lagi dengan santai.


__ADS_2