Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Reyhan dan Nayna


__ADS_3

"Bagaimana kabar bundamu Nay," tanya Reyhan


"Baik Rey. Alhamdulillah bunda sehat," balas Nay.


Mata merekapun bertemu. Dulu itu mama memang sangat menyukai Reyhan. Menurut bunda, Rey itu laki-laki yang baik, sopan dan soleh.


"Syukurlah, aku selalu berdoa tuk kesehatan bundamu Nay," ucap Rey tulus


Nayna cuma tersenyum. Dilihatnya sekilas laki-laki yang ada di hadapannya kini. Selain terlihat makin dewasa dan lebih berkharisma. Penampilan Reyhan juga sekarang terlihat lebih mempesona, tentu saja itu sebanding untuk menunjang jabatan yang disandangnya sekarang, batin Nayna.


Tapi selebihnya, itu hanya penampilan luar Rey saja, itu semua palaian dan segala atribut luarnya saja. Reyhan masih tetap sama. Rey yang sopan, Rey yang santun, Rey yang baik, Rey tulus, Ray yang soleh. Sifat aslinya itu tidak pernah berubah. Semua sifat baik masih melekat sama, mesti lima tahun tlah berlalu.


"Kau tidak berubah Nay, malah semakin cantik saja," lolos juga pernyataan yang di tahan-tahannya sadari tadi itu dari bibirnya.

__ADS_1


Nayna tampak terdiam. Sementara Rey masih asyik menatap wajah cantik di hadapannya ini


Andai gadis ini tahu betapa hatinya merindu. Andai gadis ini tahu, banyak wanita yang berusaha mendekatinya, tapi tak ada satupun yang bisa menggantikan posisinya di hatiku.


Nayna membuang muka ke samping, dia merasa tidak enak dan risih diperhatikan Rey secara instant.


"Nay, bagaimana kabarmu lima tahun ini? Apa masih bersama dia?" selidik Rey lagi. Ahhhh, setelah bertemu dia malah menjadi semakin penasaran.


Nayna terdiam, dia faham kemana arah pertanyaan Rey. Untuk menjawabnya, Nayna seperti memutar ulang lagi kenangan buruknya itu.


"Kami sudah tidak bersama sejak lima tahun yang lalu Rey. Sejak dia menghianati cinta yang tulus kuberikan," Reyna kembali menghembuskan nafasnya berat


"Maaf Nay, aku tidak bermaksud mengungkap lukamu," Rey tampak sedih.

__ADS_1


Bagaimana bisa laki-laki itu menghianati Nayna. Bagaimana bisa dia tega menyakiti gadis manis, lembut dan lugu ini. Aku saja yang sering kali dikecewakannya dulu tetap berusaha mati-matian membahagiakannya. Selalu ingin mengukir senyum di wajahnya.


Tuhan, jika laki-laki itu harus menyakiti Nayna begitu dalam, kenapa tak kau biarkan aku saja yang berada di sampingnya, Rey menggumam kesal saat dilihatnya mata indah itu sudah berkaca-kaca.


"Sudahlah Rey, aku sudah lama melupakannya," ujar Nayna berusaha tegar dan memecah keheningan.


"Heiii....ceritakan padaku bagaimana kau bisa sampai pada titik ini. Siapa yang tidak mengenalmu. Direktur tampan yang sangat amanah. Para wanita sangat memuja-mujamu, sayangnya aku baru mengetahui kalau yang mereka puja itu adalah kau🤭" Nay berusaha menahan senyumnya.


"Kau tau sendiri kan Rey, aku bukan jenis wanita yang suka bergosip," ujar Nay lagi


Reyhan cuma tersenyum mendengar semua pujian Nay. Andai wanita-wanita itu adalah Nayna, dia pasti tidak akan menolak dan sangat bahagia. Tapi sekali lagi Naynya bukanlah wanita seperti itu.


"Entahlah Nay. Allah yang sayang padaku, atau nasib baik yang menyelimutiku. Sejak kau putuskan, aku bertekad untuk menjadi sukses, untuk lebih pantas di matamu. Dan sejak tamat kuliah, semua berjalan mulus dan lancar tanpa kendala,"

__ADS_1


Nay terdiam, senyumnya menghilang, alasan Rey bertekad sekuat ini seperti menyakiti perasaannya, hatinyapun menjadi perih.


__ADS_2