
Rizki memeluk erat Nayna dengan posesif. Sebagai istri Nay menyadari, pelukan ini bukan hanya pelukan sayang sebagai seorang suami, ada kecemburuan di sana. Nayna melihat itu di mata bang Ki.
"Sayang aku siapin air panas ya. Sebaiknya mandi dulu biar seger," ucap Nayna begitu mereka berada di dalam kamar Nayna.
"Hmmmm.....," jawab Rizki pendek.
Dan Nayna sudah mengerti jawaban pendek dari suaminya itu. Nayna sudah sangat faham jika mode dinginnya kambuh, itu berarti sifat pencemburu suaminya itu yang lagi on mode.
Nayna duduk santai menjulutkan kakinya dan menyederhan badannya di kepala tempat tidur menunggu Rizki selesai mandi.
Pakaian santai Rizkipun telah Nay siapakan di atas tempat tidur di sisi tubuhnya.
Dalam hati sedang mencari cara merayu suami tercintanya itu yang sudah pasti tengah kesal.
Segera Nayna mengganti bajunya dengan baju tidur tipis warna merah yang menerawang. Jubah luar segera dipakainya agar tidak terlihat terlalu tramsparant.
Ini cara satu-satunya memandamkan amarah laki-laki dingin itu, bisik hati Nayna tersenyum sendiri.
Heii, ayolah Nay. Laki-laki dingin itu suamimu, laki-laki yang kau cintai, bisik hati Nayna kembali dan menyunggingkan senyum.
Tapi kemudian Nayna berfikir kembali apa yang membuat Rizki sekesal itu.Benarkah bang Ki masih mencemburui bang Rendi, tanya Nayna sendiri dalam hati.
Klek. Pintu kamar mandi dibuka dari dalam. Rizki melangkah keluar dengan masih mengenakan handuk yang melilit dari pingganya. Sementara dada roti sobeknya terekspose bebas.
Wajah Nayna memrah menatap suami tampannya itu. Entahlah, meski sudah hampir satu tahun menikah Nayna tetap saja masih merasa malu.
Rizki yang selesai mandi dan menatap istrinya yang terpesona malu hingga wajahnya memerah seperti udang itu sebenarnya ingin sekali menggodanya. Apalagi kini istrinya sudah berganti gaun tidur favoritnya. Hei, dia pintar sekali menggodaku, gumam Rizki dalam hari. Tapi ketika mengingat pembicaraan Nayna dengan adiknya mengenai Rendi, membuat emosi Rizki kembali membuncah.
Nayna seketika turun dari tempat tidurnya mendekati Rizki dengan wajah yang masih memerah.
Biarin, daripada marahnya semakin berlarut, tekad dalam hati Nayna.
__ADS_1
"Sayang, kamu mau aku siapin makan malem," tatap Nayna tepat di hadapan wajah Rizki.
"Aku udah makan di Rumah Sakit tadi," jawab Rizki datar.
Tidak ada kata sayang seperti biasanya saat menjawab Nayna bicara.
Ahhh, mode dinginnya kambuh lagi, keluh Nayna kembali.
"Kalau gitu kamu bisa makan aku untuk pencuci mulutnya sayang," rayu Nayna sudah membelai roti sobek sang suami mencoba menggoda.
Sementara yang di goda masih dengan mode on yang sama. Tidak mengindahkan Nayna bahkan dengan cueknya berjalan ke sisi tempat tidur hendak mengambil pakaian yang sudah disiapkan Nayna.
Nayna melongo menatap kelakuan suaminya itu. Benarkah dia bisa tidak tergoda hanya karena amarah yang menguasainya, tanya Nayna kembali tidak percaya.
Tiba-tiba Nayna sudah melinggarkan kedua tangannya di pinggang Rizki, memeluknya dari belakang. Menyandarkan kepalanya di punggung belakang polos milik suaminya itu.
Seketika Rizki terkesiap, tidak menyangka istrinya akan melakukan hal tersebut. Tapi Rizki tetap berusaha melepaskan diri dari pelukan Nayna.
Punggung polos Rizki dan Nayna menyatu tanpa jarak. Karena memang Rizki masih setia mengenakan handuk saja dan belum berpakaian. Sementara Nayna dengan gaun tidur tipisnya sama saja dengan tidak berpakaian. Kedua gundukan indahnyapun terasa menempel erat di punggung polos Rizki.
Rizki menghela nafas dalam dan menghembuskannya dengan kasar. Rasa marah dan cemburu yang menguasai hatinya kini tidak sebanding dengan gejolak hasratnya yang timbul oleh sentuhan Nayna pada tubuhnya sedari tadi. Rizki terus menahan diri, agar hasrat tidak memenuhinya. Hingga bisa membuat hasratnya seakan mau meledak.
Kenapa dia kini semakin pandai menggoda, geram Rizki yang sudah hampir lupa diri.
Rizki tetap mengeraskan hatinya. Menahan semua hasrat yang seolah sudah akan membunuhnya. Mengobarkan amarah juga cemburu agar terus menguasai hatinya. Membuang jauh hasrat yang seakan siap membelenggunya.
Tapi tiba-tiba hati yang keras itu melemah. Saat merasakan punggungnya basah. Rizki yakin Nayna tengah menangis, dia merasakan punggungnya basah oleh air mata sang istri.
Sontak Rizki membalikkan badannya. Memegang kedua bahu Nayna akan menghadapnya. Hati Rizki makin melemah saat menyentuh dagu istrinya agar menatap padanya. Bulir bening itu sudah membasahi kedua netra indahnya.
"Hei....jangan menangis sayang," ucap Rizki lembut, menghapus bulir bening itu dengan ujung jarinya.
__ADS_1
Emosi dan amarahnya entah terbang ke mana. Mode on dingin dan ketusnyapun ikut menguap. Semua seakan menghilang disapu air mata Nayna.
Rizki menarik tubuh Nayna dalam pelukannya. Memeluk erat tubuh istrinya itu tanpa berjarak. Kedua gundukan indah itupun menempel lembut pada dadanya yang polos. Rizki merasakan gejolak itu bangkit kembali.
Rizki mendorong lembut bahu istrinya agar sedikit berjarak. Merangkum kedua pipi istrinya itu. Kemudian mengecup lembut kedua bibirnya dengan sangat lembut. Kecupan lembut itu makin lama makin menuntut. Ciuman lembut itu sudah berubah menjadi *******. Tangan kanan Rizki sudah mendorong tengkuk Nayna agar lebih memperdalam ciuman dan ******* Rizki yang sudah tidak disadari tengah berbalas. Saling mengabsen rongga dalam mulut keduanya saling bertukar saliva.
Itulah indahnya hubungan suami dan istri. Pertengkaran akan jadi awal yang indah dari hubungan suami dan istri. Benar saja jika ada yang mengatakan pertengkaran antara suami dan istri akan membuat hubungan suami istri akan makin lebih indah dan syahdu sesudah di selesaikan di atas tempat tidur.
Rizki sudah melempar sembarangan handuk yang sedari tadi mèngikat di pinggangnya. Membimbing Nayna untuk melakukan ritual syahdu yang semakin syahdu seteĺah diselingi pertengkaran yang baru saja terjadi. Keduanya sudah tenggelam dalam gelora nafsu, terbuai dalam nikmatnya surga dunia.
(Silahkan dilanjutkan sendiri adegannya😁🤭)
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Uwuuu.....Author udah nggak bisa nulis lagi kelanjutan adegannya😁🤭✌
Ntrrr malah pada ngayal sendiri😁🤭😜
Update kembali🙏🏻😊🤗
Jangan lupa dong Vote & Likenya yah readers tercintahhh🙏🏻🙏🏻
Novel Author yg lain👆
Baca juga kisah cinta dalam diamnya Rania mengejar sang ustad🙏🏻
Kisahnya nggak kalah serunya sama kisah Nayna & Nayla👌🙏🏻
Vote & Like juga yahh reader tercintahhh✌
__ADS_1
Author kasih double kiss deh😗😙😚