Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Meminta Bertemu


__ADS_3

Flash Back On_Bayu


Bayu pulang ke rumah, cepat mengganti seragamnya, lalu bergegas mandi.


Setelah berpakaian santai, celana jeans, kaos oblong body fit, sepatu kets, lalu dia memakai jacket kulitnya. Setelah pamit kepada maminya, Bayu menyetir mobilnya menuju cafe tempatnya berjanji bertemu.


Bayu baru saja memasuki cafe. Dia ingat ini kali keduanya dia bertemu gadis itu di cafe ini.


Setelah memgedarkan pandanganya berkeliling, matanya tertuju pada seorang gadis berambut panjang bergelombang yang memakai atasan kaos lengan panjg+rok model plisket. Dia terlihat cantik memakai setelan begitu, terlihat beda, pikir Bayu.


"Haiii......," sapa Bayu


Yang di sapa menolehkan kepalanya kesamping menatap Bayu, kemudian senyum manis terlihat di bibirnya.


Nah loh, tumben ini cewek bisa manis juga, biasanya jutek mulu, jadi merinding gua, bertanya dalam hati.


"Ayo silahkan duduk," ucapnya lagi dengan ramah.


Bayu mengeryitkan alisnya, menatap heran, lalu menarik kursi di hadapan gadis itu.


"Kamu kok gitu amat sih ngeliatinnya," tanya Winda menatap Bayu heran


"Tumben aja kamu nggak judes," jawab Bayu spontan

__ADS_1


Winda cemberut, melipat bibirnya, dan Bayu jadi gemes melihatnya merajuk begitu.


"Emang kamu mau aku judesin mulu," tanyanya lagi


""Enggak sih. Tapi heran aja ternyata kamu bisa juga bersikap manis," balas Bayu


"Aku itu emang manis kaleee. Kamu aja yang baru tahu," Winda menjulurkan lidahnya.


Bayu semakin tegelak, dia sama sekali tidak menyangka gadis jutek ini hari ini bisa terlihat sangat manis.


"Oh iya, tumben sih ngajak ketemuan," tanya Bayu akhirnya setelah mereka menyerahkan menu pesanan mereka


"Eehhh mbak Win, tumben nggak bareng mbak Nay. Biasanya beduaan mulu," tanya Santi, pelayan cafe itu memang sudah sangat akrab dengan mereka.


"Seperti apa coba," tanya Winda dengan tersenyum manis.


"Ihhh jorokk banget nie anak," Winda ikutan ngakak


"Lahh bukannya mbak Win sendiri yang ngomong kemarin," lalu menutup mulutnya.


"Ya udah mbak, aku permisi ya nyiapin orderannya," pamit Sinta. Windapun mengacungkan jempol masih sambil tertawa.


Jangan tanya di mana Bayu. Laki-laki itu sudah melongok terpesona menatap gadis di hadapannya.

__ADS_1


Hari ini Winda sukses membuat Bayu terperangah takjub oleh kelakuannya, yang seratus delapan puluh derajat sangat berbeda dari perkiraan Bayu.


"Heiii....ilernya keluar tu," Winda mengagetkan Bayu.


Laki-laki itu langsung mengelap mulutnya dengan tangan, sementara Winda sudah menertawainya sedari tadi


"Kamu usil banget yah," ujar Bayu ketika sadar Winda menjahilinya


"Abisnya tumben muka kamu bloon gitu, biasanya sok cool dan angker," tawa Winda lagi.


Dan Bayu sangat menyukai saat Winda tertawa. Wajahnya terlihat sangat manis ketika tersenyum begitu, hidungnya yang bangir itu jadi makin mungil.


"Baiklah aku akan mulai angker lagi," ucapnya tersadar. Jangan sampai gadis ini tahu kalau dari tadi dia menatap wajahnya yang manis itu. Bukan...senyumnya yang membuat dia terlihat tambah manis.


"Jangan dong, aku capek deh tiap ketemu kamu mesti ribut mulu," keluh Winda.


Bayu jadi iba melihat wajah Winda kali ini seperti memelas. Tapi teteup lucu, batin Bayu lagi.


Kenapa aku jadi sering memujinya di dalam hati gini sih," Bayu bertanya sendiri.


"Kita damai aja yah," gadis itu menunjukkan jari kelingkingnya. Bayu menatapnya heran.


Tiba-tiba saja Winda menarik tangan Bayu, lalu mengaitkan jari kelingking mereka.

__ADS_1


"Ini sebagai tanda kalau kita sudah berdamai," jelas Winda dengan tersenyum.


Bayu hanya diam saja mengikuti keinginan gadis di hadapan ini. Seperti anak kecil saja, gumamnya dalam hati.


__ADS_2