
Matahari bersinar dengan sempurna. Peluh sudah memenuhi dahi Nayna. Akhirnya selesai juga dia mengawasi karyawannya mengecek barang-barang yang akan di suplaynya untuk proyek pembangunan gedung baru kepolisian.
Ada Bayu parther kerjasamanya. Cowok yang tak kalah tampannya dari Rendi itu mengingatkannya pada Raka, cowok waktu sekolah menengahnya dulu, cowok masa remajanya.
Bayu itu persis banget Raka. Kedua lesung pipinya ketika tersenyum sangatlah manis, Nayna sangat menyukai senyum itu. Punya sepasang mata elang yang begitu menghayutkan, alisnya yang lebat dengan hidung mancungnya, sungguh pas menyempurnakan kegantengannya. Tapi wajah oval dan rahang kuatnya itulah yang membuat Bayu jadi terlihat begitu laki-laki di mata Nayna. Kalo artis Bayu itu 12 : 12 sama Rizky Billar. Uuhhh....ganteng bangetz nggak sih....(Author tokohnya artis semua yah🤭😁)
"Huusss.......mikir apa aku barusan," Nayna berusaha mengusir semua yang yang difikirkannya tantang laki-laki yang bersamanya kini.
Tapi tidak dengan Bayu. Cowok itu sedari tadi sudah menatap Nayna tanpa berkedip. Gadis ini begitu sempurna, fikirnya.
Pandangan Bayu tertuju pada bibir mungil tp sexy milik Nayna. Entah mengapa bibir itu biarpun mungil tapi bagi Bayu terlihat sangat sexy. Poĺesan lipstik yang tidak terang sewarna kulit bibir Nayna, membuat bibir itu tanpak begitu Ranum. (Memangnya mangga Ranum😁😜) Matanya yang tidak terlalu sipit itu, seakan mengerjap indah bersama bulu mata lentiknya. Hidungnya itu biarpun tidak terlalu mancung tp mungil dan imut, seperti hidung artis-artis korea. Rambutnya panjangnya yang tergerai indah semakin menambah imut wajah Nayna. Ahhh.....aku harus mencari tahu, dia sudah pacar atau belum, batin Bayu.
__ADS_1
"Pak Bayu...." Tiba-tiba saja Nayna mengagetkannya
"Eee, iya......" Bayu tersadar dari lamunannya
"Baiklah karema semua pekerjaan kita sudah beres, saya permisi pak Bayu" ujar Nayna
Bayu tampak kecewa, tapi mau bagaimana lagi, dia tidak punya alasan untuk menahan Nayna
"Karena ini sudah siang, bagaimana kalau kita makan siang dulu, kebetulan ada restoran padang enak di depan kantor," ajak Bayu menemukan ide.
"Okey baiklah tidak apa-apa, saya mengerti. Semoga di lain kesempatan saya bisa mentrakhir kamu Nay" Bayu membalas senyum manis Nayna
__ADS_1
"Dan tolong panggil saya Bayu aja, saya rasa saya juga belum terlalu tua....hehehhehehh," Bayu terkekeh
"Baiklah pak Bayu....Bayu maksud saya. Saya permisi,
Nayna dan Bayu berjabat tangan. Bayu masih memperhatikan Nayna, hingga punggung wanita itu tidak lagi terlihat. Gadis yang sungguh menarik, Bayu kembali mengembangkan senyumnya.
Sementara Nayna sudah menghubungi bundanya sambil jalan menuju mobilnya
"Asalamualaikum. Gimana bunda udah siap?" tanya Neyna begitu ibunya menjawab
"Iya Nay, bunda udah siap, tinggal nunggu kamu aja," balas bundanya di seberang telp
__ADS_1
"Ini Nay udah di jalan, sabar yah. Asalamualaikum" Nayna mengakhiri telpnya dan mulai mengemudikan kendaraannya.
Hari ini dia sudah menyetujui ajakan bundanya untuk beetemu sahabat karib bundanya itu. Walaupun awalnya Nayna menolak, karena sang bunda hendak mengenalkannya dengan anak sahabatnya itu. Namum akhirnya Nayna terpaksa menyetujui ajakan bundanya untuk menemaninya. Karena seperti kata bunda. Toh mereka cuma sekedar berkenalan, selanjutnya keputusan ada di tangan Nay dan anak tante Ratih. Mereka sekedar berkenalan, mau berteman saja, atau mencoba perjodohan ini. Itu semua terserah mereka berdua nanti setelah bertemu.