Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Hati Rendi


__ADS_3

Rendi masuk ke ruangan kantornya. Dia menyandarkan pundaknya ke kursi, kedua tangannya menopang kepalanya yang disadarkan pada bagian atas kursi. Sekilas Rendi tampak memijat pelipisnya, sesaat kemudian dahinya berkerut akibat dua alisnya yang menaut. Pandangannya menengadah menatap langit-langit. Seperti begitu banyak yang difikirkannya.


Rendi menghela nafas panjang sebelum di hembuskannya dengan kasar.


Mei, aku masih menghormati wanita itu, karena biar bagaimanapun dia itu adalah mantan istriku," batin Rendi.


Tapi bagaimana Mei bisa mengetahui tentang Nayna. Dia tidak pernah menyebut bahkan menceritakan sosok Nayna kepada siapaun, termasuk Mei. Bahkan jauh sebelum mereka menikah, saat dia lebih memilih Mei, dia berusaha tidak lagi membawa Nayna dalam kehidupannya. Dia rela melakukannya, tidak lagi mengganggu gadis itu demi kebahagiannya. Lalu bagaimana Mei bisa mengenal Nayna. Apa wanita itu menyelidiki Nayna setelah kami berpisah," benak Rendi penuh pertanyaan.


Aku sama sekali tidak menduga, aku mengira dia hanya sekedar wanita yang agresif dan terbuka, ternyata dia juga berfikir picik sampai bisa membayar orang untuk memenuhi keinginan hatinya," Rendi mengubah duduknya sambil mengusap wajah dengan kedua tangannya.


Belum lagi selesai pemikirannya tentang Mei, masih ada sosok Lisa. Gadis itu kekasih Bayu adiknya.

__ADS_1


Setahu Rendi dia gadis yang baik, sopan, ramah dan berpendidikan.


Yah...tentu saja Lisa mengenal Mei. Saat mereka menikah dulu, Bayu memperkenalkan Lisa sebagai kekasihnya pada keluarga.


Apa benar kata Lisa kalau dia dan Bayu tidak lagi berhubungan.


Jadi karena itu dia setuju menerima ajakan Mei untuk bekerjasama menyakiti Nayna,"


Aagghhhh, otaknya buntu, sedari dari dia menghubungkan satu titik masalah ke titik masalah lainnya.


Apakah Bayu mengenal Nayna? Apakah mereka mempunyai hubungan? Apakah itu yang menyebabkan Lisa menjadi nekat?

__ADS_1


Pertanyaan-pertanyaan itu semakin membuat hatinya terasa sakit. Aku semakin dalam dalam lamunanku sendiri.


Naynaku. Tidak....Tidak lagi, dia bukan lagi milikku sejak lima tahun yang lalu. Sejak aku secara tidak sengaja menghianatinya.


Aku tidak ada niat untuk berpaling Nay. Jangankan berpaling, tidak ada perempuan lain dalam hatiku saat itu. Aku hanya iseng bersenang-senang, semua temanku juga melakukannya.


Tapi ternyata Tuhan menghukum penghianatanku. Tuhan marah karena aku melukai gadis sebaik dan selugu dirimu.


Kecelakaan itu akhirnya menghukumku Nay. Aku terperangkap dalam permainan yang kuciptakan sendiri. Aku terpaksa melepasmu Nay. Melepaskan cinta dalam hatiku, melepaskan dirimu, satu-satunya hati yang ingin kumiliki.


Aku harus merelakanmu, agar kau bisa bahagia tanpa diriku. Aku terpaksa Nay. Kecelakaan itu memaksaku bertanggung jawab. Memaksaku menerima pernikahan itu.

__ADS_1


Tapi apa kau tahu Nay. Dari awal menikah hingga akhirnya berpisah, aku tidak bahagia Nay. Kau mungkin akan tertawa sinis jika mendengar aku mengatakan ini. Tapi aku jujur Nay, aku tidak pernah merasakan indahnya menjadi pengantin baru, aku tidak merasa ada greget dan malu-malunya istriku itu. Karena dari sebelum menikah aku sudah terbiasa berdekatan, berpelukan, berciuman, aku sudah menganggapnya biasa saja, tidak ada debaran-debarannya.


Kau pasti menerertawaiku Nay. Agghhh, andai kau tahu Nay, bahkan aku tidak bisa melaksanakan tugasku sebagai seorang suami. Tiap kali dia mendekatiku, hendak mengajak berhubungan, di kepakaku hanya ada kamu, kemanapun aku memandang, hanya kau yang terbayang di pelupuk mataku. Aku tidak bisa melakukannya Nay. Bahkan adik kecilku tidak bangun mesti dia menyentuhku. Aku sendiri tidak mengerti. Hingga akhirnya dia memutuskan melepasku sejak aku benar-benar berhenti menyentuhnya Nay.


__ADS_2