
"Win, aku tidak keberatan jika menjadi pendengar untuk ceritamu. Berbagilah sedikit masalahmu, biar hatimu bisa menjadi lega. Aku janji hanya sekedar mendengar saja, tanpa memberi tanggapan apapun." tawar Bayu.
"Terimakasih Bay, tapi rasanya kita belum cukup dekat untuk bisa saling berbagi, memberi masukan," tolak Winda
"Yahhh, aku tahu, Win. Kita nggak punya hubungan apapun. Tapi kamu tahu kan kalau selama ini aku sayang sama kamu. Aku care, Win" jelas Bayu.
Winda cuma bisa tersenyum. Hatinya terasa perih. Memikirkan seseorang yang sepuluh tahun lebih mengisi hatinya. Lalu berdiri di sini seseorang yang menawarkan satu cinta yang diyakinkannya akan indah. Ahhh....bukankah awalnya semua pasti terasa indah, pun Dav dulu, keluh Winda dalam hati.
Sementara ada seseorang yang mendengarkan percakapan mereka tanpa diketahui.
"Ternyata ini laki-laki yang menyukai Winda selama ini, "ucapnya geram.
"Win...," Bayu kembali berucap
"Apakah kamu masih mau mempertahankan laki-laki yang sudah jelas-jelas mengkhianatimu itu," tanya Bayu kembali.
Sementara Winda masih menatap Bayu bungkam.
__ADS_1
"Sekali berselingkuh, nggak menjamin tidak akan mengulanginya kembali jika ada kesempatan," Bayu mulai memprovokasi.
Sementara Dav diluar pintu sudah mengepalkan kedua tangannya semakin geram.
"Sialan, laki-laki ini mencoba memprovokasi Winda," makinya lagi.
Iya, aku pernah mendengar. Bahwa laki-laki yang sudah berselingkuh dan menunjukkan ketidaksetiaannya, pasti akan mengulangi perbuatannya jika ada kesempatan. Tapi hatiku tidak semudah itu, keluh Winda lagi.
"Win, beruntung Allah menunjukkannya ketika status kalian masih sepasang kekasih. Bagaimana seandainya perselingkuhan itu terjadi pada saat kalian sudah menikah. Atau pada saat kalian sudah mempunyai anak, apakah kau akan sanggup menjalaninya,"
Bayu bukan bermaksud memprovokasi. Dia hanya tidak rela gadis yang dicintainya itu dikhianati.
""Terimakasih Bay atas semua perhatianmu padaku selama ini. Tapi seperti yang kukatakan padamu sebelumnya. Ini semua ujian dari Allah atas cinta kami berdua. Ini mungkin ujian kesabaran yang Allah berikan untukku. Semua nggak segampang yang bisa di ucapin Bay, sepuluh tahun itu bukanlah waktu singkat," ucap Winda bijaksana.
"Walaupun ke depannya aku sendiri belum tahu keputusan seperti apa yang akan aku ambil. Tapi aku sudah menyakinkan hatiku, dan kalaupun memang nantinya aku dan Dav harus berpisah. Aku nggak ingin menjadi orang yang sama, menjalin hubungan saat kami masih terikat berdua. Itu berarti aku dan Dav tidak ada bedanya. Aku ingin semua dalam keadaan baik, berpisahpun dengan cara yang baik" lanjut Winda lagi.
David terdiam, ucapan sang kekasih benar-benar telah menusuk hatinya. Betapa bodohnya dia selama ini, membuang berlian demi beling di jalanan. Membuang cinta tulus sang kekasih demi cinta lain yang hanya mengejar status sosial dan ketampanannya saja.
__ADS_1
David berbalik, melangkah kembali menuju meja Rini. Dia memutuskan tidak akan masuk ke dalam. Dia memutuskan tidak ingin bertemu dengan laki-laki itu. Biarlah laki-laki bernama Bayu itu menjadi rahasia Winda atas keteguhan cintanya selama ini. Atas kesetiaan pada sang kekasih yang bahkan sudah sangat menyakiti hatinya dengan pengkhiatan. Dan andaipun nantinya Winda berniat memutuskan hubungan mereka, David akan menerimanya dengan lapang dada sebagai konsekuensi atas kesàlahan yang telah dilakukannyà sendiri. Biarlah cinta itu sendiri yang akan mengajarkan padanya. Bahwa yang utama dari sebuah hubungan di samping komunikasi adalah komitmen, kesetiaan dan rasa cinta itu sendiri.
Sementara Rini menatap David dengan heran.
"Bang David nggak jadi nemuin mbak Winda," tanyanya penasaran begitu laki-laki tampan lagi berotot itu sudah duduk kembali di hadapannya.
David hanya menggelengkan kepalanya, lalu membuang nafasnya dengan kasar. Seolah ada beban berat yang dipikul hatinya.
"Rin, abang boleh minta tolong,' tanya David sambil menatapnya
"Boleh bang....," jawab Rini mantap
Apapun deh bang buat abang. Abang mau Rini jadi pengganti mbak Winda, nggak bakalan nolak bang, gadis ini kembali menghalu. Udah klop dah kalau berteman sama Berby Kumalasari.
"Tolong jangan bilang Winda, kalau abang ke sini. Apalagi sampai bilang kalau abang ngintip di depan pintu kantornya. Bisa abang minta janji?" harapnya
"Bisa bang?" ucap Rini dengan bingung.
__ADS_1
"Terimakasih. Abang pegang janjinya. Abang pamit ya...Assalamualaikum,"
"Walaikusalam," balas Rini sambil melihat David yang sudah melangkah menjauh meninggalkan kantor.