
Sebenarnya yang curiga bukan hanya Bayu. Tante Ratih, mami merekapun merasakan aura yang berbeda diantara Nayna dan Rendi. Tante Ratih yang sudah banyak makan asam garam percintaan, dan pernah melewati masa muda yang indah, sangat yakin kalau putra sulungnya itu dan Nayna pernah menjalin hubungan.
Tapi dia tidak mungkin memaksa dua orang ini mengaku. Aku akan melakukan sesuatu, ujarnya seperti mendapat ide brilian.
"Ren.....Nayna ini anak sahabat mami, tante Meli, masih inget kan?," yang di tanya malah bengong.
"Ahhh, mami lupa, kalian sudah lama tidak bertemu tante Meli dan keluarnya," bertanya lalu menjelaskan sendiri.
"Waktu itu mami juga mengajakmu, tapi abang lagi sibuk. Jadi hanya Bayu, adikmu yang berkenalan dengan Nayna dan tante Meli," ujar mami lagi menjelaskan.
Pantas saja dia dan Bayu tampak sangat akrab, batin Rendi. Ketiganya tampak diam saja mendengarkan mami mereka bicara.
"Mami dan tante Ratih memang sengaja membuat pertemuan itu karena memang dari dulu ingin menjodohkan putra putri kami,"
__ADS_1
Nay dan Bayu tampak biasa saja, karena mereka sudah mengetahui rencana kedua orang tua mereka ketika itu. Tapi tidak demikian halnya dengan Rendi. Pemuda itu tampak kaget, dia tampak melongo dan bengong. Walaupun hanya sebentar, karena sesat kemudian dia sudah menguasai rasa terkejutnya itu.
"Karena saat itu Nay dan Bayu sudah bertemu......," tante Ratih tidak melanjutkan ucapannya tapi malah melirik ke arah Rendi dan Nayna. Dua orang itu tampak begitu pucat dan takut, kecemasan seperti melingkupi mereka berdua.
"Jadi mami sepakat menjodohkan Nay dan Bayu aja," ujarnya lagi
"Aku dan Bayu Mi?"
"Apa.....Bayu dan Nay?
"Kenapa bang Rendi dan Nay tampak kaget begitu," Bayu mengangkat keduĂ alisnya tanda bingung.
"Loh kenapa? Apa kamu tidak menyukai Bayu....Nay," tanyanya pada Nayna
__ADS_1
"Eeee....ngeehh, bukan begitu mi. Maksud Nay, kami berdua belum lama saling mengenal.....," jawab Nay gugup
"Dan kamu kenapa tidak suka bang," selidik tante Ratih menatap putranya itu.
"'Bukannya tidak suka mi. Rendi kaget aja, zaman udah begini canggih masih aja di jodoh-jodohin," ujarnya membela diri.
"Itu kan awalnya. Ternyata tampa mami dan tante Meli mengenalkan. Bayu dan Nayna juga sudah saling mengenal. Mami fikir, itu akan lebih mempermudah mereka agar bisa dekat," pancing mami lagi.
Bayu awalnya sangat senang maminya menjodohkannya dengan Nayna. Pria mana yang tidak akan jatuh cinta pada gadis sesempurna Nayna. Nay itu cantik, pintar, baik, sopan, pokoknya semua kebaikan ada pada gadis itu. Tapi entahlah, sejak bertemu Winda, sepertinya perasaanya jadi sedikit berubah. Bayu jadi tidak terlalu bersemangat seperti saat awal maminya mengenalkan mereka. Ahhh, tapi tidak mungkin aku menyukai gadis jutek itu, Bayu melarang hatinya sendiri.
Tiba-tiba handponenya berbunyi, setelah permisi mengangkat telp, Bayu segera mengambil jaketnya di kamar dan pamit pergi
"Maaf ada panggilan mendesak dari kantor. Bayu pamit Mi," ujarnya sambil mencium tangan maminya. Lalu meminta maaf pada Nayna jg Rendi karena harus pergi.
__ADS_1
Setelah terdengar mesin mobil putranya itu sudah mulai menjauh, mami memilih duduk di tengan-tengah antara Rendi dan Nayna. Walaupun di tengah dengan sofa masing-masing.
"Sekarang jujur sama mami. Kalian berdua itu ada hubungan apa?" ujar mami langsung mencecar mereka. Dia sudah gemas sedari tadi karena dua orang ini masih sangat rapat berusaha menutupi perasaan mereka.