Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Kenapa Tuhan Tidak Pernah Membiarkan Aku Bahagia


__ADS_3

Tiga bulan sudah sejak lamaran Rizki. Bulan depan keluarag Rizki akan mengadakan lamaran resmi pada ayah dan bunda. Nayna sudah tidak sabaran lagi menunggu saat-saat yang sangat dinantikannya itu. Bundanyapun sudah besibuk mulai mempersiapkan untuk acara lamaran putri sulungnya tersebut.


Bunda bahkan melebihi kebahagian Nayna yang juga sudah tidak sabar lagi menanti acara lamaran secara resmi. Karena setelah itu, kedua keluarga akan langsung mencari tanggal dan waktu terbaik untuk pernikahan Nayna dan Rizki.


Nayna tampak sangat gelisah. Tiba-tiba saja hati dan fikirannya meraza sangat tidak tenang. Sedari tadi Nayna terus memikirkan Rizki. Padahal sang pujaan hati ada acara keluar kota untuk pertemuan para dokter muda berbakat selama sekitar dua minggu. Dan hari ini rencananya Rizki akan kembali. Nayna hendak menelepon menanyakan kabar kekasihnya itu. Tapi kemudian Nayna mengurungkan niatnya. Hari ini hari terakhir acara, lalu Rizki akan langung pulang. Nayna fikir Rizki pasti sangat sibuk, penutupan acara lalu membereskan segala perlengkapan untuk bersiap pulang. Rencana pesawat mereka akan mendarat sore, lalu langsung ke Rumah Sakit, dari Rumah sakit nanti ada mobil antaran dari Rumah Sakit menuju rumah. Jadi Nayna memutuskan ke rumah Rizki selepas magrib saja, sesuai saran kekasihnya itu kemarin saat Nayna menanyakan akan menjemputnya.


Selepas sholat magrib, Nayna sudah bersiap-siap. Nayna begitu merindukan Rizki, sudah dua minggu mereka hanya bertemu lewat sambungan VC. Saat bersiap mengambil kunci mobilnya, bunda mengingatkan kembali untuk membawa kue brownies buatan bunda sebagai buah untuk calon besannya itu.


Belum juga Nayna melangkahkan kakinya keluar rumah, tiba-tiba handponenya berdering. Nayna mengekuarkan handpone dari dalam tasnya, dan melihat nama mommy tertera di layar panggilan telephone.


"Assalamualaikum. Mommy, Nay baru aja mau keluar rumah hendak ke rumah mom," sapa Nayna langsung begitu digesernya tanda terima di handponenya


"Bang Ki pasti udah nyampe rumah kan mom. Nay kangen banget," Nayna terus aja bicara.


Hingga dia mendengar suara isakan calon mertuanya itu di seberang telephone.


"Mommy......kenapa mom menangis," Nayna terkejut dan sedikit resah.


"Bang Ki.....bang Ki Nay......," jawab mommy di sela isak tangisnya.


Deg. Jantung Nayna berdetak kencang saat mommy menyebut nama putranya itu. Fikiran buruk berseliweran di kepala Nayna, ketakutanpun mulai melingkupinya kembali.


"Mom, bicara yang jelas. Bang Ki kenapa?" Nayna sudah mulai ikut terisak.


"Nay ini papi," terdengar papi sudah mengambil alih telephone dari mommy.


"Nay, kamu yang sabar yah," pinta papi sebelum bicara.


"Pi....bang Ki kenapa? Jangan bikin Nay takut pi....," Nayna makin terisak.


"Bang Ki kecelakaan ketika hendak pulang ke rumah Nay. Mobilnya ditambrak mobil yang dikemudikan pengemudi mabuk," jelas papi dengan sabar.

__ADS_1


Dan tangis Nayna langsung pecah. Bunda yang mendengarnya dari belakang langsung menghambur menjumpai Nayna.


"Nay....ada apa nak," tanya bunda menatap putrinya.


"Nay, sudah papi WA lokasi Rumah Sakit. Kamu langsung kemari saja ya nak. Hati-hati mengemudi, Assalamualaikum," papi memutus sambungan telephone.


"Walaikusalam," jawab Nayna dalam tangis.


"Nay, ada apa nak," tanya bunda ikut panik begitu melihat Nayna berurai air mata.


"Bang Ki bun. Bang Ki kecelakaan," jawab Nayna dengan tangis yang semakin besar.


"Astaghfirullah al adzim," bunda beistigfhar.


"Bun....Nay mau ke rumah sakit sekarang," tangis Nayna makin menjadi.


"Iya....iya, biar bunda temanin. Tapi biar adikmu aja yang nyetir," jawab bunda menenangkan Nayna.


Mobilpun sudah melaju membelah jalanan kota menuju sebuah Rumah Sakit yang dituju.


"Kenapa Allah tidak pernah membiarkan Nay bahagia bun," Nayna berucap di sela isak tangisnya.


"Nay tidak boleh bicara seperti itu nak," nasehat bunda membelai rambut putrinya.


"Nay baru saja akan dilamar dan mempersiapkan pernikahan Nay. Tapi bang Ki......," tangis Nayna kembali.


Nayla yang sibuk menyetir memperhatikan mbaknya dari kaca, merasakan kesedihan yang sama yang dirasakan saudaranya itu.


"Sabar Nay. Kita juga belum tahu bagaimana keadaan Rizki. Berdoa saja semoga Rizki tidak apa-apa," bunda kembali menenangkan Nayna.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡

__ADS_1


Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"


Mohon Dukungannya


👇


Vote


Like 👍


Favorit ❤


Coment 💬


Baca juga Novel Author Lainnya


☆ Mengejar Cinta Ustad


☆ Cinta 90


Mohon juga Dukungan


👇


Vote


Like 👍


Favorit ❤


Coment💬

__ADS_1


__ADS_2