
Nayna, bunda dan Nayla adiknya sudah tiba di Rumah Sakit. Dan langsung menuju ruang ICU dimana Rizki masih ditangani dokter.
"Mommy......gimana keadaan bang Ki," tanya Nayna lamgsung menghambur ke pelukan calon ibu mertuanya itu.
"Belum tahu sayang, masih ditangani dokter," jawab mom terisak.
Sementara papi mempersilahkan bunda dan adiknya Nayna duduk di bamgku yang di sediakan di depan ruang ICU Rumah Sakit.
Hingga akhirnya setelah sekitar hampir dua jam, dokter keluar juga dari ruang ICU.
"Bagaiamana putra saya dokter," mom bergegas bertanya.
"Alhmdulillah dokter Rizki sudah melewati masa krisis," jawab dokter yang membuat semua yang saat itu sedang menunggu mengucapkan syukur Alhamdulillah.
"Tapi kita masih harus melihat kondisi pasien ke depannya, karena saat ini keadaan dokter Rizki masih belum sadar," ucap dokter kembali, membuat semua yang tadinya bernafas lega jadi kembali menunjukkan wajah sedihnya.
"Lalu kapan pasien akan sadar dokter," Nayna kali ini yang bertanya.
"Itulah saya katakan kita masih harus menungu kondisi pasien ke depannya nona. Yang kita bisa lakukan saat ini hanyalah berdoa semoga pasien bisa segera sadar. Dan saya selaku dokter bisa melanjutkan tahap pemeriksaan," kali ini dokter berusaha mengajak agar kekuarga pasien bersabar dan berdoa.
Lima hari sudah berlalu. Lima hari pula Nayna bolak balik menuju rumah sakit, karena memang tidak ada ruang inap bagi keluarga pasien yang berada di ruang ICU. Nayna menatap tubuh kekar milik Rizki yang dipenuhi aneka peralatan medis di tubuhnya. Laki-laki es balok yang mulai dicintai Nayna itu, kini terbaring lemah di sana. Sungguh berbanding terbalik saat Rizki sebelum kecelakaan. Dokter Rizki yang ganteng, tinggi besar, berkharisma dan selalu dingin di depan orang lain. Tapi di hadapan Nayna, calon istrinya sekarang. Dokter Rizki adalah sosok laki-laki yang lembut dan penyayang. Selama ini kekecewaan dan traumalah yang sudah mengubah sikapnya. Nayna masih setia menatap laki-laki yang sebentar lagi akan menjadi suaminya itu dari balik kaca ruang ICU. Air mata Nayna sudah tidak mau lagi keluar karena terus-terusan menangis selama beberapa hari ini. Mata Nayna bengkak dan sembab, wajahnyapun terlihat begitu kuyu.
"Nay, pulanglah istirahat sayang, biar mom yang menunggu Rizki," tiba-tiba mommy Rizki sudah berdiri di samping Nayna.
Mommy sangat sedih melihat keadaan calon menantunya itu. Tiap hari Nayna selalu berada di rumah sakit. Bahkan selama lima hari ini dia rela tidur di rumah sakit demi menunggui Rizki. Matanya bengkak dan sembab, wajahnya begitu pucat dan kuyu. Mommy khawatir Nayna bisa jatuh sakit bila terus-terusan begini.
"Nay mau di sini mom. Nay mau nungguin bang Ki sampai dia sadar," ucapnya lirih tidak melepaskan pandangannya ke dalam ruang ICU.
__ADS_1
"Nay juga harus istirahat sayang. Kalau kamu sakit, bagaimana bisa menunggui bang Kì," jelas mom lembut.
"Pulang istirahat, tidak usah lagi kembali ke Rumah Sakit hari ini, biar mom aja yang nungguin bang Ki. Besok kalau kondisi Nay sudah lebih baik, Nay ke rumah sakit lagi," mom masih membujuk.
"Mom janji, kalau bang Ki tiba-tiba sadar, mom akan langsung menelepon Nay," bujuk mom kembali.
Namun belum selesai mom ingin melanjutkan bicaranya kembali, tiba-tiba Nay oleng hendak terjatuh. Untung Rido yang posisinya berada tidak jauh dari mom dan calon kakak iparnya itu bergegas memegang kakak iparnya itu.
"Kamu kenapa sayang," tanya mom memeriksa kening Nayna.
"Nay cuma sedikit pusing tadi mom," balasnya lemah.
"Pasti kamu belum makan kan Nay," selidik mom.
"Tuh kan bener dugaan mommy," ujar mom lagi saat Nayna tidak menjawab pertanyaannya.
Nay terpaksa mengambilnya. Memakan habis roti itu dengan menangis. Bagaimanapun perut Nayna memang merasa sangat lapar, kepalanyapun masih pusing.
"Roby, antar mbak Nay pulang. Pastikan pada tante Mely agar mbakmu beristirahat. Nanti mom telepon lagi tante Melynya," perintah mom pada Roby putra bungsunya.
"Tapi mom........," Nayna masih berusaha kembali membantah.
"Nay....dengarkan mom kali ini. Mom janji akan menghubungi Nay langsung jika bang Ki sadar," bujuk mom yang akhirnya di turuti Nayna dengan terpaksa.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"
__ADS_1
Mohon Dukungannya
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
Coment 💬
Baca juga Novel Author Lainnya
☆ Mengejar Cinta Ustad
☆ Cinta 90
Mohon juga Dukungan
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
__ADS_1
Coment💬