
Tibalah hari minggu. Hari ini adalah hari resepsi pernikahan Winda dan Bayu. Di rumah keluarga Dinda sudah bersiap-siap sedari selesai sholat subuh tadi. Semua keluarga sudah bersiap dan berdandan cantik dan tampan. Mereka hanya menunggu rombongan keluarga mempelai laki-laki, yang akhirnya tiba di lokasi resepsi tepat pukul sembilan. Pukul sepuluh tepat, acarapun dibuka oleh Master Of Ceremony, denga suarahnya yang renyah dan garing, khas seorang penyiar radio. Sambil menunggu para tamu undangan MC menampilkan hiburan dengan menundang penyanyi pengisi suara acara resepsi untuk melantunkan suara indahnya. Sesekali MC menyelengi dengan pesan kepada semua tamu undangan yang ingin menyumbangkan suara emas mereka.
Tepat pukul sebelas tibalah kedua mempelai di iringi orang tua dan keluarga masuk ke daĺam ballroom gedung acara resepsi. Dengan di iringi musik tradisional khas dari keluarga mempelai wanita. MC mulai membacakan silsilah dan data dari kedua mempelai. Keduanya berjalan dengan sangat anggun dan juga tampan diikuti oleh orang tua dan keluarga masing-masing. Suara musik tradisional yang mendayu-dayu dan indah memenuhi seisi ruangan, mengiringi kedua mempelai dan orang tua masing-masing menuju ke atas pelaminan. Duduklah keduanya, dengan memakai pakaian adat dan hiasan sangat indah, yang makin memantapkan Winda dan Bayu bak raja dan ratu semalam di atas panggung kebesaran. Orang tua masing-masingpun telah mengambil posisinya di samping kedua mempelai. Mom dan papi duduk di samping Winda, sedang ibu dan ayah Winda duduk di samping Bayu, sang menantu.
Kedua pengantin tampak cantik dan gagah memakai pakaian adat Sumarera Selatan berwarna merah, seperti pujian sang MC.
Bayu sebagai pengantin laki-laki memakai pakaian adat berupa mahkota , kalung bersusun dengan baju yang khas. Ia juga memakai celana panjang dan kain songket pada bagian tengah badan.
Winda memakai pakaian yang mirip dengan prianya, yaitu bermahkota, kalung susun, pending dan gelang pada kedua belah tangan. Ia juga memakai kain songket yang melingkar pada bagian tengah badan serta berkain songket. Pakaian ini dipakai untuk upacara pernikahan.
Tidak lama berselang MC sudah mempersembahkan sebuah tari penyambutan, Tari Pagar Pengantin, tari adat khas kekuarga Winda, yang berasal dari Palembang. Tari Pagar Pengantin ialah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Provinsi Sumatera Selatan yang memiliki unsur unsur seni sastra dan keindahan budaya. Tarian ini biasanya dipertunjukan pada acara resepsi pernikahan adat Palembang dan Sumatera Selatan pada umumnya. Tarian ini mempunyai teori yang bermakna perpisahan pengantin perempuan kepada keluarga lamanya dan meminta izin untuk membina keluarga baru.
Selain itu tarian ini memiliki fungsi sebagai Tari Penyambutan kepada seluruh tamu undangan yang datang pada perjamuan penikahan tersebut. Tari ini biasanya diperankan oleh lima orang penari perempuan yang termasuk sang pengantin sehingga memiliki keunikan gerak tari daerah di Indonesia yang memukau.
Kekhasan tari ini ialah sang pengantin yang menjadi penari utama dan diiringi oleh empat penari lainnya yang menjadi dayang dan mengelilingi penari utama. Pada saat menari pengantin wanita akan menari di dalam lingkaran/nampan emas yang dinamakan dengan Talam, dengan memakai kuku palsu atau tanggai yang terbuat dari emas dipakai di delapan jari pengantin wanita.
Bagian pembuka tarian ini dimulai dengan para penari pengiring (dayang) ke atas panggung. Perwakilan dua dayang masuk dengan membawa dulung emas atau talam. Selanjutnya para penari melaksanakan gerakan menghormat kepada para tamu undangan lalu para penari menuju gerai untuk menjemput kedua pasangan pengantin, Bayu dan Winda.
Winda sebagai pengantin wanita kemudian berdiri di atas dulung emas atau talam dan dua dayang mulai memakaikan tanggai di jari pengantin wanita. Dan pengantin pria hanya berdiri di samping belakang pengantin wanita sebagai tanda penjagaan istri.
__ADS_1
Bagian Pokoknya adalah bagian yang dimulai saat pengantin wanita sudah memakai tanggai. Gerakan ini terdiri dari gerak borobudur, gerak sembah, gerak rebah kayu, gerak kecubung, gerak kenange.
Lalu tari pagar pengantin tiba pada bagian Penutup yang dimulai saat pengantin wanita selesai memberi gerak penghormatan, kemudian tanggai mulai dilepaskan dari jari pengantin. Selanjutnya kedua mempelai diantar kembali ke gerai oleh para dayang. Para dayang pun melaksanakan penghormatan terakhir terhadap para tamu lalu keluar pentas dengan membawa dulang emas atau talam.
Demikianlah syair dari lagu pagar pengantin yang penuh makna.
Aku laksana, aku laksana sekuntum bunga.
Kini disunting menghias dalam mahligai kencana.
Jangan dikenang, jangan dikenang masa yang lalu.
Dua keluarga kini tlah menjadi satu, aduhai sayang.
Semoga kekal, hidup bersatu rukun berpadu.
Ku mohon ampun pada ayah dan bunda, sanak keluarga.
Ku mohon restu doakan kami selalu bahagia.
__ADS_1
Suara yang begitu merdu, indah, dengan syair yang begitu penuh makna, terasa begitu hikmat dan syahdu. Semua tamu undangan yang berada di dalam ruangan acara tampak terhipnotis oleh alunan musik dan gerakan indah dari penari dan pwngantin wanita. Acara pembuka yang benar-benar indah.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Hiii🖐🖐
Views tercintaahh😘😘
Mohon Vote Author, Like, ☆☆☆☆☆ & Comentnya🙏🏻
Baca dan dukungannya juga tuk Novel Author yang lain🙏🏻
👇
☆ Cinta 90
☆ Mengejar Cinta Ustad
Salam Manis😊
__ADS_1
Author