Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Curhat Kayak Perempuan


__ADS_3

Riko lagi serius memandangi foto di handponenya sampai tidak mendengar langkah kaki kedua saudaranya yang sudah masuk ke kamarnya, berdiri di samping tempat tidur mrmperhatikan tingkahnya sedari tadi. Rendi dan Bayupun ikut mengintip foto seorang gadis yang lagi dipandangi adik bungsu mereka itu.


Tiba-tiba Bayu mengambil paksa handpone yang dipegang Riko


"Ooooo, jadi ini yang namanya Kayla," Bayu melihat kembali dengan lebih jelas foto di handpone Riko yang berada di tangannya.


Riko yang hendak marah ketika seseoarang menarik handpone dari tangannya mengurungkan niatnya yamg hendak mengeluarkan umpatan dari mulutnya ketika melihat mas dan abangnya itu sudah duduk juga di atas tempat tidurnya.


"Coba lihat ni bang," Bayu menunjukkan foto yang dimaksud ke hadapan Rendi.


"Mirip sama mbak Nay ya bang," ujar Bayu lagi kemudian menatap Rendi.


Rendi kemudian melirik sekolas foto di tangan Bayu. Tapi bukannya melihat foto yang di tunjukkan Bayu. Fikirannya kembali melayang pada sosok Nayna ketika tadi Bayu menyebutkan namanya.


"Mirip banget bang. Kalau mbak Nay versi lembutnya, cewek ini versi tomboynya mbak Nay," jelas Bayu lagi.


"Udah komentnya, sini balikin handpone gue mas," pinta Riko.

__ADS_1


Setelah Bayu mengembalikan handponenya. Riko melihat kembali foto Kayla.


"Benar kata mas Bayu. Gadis ini benar-benar versi tomboynya mbak Nayla, kenapa aku sampai tidak menyadarinya selama ini," gumam Riko yang masih bisa didengar kedua kakaknya.


"Yah wajar aja Ko. Lo lagi jatuh cinta, yang lo lihat tentu saja cuma Kayla seorang," jelas Bayu dengan tersenyum.


Adik bungsu mereka itu sudah mulai dewasa. Kali ini bukan game lagi yang dimainkankanya. Tapi game cinta yang kini mempermainkan hatinya.


"Tapi mas masih nggak percaya," ucap Bayu


"Maksud mas Bayu apa?" tanya Riko


"Kita bertiga. Aku, kamu dek, dan bang Rendi. Pada akhirnya kita bertiga hanya berkutat di sekitar mbak Nayna saja," jelas Bayu


Dan kedua saudaranya itu terdiam dan tampak menyetujui pendapat Bayu barusan.


"Berawal dari bang Rendi, dengan segala kerumitan kisah cintanya bersama mbak Nay. Kemudian gue yang pada akhirnya jatuh cinta pada gadis jutek yang selama ini tidak pernah gue sukai bahkan gue benci, yang nyatanya adalah sahabat mbak Nay. Lalu lo dek, menyukai seorang gadis versi tomboynya mbak Nay, yang ternyata adalah adik kandungnya." Bayu menjelaskan lebih mirip seperti keluhan.

__ADS_1


"Tapi bagaimanapun kita harus tetap bersyukur mas. Allah telah memberikan rasa cinta itu pada hati kita walaupun menyakitkan. Toh gadis yang kita cintai itu juga nyatanya juga mencintai kita, setidaknya cinta kita tidak bertepuk sebelah tangan mas," bela Riko menguatkan diri.


"Dicintai kalau akhirnya tidak bisa memiliki juga percuma dek," Bayu mencibir.


Deg. Dada Riko seakan dihantam benda keras mendengar penyataan mas Bayu barusan. Dia yakin kedua kakaknya itu merasakan sakit yang sama.


"Kalau ada yang bilang mencintai tidak harus memiliki, semua itu "bullshit" Mana ada orang yang mencintai rela melihat wanita yang dicintainya bersama laki-laki lain," maki Bayu.


Bayu memang bukan jenis laki-laki yang terkenal lebih pendiam dan cool seperti Rendi. Bayu memang lebih suka berbicara dan mengungkapkan perasaanya seperti karakternya yang memang lebih terbuka. Sepertinya Bayu berfikir dengan mengungkapkan perasaannya, setidaknya bisa mengurangi beban di dalam hatinya.


"Apa tidak ada cara atau jalan yang bisa kita lakukan bang," kali ini Riko menatap Rendi.


Rendi menatap adek bungsunya itu. Ini pasti cinta pertamanya. Rendi tidak pernah melihat Riko menyukai cewek manapun selama ini. Bukan karena adiknya itu tidak laku, tapi memang karena tidak ada seorang gadispun yang bisa menarik hatinya. Akhirnya saat ada seorang gadis yang bisa menarik hatinya, Riko harus kecewa, semua karena kesalahannya.


"Maafin abang dek. Lo harus begini, semua karena kesalahan abang," ucap Rendi tulus menatap adiknya.


Riko menatap dalam abangnya. Dia melihat begitu banyak kepedihan di mata itu. Dibandingkan dirinya yang baru beberapa bulan mengenal Kayla. Ataupun mas Bayu yang belum lama mengenal mbak Winda. Tidak seberapa dibandingkan cinta bertahun-tahunnya bang Rendi. Dialah yang hatinya paling terluka di sini.

__ADS_1


"Nggak ada perlu minta maaf bang. Karena cinta itu nggak ada salah. Mungkin ini ujian cinta kita dari Allah,"ucap Riko sok bijak.


"Bener kata lo dek. Ini mungkin udah takdirnya. Atau memang ini semua pertanda. Karena lagi dan lagi, walaupun kita sudah berusaha menjauh dan terpisah. Allah akhirnya mengembalikan kita pada kehidupan di seputar mbak Nayna saja," jawab Bayu seakan bertanya.


__ADS_2