
Nayna menatap Rizki. Laki-laki yang saat ini berstatus sebagai tunangannya. Kalau saja kecelakanan itu tidak terjadi, mereka berdua adalah calon pasangan pengantin. Acara lamaran dan pernikahan indah sudah mereka rencanakan dalam waktu dekat. Tiba-tiba saja hati Nay terasa perih.
Rizki mengajak Nayna duduk di gazebo taman, saling berdampingan. Rizki menatap netra cantik Nay lekat untuk beberapa saat, sebelum akhirnya kembali mengajaknya berbicara.
"Awalnya saat kecelakaan yang menyebabakan ingatan abang akan hubungan kita menghilang. Memori abang tentang Nay sama sekali tidak ada. Abang memang mencoba dekat dengan dokter Melia, yang selalu memberi perhatian besar pada abang sejak awal abang berada di Rumah Sakit," jelas Rizki berhati-hati.
"Tapi entah kenapa. Hati abang biasa saja.Tidak ada rona bahagia, tidak ada rasa deg degan ataupun debaran indah yang abang rasakan ketika dekat ataupun bersama dengan gadis itu. Semua tampak biasa saja di hati abang" tambah Rizki lagi.
Nay hanya diam. Memilih menjadi pendengar setia saja untuk Rizki saat ini.
"Tapi perasaan abang jadi berbeda saat abang melihat Nay bersama laki-laki lain pada acara di rumah Melia waktu itu," nada suara Rizki naik satu oktaf saat mengatakannya.
"Abang tidak dapat mengendalikan perasaan abang. Saat itu juga rasanya abang ingin memukulnya kalau tidak ingat sedang berada di tengah-tengah pesta orang lain. Kalau tidak ingat, dan berusaha menahan diri, bahwa abang tidak ingin melakukan tindakan yang pada akhirnya membuat Nay semakin menjauh dari abang," jelas Rendi kembali berapi-api.
Nayna masih menatap sedikit sinis. Dalam hatinya bertanya, benarkah bang Ki cemburu, padahal ingat sedikitpun tidak pada dirinya.
"Iya, abang cemburu Nay. Dada abang seakan terbakar, amarah abang memuncak. Abang benar-benar tidak rela, saat melihat Nay bersama laki-laki itu," jelas Rizki lagi.
Nay menelan salifanya, Rizki seakan tahu apa yang sedang difikirkannya.
"Sejak hari itu abang berusaha untuk mencegah perasaan di hati abang Nay. Tapi sejak hari itu juga abang yakin, bahwa abang mencintaimu. Hati abang seakan berbicara sendiri. Walaupun abang sama sekali tidak mengingat Nay, tapi perasaan abang sudah mengatakan segalanya. Bahwa abang mencintai gadis yang sama sekali tidak abang ingat ini," Rizki berkata begitu lembut tapi tegas.
"Bisa jadi itu hanya emosi saja. Ego laki-laki yang tidak mau kalah bersaing," Nayna masih berusaha menyangkal perasaan Rizki.
"Tidak sama sekali. Abang bukan berlomba dengan laki-laki itu untuk bisa dekat dengan Nay. Karena Nay masih tunangan abang. Kita bertunangan resmi di hadapan keluarga besar kita. Abang tidak perlu bersaing untuk memperebutkan tunangan abang sendiri," jelas Rizki percaya diri.
"Tunangan yang sudah dilepaskan bang.....," Nayna kembali mengingatkan.
"Apapun yang terjadi. Apapun pemikiran Nay. Apapun kesalahan yang abang perbuat. Di mata keluarga besar, kita tetap sepasang tunangan. Calon pengantin bagi dua keluarga," tegas Rizki kembali.
"Kenapa bang Ki bisa berubah dan menjadi seyakin ini," Nayna mengalah dan berusaha menyelidik.
__ADS_1
"Kedekatan Nay dengan keluarga abanglah yang semakin memantapkan hati abang," jawab Rizki.
"Abang melihat dengan kepala abang sendiri, bagaimana dekatnya hubungan Nay dan mommy. Mom bahkan mencintai Nay seperti putrinya sendiri. Mumgkin lebih besar dari cinta mom pada abang," ujar Rendi kemudian menghentikan bicaranya dan kembali menatap lekat netra indah milik Nayna.
"Bagaimana Rena mencintai Nay seperti kakak perempuan sendiri. Bahkan Robypun telah menganggap Nay bukan sekedar calon kakak ipar, melainkan kakak perempuannya sendiri. Padahal abang sangat tahu Roby, dia selalu tidak pernah cocok dan suka dengan wanita-wanita yang pernah dekat dengan abang. Begitupun Rena, dia pada dasarnya adik perempuan yang sangat sulit bagi abang. Tapi bersama Nay, semuanya menjadi berbeda," Rizki kembali menjelaskan.
Nayna kembali tergugu. Hatinya selalu saja lemah jika sudah menyangkut keluarga. Apalagi jika ini ada hubungannya dengan kata ibu. Ahhh.....kenapa hati menjadi selemah ini, bisik Nayna.
"Abang percaya perasaan abang kini. Hilanganya ingatan abang, bahkan ternyata tidak merubah perasaan sesungguhnya yang ada jauh di lubuk hati abang. Kalau abang mencintai Nay tulus" Rizki menatap Nayna begitu lembut, berusaha menyakinkan gadis di hadapannya ini.
"Tapi perasaan Nay kini tidak lagi sama bang.....," setelah menghela nafas dalam, akhirnya Nay berusaha jujur.
Rizki tercekat. Perkataaan Nayna barusan sedikit melukai perasaannya. Apakah cinta masa lalumu itu jadi alasannya Nay, bisik hati Rizki.
"Nay mencintai bang Ki. Bahkan sejak awal abang mengalami amnesia. Nay tetap optimis akan mendampingi abang hingga ingatan abang kembali," jelas Nayna.
"Dan keputusan yang abang ambil kemarin, yang mendorong Nay bersama laki-laki lain, membuat Nay dan bang Rendi terjebak dalam perasaan lama. Entah kebetulan atau tidak, bang Rendi yang tiba-tiba hadir kembali dalam kehidupan Nay, sudah membawa kembali perasaan yang pernah ada dan tercipta ," Nayna masih menjelaskan.
Rizki berusaha menahan hatinya sekuat tenaga. Kenyataan bahwa cinta Nay kini telah terbagi, terasa begitu menyesakkannya. Tapi separuh hatinya lagi mengeras, bertekad merebut semua cinta Nayna kembali nantinya.
"Nay nggak tahu bang. Sejujurnya Nay sama sekaki tidak ingin membagi cinta abang. Nay bahkan juga sempat mengusir jauh bang Rendi juga perasaannya. Maafin Nay bang. Nay sendiri kini tidak yakin bagaimana perasaan Nay sebenarnya pada kalian berdua. Nay mencintai bang Ki. Tapi perasaan Nay pada bang Rendi juga masih tersisa," jelas Nayna tidak enak hati.
Meski hatinya sedikit terluka akan kejujuran yang Nay ungkapkan. Rizki berusaha mencerna semuanya. Memaklumi bahwa semua ini terjadi juga karena campur tangannya sendiri. Rizkipun sudah bertekad bulat merebut kembali yang memang adalah miliknya. Membawa kembali cinta tunangannya itu ke dalam pelukannya.
Akankah kesempatan yang diberikan Nayna, bisa membuat cinta mereka utuh kembali.
Kali ini Rizki bukan hanya harus menghadapi sekedar amnesia saja. Kisah indah cinta pertama yang konon katanya tidak akan bisa dilupakan, akan menjadi kisah tersendiri bagi perjuangan hatinya memenangkan cinta Nayna kembali.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Hii🖐🖐
__ADS_1
Views Tercintahh🤩😍
Akankah kesempatan yang diberikan Nayna, bisa membuat cinta mereka utuh kembali.
Kali ini Rizki bukan hanya harus menghadapi sekedar amnesia saja. Kisah indah cinta pertama yang konon katanya tidak akan bisa dilupakan, akan menjadi kisah tersendiri bagi perjuangan hatinya memenangkan cinta Nayna kembali.
Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"
Mohon Dukungannya
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
Coment 💬
Baca juga Novel Author Lainnya
☆ Mengejar Cinta Ustad
☆ Cinta 90
Mohon juga Dukungan
👇
Vote
__ADS_1
Like 👍
Favorit ❤