Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Pertemuan


__ADS_3

Karin dan Rey masih menghabiskan weekendnya di cafe itu. Walaupun belum ada hubungan apapun diantara mereka. Tapi baik Rey maupun Karin memutuskan untuk menjadi teman baik saja. Sebagai seorang teman mereka bebas memutuskan hendak pergi ke mana. Ataupun membicarakan apapun yang bisa di bicarakan sebagai seorang teman. Mereka berdua tampak asyik berbicara sambil tertawa-tawa bahagia. Siapapun yang melihat mereka, pasti menyangka mereka adalah sepasang kekasih.


Sebenarnya Karin sangat tahu posisinya. Karinpun juga tahu siapa yang kini berada di dalam hati laki-laki itu. Karin sudah mengatakan berulang kali, bahwa dia bersedia menunggu, hingga laki-laki itu bisa membuka hatinya kembali. Bahwa dia bersedia menunggu, hingga cintanya bisa menyetuh hati paling dalam dari laki-laki itu. Hingga dia bersedia mengeluarkan satu nama itu dari dalam hatinya, melupakannya dan menutupnya sebagai bagian dari masa lalu saja. Walaupun Karin sendiri menyangsikannya, tapi gadis itu tak pernah mau menyerah.


Karin dan Rey masih asyik menikmati hidangan yang telah mereka pesan, sambil terus mengobrol intim, lengkap dengan canda dan gelak tawa, yang tidak berhenti menghiasi wajah keduanya, entah apa saja yang mereka bahas.


Lalu tiba-tiba saja senyum di wajah Rey surut, matanya terbelalak tidak percaya menatap dua orang gadis cantik yang baru saja menginjakkan kakinya ke dalam cafe.

__ADS_1


Dan sepertinya mereka adalah pelanggan cafe ini, bisa dilihat dari pelayan cafe yang menyapa mereka, dan tampak begitu akrab dengan kedua gadis itu.


Rey tampak tidak fokus pada Karin. Matanya masih menatap ke arah dua orang gadis itu.


Nayna begitu cantik mengenakan celana 7/8 berpotongan agak longgar berwarna hijau lumut model pinggang tinggi yang lg hits sekarang, Kemeja abu dimasukkan ke dalam celana, mengenakan hells yang memperlihatkan kaki jenjangnya, membuat Nay jadi tampil begitu manis.


Wajar saja jika mereka berdua menjadi pusat perhatian pengunjung yang hari ini sebagian besar adalah laki-laki itu.

__ADS_1


Saat keduanya sedang mengedarkan pandangan hendak mencari meja yang nyaman karena suasana cafe yang tampak cukup ramai. Tidak sengaja mata mereka ber enam bersitatap. Rey tampak tak berkedip menatap Nayna, gadis itu yang telah mencuri hatinya itu. Rey tidak dapat menghilangkan rona bahagia dari wajahnya begitu melihat Nay.


Sementara Nay tampak sedikit kaget bertemu Rey di cafe ini, apalagi saat dilihatnya Rey tidak sendiri, ada seorang gadis yang menemaninya. Hatinya jadi ingin bertanya, siapakah gadis itu, apakah Rey sudah melupakan aku dan mendapatkan pengganti, tanyanya dalam hati.


Sementara Winda yang sudah mengenal akrab keduanya hanya bisa diam. Rey, laki-laki itu yang mencintai Nay sebagai cinta pertamanya. Yang bagi Winda adalah wujud nyata dari sebuah cinta, kesetiaan sekaligus pengorbanan, ujar hatinya berpuitis.


Karin masih menatap Rey. Dia mengikuti arah pandang laki-laki di hadapannya ini. Karin terlonjak kaget, wajahnya berubah pucat. Wanita itu, Karin pernah tidak sengaja melihat fotonya di handphone Rey. Ya....Karin menduga gadis itulah Nayna, orang di cintai mati-matian oleh Rey. Gadis yang telah membuat Ret memasang dinding pembatas bagi wanita-wanita yang ingin menembus hatinya. Dinding yang hingga detik inipun belum berhasil ditembus Karin. Dinding itu seakan sudah membatu menjadi prasasti. Entah bisa di runtuhkanny atau tidak.

__ADS_1


__ADS_2