Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Nayna dan Bayu


__ADS_3

Setelah pertemuanku dan bunda dengan Bayu dan maminya, hubunganku dan Bayu semakin dekat.


Dia laki-laki yang baik, menyenangkan dan romantis. Walaupun mulai dekat tapi mereka belum membicarakan untuk menjalin hubungan yang lebih serius.


Baik Nayna atau Bayu belum ada niatan memgungkapkan keinginan untuk menjadi sepasang kekasih. Mereka lebih memilih untuk menjalani saja kedekatan mereka selama ini.


"Assalammualaikum," salam Nayna di ujung telp


"Waalaikusalam. Nay, jadi mampir ke kantor nanti?" tanya Bayu


"Jadi Bay, agak sorean setelah pulang kantor karena aku masih mau ketemu klien," balas Nayna


"Aku jemput aja yahh,"


"Ngak usah Bay, aku bawa mobil sendiri aja,"


Percuma Bayu merengek memaksa. Karena Nayna bukan jenis gadis manja, Dia sangat lincah dan mandiri. Spesies yang berbeda, gumam Bayu akhirnya.


Dan sesuai janji mereka, Nayna sudah tiba di kantor Bayu. Setelah urusan di kantor Bayu selesai merekapun pergi, karena mereka juga bertemu setelah jam kantor usai. Nayna memang menepati janjinya hari ini ke rumah Bayu. Tante Ratih ingin bertemu, kangen katanya.

__ADS_1


"Assalamualaikum. Mii....mamii.....," teriak Bayu begitu tiba di rumahnya.


Keluarlah bik Ijah, pembantu rumah Bayu dengan tergopoh-gopoh


"Nyonya di atas, di kamarnya tuan muda," sahut bik ijah ketika Bayu menanyakan mamanya


"Mami kenapa bik?" tanya Bayu heran. Tumben maminya di kamarnya. Karena biasanya kalau sore begini, ketika Bayu pulang dari kantornya, mami pasti sedang asyik merawat bunga-bunganya di taman kecil samping rumahnya.


"Mungkin nyonya kecapekan, kelamaan nungguin tuan muda. Sedari tadi nyonya sibuk membuat makanan dan kue-kue untuk non Nayna katanya," bik Ijah menjelaskan


"Tumben aja bik, sore-sore gini mami tidak sedang berada di taman mengurus bunga-bunganya," tanya Bayu


"Ya udah bik, tolong bikinin minum untuk Nayna ya.....," perintah Bayu


"Baik Den," bik Ijah menuju dapur


"Nay, duduk sini, jangan berdiri aja di situ," Bayu mengajak Nayna masuk ke ruang tengah keluarganya biasa berkumpul.


"Tunggu bentar yah, aku panggilin mami," Bayu beranjak ke lantai atas kamar maminya. Karena memang semua kamar berada di lantai atas. Kecuali bik Ijah, kamarnya persis di sebelah dapur.

__ADS_1


"Miii...mami," Bayu mengetuk pintu kamar maminya sebelum masuk


"Bayuuuu, kamu udah pulang nak. Mana Nayna?," tanya maminya begitu melihat Bayu masuk


"Ah....mami, bukan nanyain anaknya dulu, ini Nayna yang dicarinya,"gerutu Bayu dengan tersenyum


"Kalau kamu kan mami udah biasa, kalau Nayna kan beda. Lagian kamu tidak pernah mengajaknya ke rumah semenjak pertemuan kita dengan tante Ratih tempo hari,"


Bayu mengerti kalau maminya begitu menyukai Nayna sejak pertama mereka bertemu.


"Mami itu bisa lihat kalau Nayna itu gadis yang baik, pintar, sopan dan penyayang," itu yang dikatakan maminya setelah pertemuan pertama mereka.


"Lagipula, Nay anak sahabat mama. Sifat-sifat baiknya Ratih sudah pasti menurun pada putrinya. Mami itu seperti merasa punya anak perempuan jika melihat Nayna,"


Yahh, itulah alasan utama kenapa mami merasa begitu cocok sejak pertama melihat Nayna.


Mami sudah menganggap Nayna itu seperti putrinya sendiri. Begitu inginnya mami mempunyai anak perempuan karena ketiga anaknya semua laki-laki. Bayu mempunyai satu abang dan satu adik laki-laki.


Melihat mami begitu sayangnya pada Nayna. Rasanya tidak sulit bagi gadis itu untuk bisa masuk dalam keluarganya. Mami sudah dengan tangan sangat terbuka menganggap Nayna sebagai calon menantu.

__ADS_1


__ADS_2