
Hari bahagia Winda akhirnya tiba, hari ini sahabat tercintanya itu akan melaksanakan ijab Kabul. Pagi-pagi sekali Rania sudah berdandan cantik dan sudah berada di rumah Winda. Dia tidak mau sampai terlambat dan melewatkan momen sakral sahabat tercintanya itu. Rania tampak sangat cantik dengan dress merah sabrinanya, tiara di atas kepalanya benar-benar membuat Nayna terlihat seperti seorang ratu kecantikan saja.
Ay adiknya Nayna sudah duduk di kursi deretan sebelah kiri tempat berkumpul keluarga besar Winda. Di sebelah kanan disediakan kursi khusus untuk keluarga dari sebelah besan. Sementara bagian depan dikhususkan untuk para tamu, yang datang hari ini menyaksikan ijab kabul. Sementara Nayna masih di dalam kamàr calon pengantin menemani Winda. Nanti saat keluarga Bayu sudah tiba, barulah Winda akan keluar menuju meja ijab kabul.
Winda tampak gugup di dalam kamarnya. Keluarga Bayu belum tiba.
"Bayu dan keluarganya belum nyampe ya Nay?" tanya Winda.
"Belum Nay, mungkin sebentar lagi. Yang sabar, di mana-mana kan macet," jawab Nayna.
"Nggak apa-apa dateng lebih cepet, agar aku bisa tenang," balas Winda lagi.
"Kan baru jam sembilan juga, acara akad jam sepuluh, masih ada waktu satu jam lagi menunggu," Nay berusaha menenangkan.
"Sudah...sudah....jangan bicara lagi. Tenang aja bentar lagi pasti nyampe kok," potong Nayna ketika dilihatnya sahabatnya itu sudah membuka mulut hendak membantah kembali.
Tidak lama terdengar riuh di luar kamar yang mengatakan bahwa mempelai laki-laki dan keluarganya sudah tiba di lokasi.
"Tuuuhh, apa kubilang, sebentar lagi pasti sampai," ujar Nayna.
"Kamu bisa tenang tuan putri, pangeranmu dan keluarganya sudah tiba," goda Nayna pada Winda.
Winda hanya tersenyum saja mendengar Nay menggodanya. Hatinya lega, Bayu dan keluarganya sudah tiba. Windapun berharap semua akan di mudahkan dan berlancar lancar.
Tiba-tiba, pintu kamar Winda dibuka dari luar, sontak Winda dan nayna langsung menoleh ke arah pintu.
"Mamiiii.....," ucap keduanya berbarengan.
Mami menatap kedua gadis cantik di hadapannya. Dua orang wanita yang dicintainya seperti putrinya sendiri itu.
"Nay.....apa kabar sayang," mami mendekati Nayna lebih dahulu.
__ADS_1
Matanya tampak berkaca-kaca. Sudah begitu lama mereka berdua tidak pernah bertemu, peristiwa masa lalu begitu buruknya, membuat kenyataan pahit bahwa dua keluarga akhirnya memutuskan untuk tidak saling mengenal, untuk memutus tali persahabatan diantara mereka.
"Na....Na....Nay baik mi," jawab Nayna gugup.
Mami langsung memeluk erat Nayna, mengungkapkan rasa kangennya yanģ memang tidak dibuat-buat.
"Mami merindukanmu Nay......," jawab Mami kini mulai terisak.
"Nay juga mi....," balas Nay sendu.
"Sudah....sudah, jangan bersedih," mami berusaha untuk tidak menangis, kemudian melepas pelukannya pada Nayna.
"Kamu cantik sekali sayang....," mami menatap Nayna dekat.
Nayna tersenyum. Menatap mami bahagia. Perasaan Nayna kinipun sama seperti yang mami rasakan.
"Andai kamu dan Rendi baik-baik saja. Mami akan punya dua menantu cantik ini," keluh mami akhirnya.
Nay terdiam. Senyum di wajah Nayna menghilang. Saat nama Rendi disebut, mengingat laki-laki yang pernah amat dicintainya itu. Bukan hanya membuat romansa tersendiri di hatinya berdetak, tapi sekaligus mengoyak arta jiwanya yang pernah tersakiti dulu.
Mami menoleh ke arah Winda, lalu berjalan mendekati gadis itu.
"Calon mantu mami cantik sekali. Mami bahagia sekali akhirnya Bayu menemukan tambatan hatinya," mami menatap lembut Winda. Memegang tangan Winda dan mengelus punggung tangannya.
"Andai Win tahu bagaimana heboh dan paniknya Bayu sejak dari rumah tadi," mami menertawakan putranya.
"Bayu memang begitu mi. Dia terlalu mudah terbawa perasaanya dan panik," jawab Winda tersenyum.
"Semoga semua berjalan lancar ya sayang. Semoga kalian selalu bahagia dan hidup rukun hingga tua nanti," mami mendoakan, kemudian memeluk erat calon menantunya itu.
"Terimaksih mi....," jawab Winda bahagia.
Winda sangat bahagia. Bukan saja karena Bayu yang mencintainya, tapi juga karena keluarga Bayu yang menganggap Winda sebagai putri mereka sendiri. Mendapatkan keluarga baru yang rasanya sama saja seperti berada di rumahnya sendiri.
__ADS_1
Nayna tersenyum, ikut berbahagia menatap sahabatnya itu. Menyaksikan Winda yang sudah bertemu laki-laki yang sangat mencintainya, mertua sebaik mami dan papi. Ada rasa pedih yang tiba-tiba menusuk hati Nayna. Kapankah aku bisa bahagia seperti ini? Apa aku tidak pantas bahagia? Apa aku memang tidak akan pernah bisa bahagia? ucap sendu Nayna dalam hati.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"
Mohon Dukungannya
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
Coment 💬
Baca juga Novel Author Lainnya
☆ Mengejar Cinta Ustad
☆ Cinta 90
Mohon juga Dukungan
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
__ADS_1
Coment 💬