
"Bang.....," panggil Nay setelah menghabiskan potongan cake coklat dan setengah dari juicenya.
"Iya Nay....," jawab Rendi lembut menatap netra Nayna lekat.
Nay gugup. Netra coklat itu selalu saja menggetarkan hatinya, mengugah sisi terdalam dari satu rasa yang sampai detik ini masih selalu membuat Nay seperti tersetrum. Nay selalu saja masul dalam telaga hangat penuh kelembutan dari dalamnya netra coklat itu. Nay selalu menyukai netra coklat yang selalu menatap lembut itu.
Seketika ingatan Nay berkelebat, akan masa lalu indah yang dulu dilaluinya bersama cinta pertamanya ini. Laki-laki tampan yang baik dan lembut. Sosoknya yang dewasa mampu membuat Nay yang terlahir sebagai anak tertua juga merasakan bagaimana bahagianya menjadi seorang adik. Bang Rendi bukan hanya seorang kekasih, dia juga kakak, dia teman, dia bahkan bagai sahabat. Nay bebas melakukan apapun, bagaimanapun, dihadapan seorang Rendi Wijaya. Hingga kisah kelam sebuah pengkhianatan akhirnya harus dilalui Nayna.
"Bang Ren, Nay sudah lama pingin tanya sama abang," ujar Nay kembali menatap netra coklat kesukaannya itu.
"Tanya apa Nay?" jawab Rendi.
"Kenapa abang dulu menkhanati Nay? Nay fikir cinta pertama akan selalu indah, yang tidak mungkin akan tergoda. Nyatanya cinta Nay belumlah cukup bagi abang," tanya Nay pada Rendi.
Rendi menatap lekat Nayna. Dalam hatinya bertanya sendiri. Kenapa Nay menanyakan masalah ini kembali. Padahal saat dulu mereka akhirnyapun berpisah, sedikitpun Nay tidak percaya. Nay melepaskan saja cinta Rendi yang bukan lagi untuk dirinya. Nay seakan menerima walau hatinya terluka.
Apa Nay menyinggung masalah ini sebagai alasan untuk melepaskan cinta mereka selama-lamanya.
Rendi tertunduk lemah. Hatinya tidak akan pernah menerima kalau akhirnya Nayna harus bersama dengan laki-laki lain.
"Bang Ren," panggil Nay kembali.
"Abamg tidak permah berniat sedikitpun menyakiti Nay. Mengkhianati cinta kita. Saat itu abang terjebak oleh permainan abang sendiri. Abang ikut-ikutan teman-teman yang mendekati cewek lain di belakang pacar masing-masing," terang Rendi mengulang kisah lama itu.
Dan abang jadi terpaksa bertanggung jawab saat kecelakaan menimpa Mei saat pergi bersama abang," jelas Rendi kembali.
Ada binar penyesalan di mata Rendi. Ada kesedihan membuncah dari nada suaranya.
"Dekat dengan wanita lain bukan berarti hati abang juga menjadi dekat Nay," ucap Rendi kembali sendu.
"Lalu apa kelebuhan gadis itu, hingga abang tega menglhianati Nay. Menghancurkan kepercayaan juga yang selama ini tulus Nay berikan," tanya Nay kembali berapi-api
__ADS_1
Ada nada amarah dalam suaranya. Bukan hanya rasa kecewa, tapi lebih ke sakitnya dikhianati.
"Dia memang gadis yang berbeda dan amat bertolak belakang dengan Nay. Dia gadis yang sangat berami dan agresif. Abang terlena oleh perbedaan yang nyata antara kalian berdua," jawab Rendi kembali.
"Wakau akhirnya abanf tersadar bukan tipe gadis seperti itu yang abang cintai. Tapi saat abang menyadarinya semua sudah sangat terlambat," ujar Rendi kembali.
Nay menatap lekat wajah Rendi, mendengarkan tiap penjelasan yang Rendi berikan dengan banyak perasaan yang berkecambuk di dadanya.
"Dan abang tidak pernah bisa menyentuhnya. Abang hanya mengingat Nay tiap kali bersama gadis itu. Dan pernikahan kami hanya bertahan seumur jagung Nay. Mei memilih berpisah daripada menjadi istri yang tidak nyata," ucap Rendi kembali dengan sangat tulus.
Kali ini ada kebenarannya. Rendi tidak berbohong. Kalau sedari dulu hatinya tidak sedikitpun berubah. Mereka berpisah, dan Mei tetaplah seorang perawan. Dia menjadi janda perawan karena Rendi.
Bahkan Nay juga mendengar itu dari maminya bang Rendi. Bagaimana sesungguhnya rumah tangga putra sulungnya itu akhirnya berakhir.
"Tapi saat Nay memaafkan abang dan menerima abang kembali. Kenapa abang kembali menyakiti Nay. Abang tidak pernah benar-benar mencintai Nay," ujar Nay kembali dalam tanya yang masih ingin menyeret Rendi dalam belenggu kesalahan masa lalu.
Rendi mengusap wajahnya dengan tangan. Menghela nafas kasar.
"Abang begitu merindukanmu setelah sekian lama. Hingga akhirnya nafsu laki-laki yang lebih mendominan hingga abanh menyakitimu. Maafkan abang Nay," ucapnya Rendi sendu.
"Maaf bang, Nay takut menerima abang kembali. Nay takut suatu hari abang akan mengkhianati Nay kembali," ujar Nayna akhirnya mengatakan kegundahannya.
"Karena seseorang pernah berkata. Orang yang pernah berselingkuh, tidak menutup kemungkinan dia akan berselingkuh kembali jika mendapatkan kesempatan," ujar Nayna kembali meragu.
Rendi kembali mengusap kedua wajahnya. Akan sangat sulit menyakinkan seseorang yang pernah kecewa. Apalagi mengalami sendiri sebuah pengkhianatan. Kalaupun semua jadi alasan Nayna untuk memintanya pergi. Rendi akan menerima. Mungkin inilah balasan dari pengkhiatannya. Mungkin beginilah akhirnya rasa sakitnya mencintai dengan tulus. Mungkin inilah yang memang sudah jalannya, bahwa sejak dulu Tuhan memang tidak pernah membuat mereka berdua bersatu. Rendi hanya bisa mendesah pasrah. Menyerahkan takdir cintanya pada jalan yang telah dipilihkan Tuhannya.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Hii🖐🖐
Views Tercintahh🤩😍
__ADS_1
Rendi hanya bisa menyerahkan takdir cintanya pada jalan yang telah dipilihkan Tuhannya🙏🏻
Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"
Mohon Dukungannya
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
Coment 💬
Baca juga Novel Author Lainnya
☆ Mengejar Cinta Ustad
☆ Cinta 90
Mohon juga Dukungan
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
__ADS_1