
Flash Back On_Nayna
Nayna tampak gelisah di kamarnya, seperti ada yang difikirkan gadis manis itu.
Fikirannya kembali melayang pada Rey. Apa kurangnya Rey, dia terlalu baik Nayna. Rey satu-satunya laki-laki yang tidak mungkin menghianatimu. Bukankah cintanya sudah teruji selama ini, bisik Hati Nayna.
Ray, laki-laki itu benar-benar punya hati seluas samudra. Cintanya yamg tulus benar-benar tidak terjamah.
Tapi yang tulus dan teruji bukan jaminan jika dia ingin menyakitimu Nayna, bisik hatinya yang satu lagi.
Apa kau bisa menjamin kali ini dia masuk kembali ke dalam hidupmu, berusaha merebut hatimu, bukan untuk membalas dendam.
__ADS_1
Degg. Dendam. Apakah Rey menyimpan dendam untuknya, hati Nayna kembali bertanya.
Yahhh, Nayna sama sekali tidak pernah terfikir, mungkin saja Rey dendam, atas perlakuan Nayna selama ini. Bayangkan pemirsa, sejak masih di bangku putih abu-abu Rey itu sudah sangat menyukai Nayna.
Bagaimana perjuangan tiga tahun masa remaja Rey mendekati gadis itu. Nayna malah memilih dekat dengan orang lain waktu itu. Tapi Rey, pemuda itu tetap sabar dengan hatinya, masih terus memeluk cinta Nayna.
Rey bahkan memilih melepaskan Nayna kembali, saat sekali lagi gadis itu memilih untuk bersama laki-laki lain. Rey rela melepaskan cintanya, karena ada Rendi, perwira polisi yang sangat di cintai Nayna. Bagi Rey kala itu kebahagian Nayna adalah yang utama. Dia akan ikut bahagia, jika gadis yang dicintainya itu bahagia. Bahkan hingga detik ini, kebahagian Naynanyalah di atas segalanya.
Benarkah Rey masuk kembali dalam hidupnya hanya untuk membalas dendam. Dia meraih cintaku, kemudian akan menghancurkannya, dia akan meninggalkanku, membalas semua rasa sakit yang pernah diterimanya, hati Nayna bertanya kembali.
Tapi begitu Nayna teringat kembali bagaimana kemarin Rey berusaha menahan nafsunya untuk tidak menyentuh Nayna. Gadis itu menjadi kembali tersenyum. Bagaimana mungkin, laki-laki soleh yang berusaha menjaga marwahnya sebagai seorang wanita itu berniat menyakitinya. Rasanya bukan hanya Nayna, semua orang pasti akan mengatakan hal yang sama. Nayna kembali bernafas lega setelah berhasil menghapus fikiran negatif itu dari kepalanya.
__ADS_1
Tiba-tiba Nayna memejamkan matanya. Nay kembali terbayang saat dengan lembut Rey mengelus wajahnya. Nayna bisa merasakan kelembutan laki-laki itu. Rey juga mengusap bibirnya dengan jarinya, dia memutar-mutarnya saja jarinya itu pada bibir Nayna, ada cinta dan nafsu di tiap usapannya. Tapi sekali lagi laki-laki itu menahan diri untuk tidak menyentuhnya lèbih jauh.
Padahal saat itu Nayna sendiripun telah terbawa suasana. Dia sudah ingin menikmati bagaimana rasanya Rey mencium bibirnya, ********** lebih dalam. Saat itu nafsu Naynapun sudah bergejolak, diapun telah berkompromi dengan hatinya untuk tidak menolak perlakuan laki-laki itu, karena hati Nay juga menginginkannya. Dan sekali lagi. Bravo Rey, kau benar-benar laki-laki yang soleh itu, senyum Nayna akhirnya.
Nayna memegang dadanya. Hei, apa artinya aku sudah mulai menyukainya, Nayna tersenyum mengingat semuanya, dia berusaha menenangkan hatinya.
Belum lama berselang Nayna memikirkan Rey. Ingatan gadis itu tiba-tiba melayang pada Rendi. Tanpa ditanyapun Nayna sudah sangat tahu jawabannya. Laki-laki itu masih utuh berada dalam hatinya. Sebagaimanapun rasa sakit yang telah digoreskan Rendi, jujur saja itu belum mampu untuk menghapus cintanya pada laki-laki itu. Lima tahun ini, dia fikir bisa mengubur semua kenangan masa lalunya, dia fikir lima tahun dia benar-benar sudah move on dari laki-laki yang dicintainya itu.
Tapi nyatanya, alasan kenapa Rey terpaksa meninggalkannya. Mendengar kisah rumah tangga yang di jalaninya dengan gadis itu, tentu saja membuat Nayna kembali terbuai. Rey masih mencintainya, masih sangat mencintainya. Bahkan gadis itu, istrinya, belum terjamah di usia pernikahan mereka yang sangat singkat itu.
Nay kembali menyentuh bibirnya. Dia merasakan tidak ada penolakan dari dìrinya saat Rendi menciumnya di mobil waktu itu.
__ADS_1
Ciuman lembut sedikit nafsu waktu itu membuat Rendi menghentikannya saat dilihatnya Nayna menangis.
Tapi Rendi tidak tahu, Nayna menangis karena hatinya sangat merindukan laki-laki di hadapannya itu. Sentuhan bibirnya yang begitu lembut sangat menenanangkan bagi Nayna yang sangat ketakutan waktu itu. Andai Rey juga tahu, dia ingin sekali membalas ciuman itu, dia merelakan saja jika nafsu mengalahkannya kala itu. Tapi kondisi fisiknya memaksanya untuk diam saja, dia memilih saja untuk menikmati rasa rindu itu, walau dengan air mata.