Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Apa Ini Jawaban Dari Permintaan & Doa Nayna


__ADS_3

Nayna sudah berhias cantik sepagi ini. Walaupun masih sedikit pucat, tapi kebahagiaan tidak dapet disembunyikan dari wajahnya. Nayna sudah bersiap, rasanya sudah tidak sabar ingin bertemu kekasih, pujaan hati. Senyumpun selalu menghias wajah cantiknya.


"Nay, sepagi ini sudah mau ke Rumah Sakit," tanya bunda begitu Nay sudah berniat mengeluarkan mobilnya.


"Iya bun. Nay rasanya sudah tidak sabar lagi untuk bertemu bang Ki," jawab Nayna begitu bahagia.


"Tapi ajak Nayla. Biar Ay aja yang nyetir mobil kamu. Kamu belum terlalu sehat, jangan bawa mobil sendiri Nay," pinta bunda.


"Nay udah baikan kok bun. Insya Allah Nay nggak akan kenapa-kenapa," bela Nayna.


"Udah deh mbak Nay. Biar Ay aja yang nyetir mobilnya," tiba-tiba Nayla adiknya sudah muncul dan menyela.


"Tuh Ay juga udah siap kayaknya," kata bunda lagi.


Dan akhirnya Nayna dengan terpaksa menyetujui usulan bunda, agar Ay, adiknya saja yang menyetir mobil. Dibantahpun percuma, bunda selalu tak terbantahkan. Daripada harus saling menyahut dan berdebat. Nay lebih memilih agar cepat tiba di rumah sakit.


"Mbak Nay kenapa? Kok kayak gugup gitu?," tanya Ay menoleh sekilas ke mbaknya masih sambil menyetir.


"Nggak tahu Ay. Mbak merasa gugup aja. Perasaan mbak juga kayak ngga enak gitu," Nayna menjelaskan kondisinya.


"Mungkin karena mbak Nay baru sehat, jadi kondisi fisik juga belum terlalu baik," Ay berusaha menenangkan mbaknya.


"Iya, mungkin juga ya Ay," balas Nayna.


Tidak berapa lama sampailah Nayna dan adiknya di Rumah Sakit.


Setelah Ay memarkirkan mobilnya. Nay bergegas mengajak Ay menuju ruang rawat inap Rizki. Yah, Rizki sudah dipindahkan ke ruang rawat biasa setelah sadar dan kondisinya membaik.


Rizki adalah salah satu dokter terbaik di Rumah Sakit ini, disamping sebagian saham yang dimiliki keluarganya. Rasanya wajar saja jika dia mendapatkan pelayanan dan fasilitas terbaik dari Rumah Sakit ini. Uang dan kekuasaan memang tidak mungkin terkalahkan.


"Assalamualikum," sapa Nay begitu masuk ke ruang rawat Rizki.


Beruntung pagi ini semua keluarga Rizli sedang berkumpul. Pap, mom, dan kedua adik Rizki lengkap. Dan seorang wanita cantik berseragam putih dokter. Nay fikir, wanita ini pastilah dokter yang merawat Rizki selama ini.


"Nay.....sini sayang," panggil mom begitu dilihatnya Nayna dan adiknya yang baru saja masuk.


Nayna tersenyum, lalu bergegas menghampiri papi dan mommy Rizki, mencium tangan keduanya. Lalu menyapa kedua adiknya.

__ADS_1


"Alhmadulillah, Nay seneng banget abang udah sadar. Nay sengaja dateng pagi-pagi bikin kejutan. Bang Ki gimana keadaannya sekarang," ucap Nay bertubi.


Sementara Rizki hanya menatap heran pada Nayna. Sejak wanita ini masuk dan mencium tangan kedua orang tuanya, menyapa ramah kedua adiknya, Rena dan Rido. Rizki sudah menatapnya heran.


"Kamu siapa?" tanya Rizki tiba-tiba.


Nayna terdiam mendengar pertanyaan Rizki. Wajahnya melongo dengan mulut terbuka. Apa maksud Rizki menanyakan dirinya siapa.


"Bang Ki....Ini Nayna, tunangan dan calon istriku nak. Nggak mungkin bang Ki lupa kan?" mom dengan menjawab, begitu mendengar pertanyaan Rizki.


"Bang, ini mbak Nayna.....," kali ini Rena yang bicara.


"Jangan bercanda deh bang. Abang mau ngeprank kita yah," kali ini Rido yang bicara.


"Aku tidak main-main, siapa wanita ini," tanya Rizki kembali


Sementara Nayna masih terdiam. Fikirannya kalut, Nay menatap tidak percaya pada Rizki. Niatnya membuat terkejut kekasihnya, malah dirinya yang terkejut saat Rizki tidak mengenalinya.


"Mbak Nay....," Ay bergegas memhampiri dan memegang mbaknya.


Ay takut Nay kembali drop, karena tubuh dan fisiknya baru saja mulai membaik.


"Siapa dia Do. Apa abang mengenalnya? Apa abang memang harus mengingat wanita ini," jawabnya ketus.


"Ya tentu saja abang harus mengingatnya. Mbak Nay itu calon istri abang. Abang dan mbak Nay sebentar lagi akan menikah. Lalu bagaimana bisa abang malah tidak mengingatnya," bentak Rido kesal.


"Bagaimana ini dokter," tanya mom pada wanita yang berseragam putih.


"Ibu, bpk dan semuanya, mohon sabar dulu. Kondisi begini biasa terjadi pada pasien yang mengalami kecelakaan dan benturan keras di kepalanya," dokter cantik itu menjelaskan.


"Sebaiknya bapak dan ibu menemui dokter yang merawat Rizki. Dan pasti akan dilakukan pemeriksaan lanjutan guna mengetahui kondisi yang terjadi saat ini. Karena selain saya bukan dokrer yang menangani dokter Rizki, juga bukan bagian saya melakukan observasi dan pemeriksaan, karena berbeda bidang keahlian saya," jelas sang dokter lebih jauh.


"Baik dokter, terimakasih penjelasannya," jawab pap mewakili keluarganya.


Setelah dokter Melia permisi dari ruang rawat Rizki.


Mom mendekati Nayna, memeluk calon menantunya itu.

__ADS_1


"Sabar ya sayang. Kita akan menemui dokter, dan mencari solusinya," ucap mom menepuk punggung Nayna lembut.


Sementara Rizki cuma memandang pada Nayna dan keluarganya secara bergantian dengan tatapan heran.


Ya Allah. Apakah benar, Kau mengabulkan permintaan hamba kemarin. Menukar kesembuhan Rizki dengan perpisahan kami. Membiarkan Rizki sadar dengan ganti tidak akan bersama, ujar Nayna ketakutan dan bertanya pada dirinya sendiri.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"


Mohon Dukungannya


👇


Vote


Like 👍


Favorit ❤


Coment 💬


Baca juga Novel Author Lainnya


☆ Mengejar Cinta Ustad


☆ Cinta 90


Mohon juga Dukungan


👇


Vote


Like 👍


Favorit ❤

__ADS_1


Coment 💬


__ADS_2