Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Riko Dan Kayla


__ADS_3

Riko Pov


Riko masih memakai seragam sekolahnya menuju tempat latihan karate. Karena memang belum jamnya latihan, Riko masuk ke ruangan mengganti seragamnya. Dia sengja datang lebih cepat untuk mengganti seragam sekolahnya sekaligus makan siang. Karena kalau untuk pulang dulu ke rumah pastilah akan sangat terlambat. Maka setelah berganti pakaian segera Riko menenteng nasi bungkus yang di bawanya ke meja, dia berniat mengisi perutnya terlebih dahulu.


Hari ini Riko bertemu anggota baru karate. Walaupun bukanlah orang baru dalam olahraga karate, karena yang bersangkutan sudah masuk tingkat menengah dan memakai sabuk biru. Dia pindah tempat latihan dikarenan pindah rumah dan alamat baru. Gadis yang sangat tomboy dan cuek. Di saat para wanita yang sibuk mencari perhatian sempai Riko ketika selesai latihan, gadis manis bernama Kayla itu tampak cuek saja, tidak perduli.


Dan ini baru pertama kalinya Riko merasa ada seorang yang seolah benar-benar tidak tertarik padanya. Karena selama ini sempai Riko adalah idola.


Semua gadis bahkan rela antri mendapatkan perhatiannya, walaupun Riko sendiri selama ini memang tidak pernah menunjukkan sisi ketertarikannya pada gadis manapun.


Bukan karena gadis-gadis itu biasa-biasa saja. Kalau boleh jujur mereka yang menyukai Riko rata-rata adalah gadis-gadis cantik yang berkualitas. Tetapi entah kenapa tidak ada satupun yang bisa menarik hatinya.


Lalu datanglah gadis tomboy ini. Seorang gadis cuek, nggak perduli, dan sangat jauh berbeda dari gadis-gadis yang sering mengerubuninya seperti lalat. Gadis ini telah berhasil menggelitik hatinya, membuatnya penasaran dengan sikap cuek dan tidak perdulinya itu. Dan sejak itu segala cara dan usahanya untuk mendekati gadis itu serasa sia-sia saja. Apapun usahanya Kayla masih saja tidak perduli. Kesombongannya membuat ego Riko sebagai seorang laki-laki menjadi bergejolak, Riko berusaha keras mendapatkan perhatian gadis itu.


Hingga pada akhirnya Allah dan semestapun mendukungnya.

__ADS_1


Gadis itu akan mengikuti kejuaraan karate yang mengharuskan Rikolah yang menjadi pelatihnya.


Dia tersenyum dalam hati. Kalau tahu Allah akan mendekatkan mereka dengan jalan begini, untuk apa aku harus bersusah payah berapa bulan ini, keluh Riko lagi dengan perasaan lega.


Dan kenyataannya sungguh sangat ironi, gadis tomboy yang bernama Kayla ini memang begitu sulit untuk ditaklukkan.


Riko sama sekali tidak punya celah. Kayla gadis yang pintar dan smart, dia punya sejuta akal dan cara untuk bisa mengelabui dan menghindari Riko. Pertemuan mereka tidak bisa lebih dari hanya sekedar latihan karate saja. Kalau mau disebut, inilah yang namanya macan betina. Didekati menakutkan, dijauhi bikin penasaran.


Tapi Riko yakin usahanya tidak akan sia-sia. Batu yang keraspun jika sering ditetesin air hujan terus menerua akan pecah juga. Begitupun hati, sekeras apapun, jika di isi sejuta perhatian, dia akan melemah juga. Dan Riko, bukanlah jenis laki-laki yang mudah menyerah. Mami yang sudah lama berpisah dengan papinya. Mengasuh dan membesarkan dirinya dan kedua abangnya seorang diri, telah banyak mengajarkan padanya, yang walaupun kata orang masih bau kencur. Apa itu usaha dan kerja keras, bagaimana yang namanya ketekunan dan keuletan.


"Assalamualaikum,"


"Waalaikusalam.....," bunda membuka pintu


Setelah berkenalan dan bertanya, bundapun mempersilahkan Riko masuk, kemudian memanggil Kayla. Dan bunda sepertinya menyukai Riko yang tampak sopan dan ramah. Jarang-jarang bunda begitu baik pada teman laki-laki anak-anaknya. Karena mempunyai tiga anak yang semuanya perempuan, bunda memang bersikap lebih posesif.

__ADS_1


"Riko.....," tiba-tiba Nayna keluar dari kamarnya bersamaan dengan bunda dan Kayla yang juga sudah berada di ruang tamu.


"Loh....mbak Nay kenal sama Riko," selidik Kayla


"Owala, kamu juga kenal toh sayang sama temen adekmu," sahut bunda pula.


Seketika Nayna terpaku. Wajahnya menjadi pias, tampak ketegangan memenuhi sisi wajahnya.


"Mbak Nay, apa kabar," Riko mengulurkan tangannya.


"Ba...baik," jawab Nay tergagap menyambut uluran tangan Riko.


"Kamu kenapa toh Nay, kok gugup begitu. Memangnya Riko ini siapa," bunda sudah berada di sampingnya.


"Rik....Ri....Riko adiknya Rendi, anak tante Ratih bun," Nayna menjawab dengan makin terbata.

__ADS_1


__ADS_2