Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Fix Perjodohan


__ADS_3

"Bun....," Nayna tiba-tiba sudah berdiri di depan pintu kamar bundanya.


"Nay.....masuk sayang," jawab bunda pada putri sulungnya itu.


Nayna dan bunda sudah duduk di sofa dalam kamar bunda. Saling menatap dengan penuh cinta, rasa sayang antara seorang ibu dam putrinya.


"Nay mau mencoba jalani perjodohan itu bun," ujar Nay mantap menatap bunda.


Bunda menatap Nayna heran. Kemarin saat bunda mengatakan kalau sahabat ayahnya Nayna ingin menjodohkan putranya dengan salah satu putri ayahnya, dan ayah merasa pemuda itu sangat pantas untuk Nayna.


Nayna sangat ngotot menolak ketika bunda dan ayahnya membicarakan tentang rencana perjodohan itu kemarin. Sudah cukup vtbunda menjodohkannya dengan Bayu, anak tante Ratih sahabat bundanya dulu, Nayna tidak akan mau mencobanya untuk kedua kalinya, itu alasan yang dikatakan Nay waktu itu. Lalu kenapa tiba-tiba Nayna berubah fikiran, batin bunda.


"Nay ketemu Rey sama istrinya kemarin bun," ujar Nay tiba-tiba.


Nay tahu, Nay faham, dalam benak bundanya itu pasti ingin sekali bertanya, kenapa dia berubah fikiran jadi menyetujui perjodohan itu.

__ADS_1


Bunda menatap wajah putrinya itu, ada getir di nada suaranya.


"Rey tampak bahagia bun. Sepertinya dia sudah benar-benar melupakan Nay," ujar Nayna lagi.


"Kehamilan istrinya sudah besar. Mereka berdua berbahagia dengan memilih pakaian dan perlengkapan untuk calon anak mereka," Nayna berucap makinl


llllsendu.


"Nay......," bunda tidak mampu berucap.


Bunda ikut perasaan bagaimana kesedihan yang dialami putrinya itu selama ini.


Bunda memeluk Nayna. Membiarkan saja Nay mengeluarkan tangisnya. Bahkan saat Bunda membelai lembut rambutnya, Nay malah semakin terisak. Hari bunda terasa sangat sakit, bunda tahu, bunda sakit, bahkan mungkin lebih dari Nay sendiri rasakan. Putri sulungnya itu, anak pertamanya yang di jaganya bersama suaminya dengan penuh cinta dan kasih sayang. Anak yang sejak kecil, tidak pernah sekalian mengecewakan ayah dan bundanya, harus merasakan cinta yang sesakit ini. Anda bunda tidak punya Allah, di atas sana, yang sudah mengatur semua jalan hidup semua mahluknya. Mungkin bunda sudah lama mengeluh, dosa apa yang pernah dilakukannya di masa lalu, kesalahan apa yang permah diperbuatnya, atau pada laki-laki mana dulu bunda pernah menyakiti perasaannya, hingga putri yang sangat dicintainya ini harus menanggung semua kesalahan ataupun dosanya.


Setelah cukup lama Nay menangis, memgeluarkan semua rasa sesak dalam dadanya. Dengan mata yang masih memerah dan sisa isakannya, Nay menatap sedih wajah bundanya.

__ADS_1


"Nay akan mencoba menjalani perjodohan ini sekali lagi Bun," ujar Nay tampak pasrah


"Apa kamu yakin sayang," tanya bunda memastikan.


"Nay tidak tahu bun. Tapi Nay mau mencobanya,"


"Nay ingin bahagia juga seperti Rey yang akhirnya juga memilih untuk bahagia bun," putus Nay akhirnya dengan kembali terisak.


Bunda kembali membelai lembut wajah putrinya itu.


"Rizki anak yang baik, dia seorang dokter Nay. Bunda dengar dari kedua orang tuanya, Rizkipun pernah dikecewakan mantan tunangannya, sehingga hingga detik ini dia belum juga membuka hatinya untuk wanita lain," jelas bunda menatap Nayna.


"Ayah, bunda dan kedua orang tua Rizki berfikir. Kalian bisa saling dekat untuk mengobati luka di hati kalian masing-masing," jelas bunda kembali.


Nay tertawa miris dalam hatinya. Dua orang yang dilukai oleh cinta. Sungguh sangat kasihan dan menyedihkan, gumam hatinya.

__ADS_1


"Bunda dan Ayah sudah bertemu dengan Rizki nak. Dia lebih tua sekitar lima tahun darimu, dan terlihat sangat dewasa. Bunda bisa melihat kebaikan dalam dirinya Nay. Bunda dan Ayah sangat berharap kalian berdua bisa saling cocok," ucap bunda penuh harap.


"Besar harapan kami selaku orang tua agar kalian berdua bisa benar-benar melangkah ke jenjang yang serius. Bunda sangat mengharapakan kebahagian kalian berdua." ucap bunda tulus berharap kebahagian untuk putrinya itu.


__ADS_2