Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Kenangan Buruk Itu


__ADS_3

Flash Back On_Rizki


Rizki menepikan mobilnya di depan rumah Agung. Kalau siang begini pasti tidak ada orang di rumah ini selain pembantu. Setelah menyapa pΓ k Satpam dan pembantu rumah Agung yang memang sudah sangat mengenal Rizki, yang sudah mereka anggap sama seperti majikannya sendiri. Rizki segera naik ke lantai dua rumah tersebut, di mana kamar Agung berada. Tapi baru saja kakinya melangkah tepat di depan pintu dia mendengar tawa seorang wanita.


Apa Agung bersama seorang wanita. Bukankah selama ini dia masih jomblo dan belum mempunyai kekasih. Lalu siapa wanita ini, batin Rizki bertanya.


Rizki menghentikan langkahnya, ragu untuk mengetuk masuk atau balik pulang saja hingga dia merΓ sa mengenali suara si wanita. Tapi hatinya ragu, tidak mungkin itu suara Selena, tunangannya, mungkin mirip saja, batin Rizki agak mulai takut.


Hingga akhirnya Rizki mendengar percakapan mereka berdua.


"Selena sayang, kapan kau akan mengatakan semuanya pada Rizki dan mengakhiri hubungan kalian," tanya Agung yang sontak membuat mata Rizki membulat melotot.


Rizki seperti tidak mempercayai pendengarannya kalau saja kemudian dia tidak mendengar Selena berbicara.


"Sabar sayang. Aku juga sedang mencari jalan bagaimana bisa memutuskan hubunganku dengan Rizki. Kau tahu sendiri kami ini sudah bertunangan, kedua keluargapun sudah saling mengenal dan mengharapkan pernikahan," ucap Selena yang membuat darah Rizki semakin mendidih. Kini amarah sudah benar-benar menguasai hatinya.


Saat sesaat kemudian yang terdengar di telinganya adalah desahan demi desahan sepasang anak adam itu. Hati Rizki benar-benar tercabik-cabik, bagaimana bisa, dia dikhianati dua orang sekaligus, keduanya adalah dua orang yang sangat dicintai dan dipercayainya.


Bugg.....Bugg.... Tiba-tiba Rizki menendang pintu kamar Agung yang ternyata memang tidak terkunci. Mereka bahkan tidak sempat lagi untuk mengunci pintu kamar karena sudah tidak tahan lagi untuk bermesraaan, batin Rizki geram.


Amarah dan rasa geramnya semakin memuncak, saat di lihatnya kedua orang itu sedang berciuman hangat dengan posisi berdiri tidak berapa jauh dari pintu kamar. Rizki juga bisa melihat kedua tangan Agung sudah berada di gundukan kembar milik Selena. Pakaian Selenapun tampak sudah tidak karuan lagi bentuknya, bahkan hampir sebagian kancing kemejanya sudah terbuka. Sementara Agung sudah bertelanjang dada saja.


Baik Agung maupun Selena tampak tertegun. Tidak percaya bahwa Rizki akan memergoki mereka dalam keadaan seperti ini.


"******** kamu Agung. Kukira selama ini kita lebih dari sekedar sahabat, kukira kau adalah saudaraku," teriak Rizki marah sambil melayangkan pukulannya ke muka Agung.


Agung tampak terdiam, dia membiarkan saja Rizki memukulnya. Karena dia memang bersalah telah mengkhianati sahabatnya sendiri.

__ADS_1


Sementara Selena tampak menangis dan berteriak-teriak agar Rizki melepaskan Agung. Tapi tindakan Selena malah semakin membangkitkan amarah Rizki.


"Aku bisa ngejelasin semua Ki.....," ujar Selena bercucuran air mata.


"Kenapa, kau kasian pada selingkuhanmu ini," bentak Rizki pada Selena dan kembali memukul Agung hingga laki-laki itu tersungkur ke lantai.


Saat Rizki bergerak hendak mendekati Agung kembali, Selena cepat memegangi kaki Rizki.


"Lepaskan tangan kotormu itu," bentak Rizki, tapi Selena malah semakin erat memeluk kakinya.


"Aku selalu menjagamu selama ini, bahkan menjaga dari nafsuku sendiri. Semua itu aku lakukan untuk menghormatimu, menjaga marwahmu sebagai seorang wanita. Aku ingin kita sama-sama melepaskannya nanti saat malam pertama kita sebagai pasangan suami istri," teriak Rizki sedih, matanya tampak memerah menahan tangisnya agar tidak jatuh di hadapan dua orang penghianat ini.


"Tapi nyatanya aku salah. Aku melihat sendiri dengan mata kepalaku kelakuan jalangmu bersama laki-laki ini," teriak Rizki lagi menunjuk Agung.


"Lepaskan tangan kotormu itu, jangan berani-berani menyentuhku," teriak Rizki kembali sambil menghempaskan kakinya yang membuat pegangan Selena terlepas. Gadis itu ikutnterjerembab di lantai.


Rizki kembali menarik Agung, memukulnya dengan bertubi, yang membuat Selena jadi berteriak histeris.


"Aden, yang sabar yah.....," bik Ina ikut menenangkan.


Sesaat Rizki memandang kedua orang tua yang ada di hadapannya ini. Rizki menarik nafas dalam, mengatur udara yang masuk ke paru-parunya, berusaha menenangkan amarahnya sendiri. Sesaat matanya menatap Selena dan Agung secara bergantian. Sebelum akhirnya memilih pergi dan menutup pintu kamar dengan sangat keras, menunjukkan amarahnya.


"Aden.....ayo den....," mang Ujang membantu mengangakat tubuh Agung dan memapahnya ke atas tempat tidur.


Sementara bik Ina membantu non Selena berdiri.


"Sebentar ya Den.....Non....bibik ambilin kotak obat dulu," ujar bik Ina berlalu dari kamar Agung.

__ADS_1


Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"


Mohon Dukungannya


πŸ‘‡


Vote


Like πŸ‘


Favorit ❀


Coment πŸ’¬


Baca juga Novel Author Lainnya


β˜† Mengejar Cinta Ustad


β˜† Cinta 90


Mohon juga Dukungan


πŸ‘‡


Vote


Like πŸ‘

__ADS_1


Favorit ❀


Coment πŸ’¬


__ADS_2