
"Assalamualaikum," sapa Nayna riang.
Mom yang mendengar suara Nayna segera bergegas ke luar.
"Nayna sayang. Ternyata bener kamu, mom kangeenn banget nak....," ujar bunda langsung memeluk Nayna.
Nay ikut memeluk mom Rizki. Terharu akan kasih sayang wanita di hadapannya ini. Naypun mencintainya seperti Nay mencintai bundanya sendiri.
Tidak lama mompun melepaskan pelukannya pada Nayna. Menatap lekat gadis yang telah dianggapnya sebagai calon menantunya ini. Gadis yang cantik, baik, sopan dan lembut. Aku dan papi tidak salah menjodohkannya dengan bang Ki saat itu, gumam mom dalam hatinya.
"Mom, Nay baru pulang kantor. Belum sempet sholat Ashar. Nay boleh izin sholat mom," ujar Nay akhirnya, setelah kikuk di tatap lekat oleh mom.
"Tentu saja sayang. Ke kamar bang Ki aja, nanti mom ambilin mukenanya," ujar mom memberi perintah.
Nay sebebarnya izin sholat di kamar mom aja, tapi Nay tidak ingin membantah perkataan mom. Nay menuruti saja perintah mom, melangkah ke lantai dua kamar Rizki.
Sesampai di kamar Rizki, Nay ragu. Ini adalah kali keduanya Nay memasuki kamar Rizki. Belum sempat memasuki kamar ini, saat itu Nay hanya mengintip saja dibalik pintu kamar. Setelah saat pertama kali ketika makan malam keluarga, mom memaksanya untuk melihat kondisi Rizki, yang saat itu tengah marah ketika keluarga mengingatkan tentang masa lalunya. Saat di mana mereka belumlah dekat dan saling mencintai seperti sekarang ini.
Nayna mencoba mengetuk pintu kamar. Setelah beberapa kali mengetuk, tapi tidak ada juga sahutan dari dalam. Nay mencoba membuka handel pintu, ternyata kamar memang tidak terkunci.
Nay membuka pintu perlahan, kemudian melangkah ke dalam perlahan pula. Nay mendengar suara air di dalam kamar mandi. Mungkin Rizki tengah mandi, fikir Nay. Nay kemudian berkeliling kamar yang di dominasi warna abu-abu ini. Kamar dengan aroma laki-laki yang kental ini tersusun rapi dan teratur. Dokter tampan ini ternyata sangat apik menata kamarnya sendiri. Nay mengangguk angguk dan terkagum kagum melihat isi kamar Rizki.
Setelah puas Nay duduk di sisi tempat tidur, Nay ingin mencuci wajahnya terlebih dahulu, membuang rasa capek dan kantuknya setelah seharian bekerja. Nay ingin berwudhu lalu sholat, Nay yakin setelahnya badannya akan terasa segar kembali. Nay sudah cukup lama menunggu Rizki yang belum juga keluar dari kamar mandi. Pak dokter ini lama banget mandinya, seperti perempuan saja. Jangan terlalu bersih la dok, gumam Nayna sedikit kesal.
Rizki keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk. Dibiarkannya saja dada bidangnya terekspos. Tubuh tinggi, atletis dan sempurnanya tampak terpampang indah. Rizki tampak sedikit terkejut saat dilihatnya Nayna sudah tertidur di sudut tempat tidurnya. Rizki mendekati Nayna, menatap dengan lembut wajah kekasih tercinta. Betapa sempurnanya Tuhan meciptakanmu, bisik hati Rizki.
Rizki dengan pelan-pelan mengangkat tubuh Nayna, memindahkannya ke tengah tempat tidur.
__ADS_1
"Bang Ki.....," teriak mom begitu masuk kamar Rizki.
Rizki yang selesai memindahkan tubuh Naynalamgsung berbalik menatap momnya itu. Ssstttt.......meletakkan jari telunjuknya di bibir, memberi kode agar mom tidak berisik.
"Abang baru selesai mandi dan melihat Nay tertidur di ujung tempat tidur. Tadi abang hanya memindahkan posisi Nay ke tengah tempat tidur, takutnya Nay jatuh mom," Rizki menjelaskan dengan suara berbisik.
Mom menatap putranya tersebut sesaat. Kemudian mendekati posisi Nay tidur. Meletakkan mukena yang dibawanya di sisi tempat tidur, kemudian mengusap lembut kepala Nayna dengan penuh kasih sayang.
Rizki yang sudah mengenakan pakaian santainya, mengamati saja apa yang dilakukan momnya.
Gadis ini sudah menyihir semua keluargaku. Bahkan mom terlihat begitu mencintainya. Mom memperlakukan Nayna seperti mom memperlakukan adiknya Rena, putri satu-satunya mom. Tapi kenapa tidak ada sedikitpun ingatanku yang tersisa tentang gadis ini, batin hati Rizki.
Tapi entah kenapa saat aku melihat Nayna bersama laki-laki lain waktu itu, dadaku langsung panas. Amarah terasa menguasaiku. Andai aku tidak berfikir jernih, sudah kuhajar laki-laki yang bersama Nay saat itu. Apa yang terjadi dengan diriku. Apakah ini benar, bahwa gadis ini memang spesial di hatiku. Bahwa dia memang tunangan yang kupilih dan kucintai. Sepertinya tanpa sadar, tanpa ingatan tentang Naypun, hatiku sudah berbicara sendiri, gumam Rizki kembali.
Kemudian mom dan Rzkipun keluar kamar. Memutuskan membiarkan Nayna beristirahat sebentar. Gadis itu terlihat sangat lelah, dan tertidur begitu nyenyaknya.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Views Tercintahh🤩😍
Maaf Author Baru Up hari ini🙏🏻
Author mau ngucapin Selamat Hari Raya Idul Adha 1441H
Munal Aidin Walfaidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin🙏🏻
Author juga mau berterima kasih, untuk semua dukungan buat Author🙏🏻
__ADS_1
Makasih untuk semua comentnnya🙏🏻
Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"
Mohon Dukungannya
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
Coment 💬
Baca juga Novel Author Lainnya
☆ Mengejar Cinta Ustad
☆ Cinta 90
Mohon juga Dukungan
👇
Vote
__ADS_1
Like 👍
Favorit ❤