
Mobil yang dikendarai Nayna sudah memasuki halaman rumah besar bercat putih itu.
Setelah memarkir mobilnya, dua saudara itu keluar dari dalam mobil.
Sesaat Nayna terdiam. Dulu sering datang ke sini karena di jodohkan dengan Bayu. Kini laki-laki itu sudah bahagia bersama Winda, sahabatnya tercinta.
Tidak disangka ternyata takdir juga mempertemukannya kembali dengan Rendi. Laki-laki cinta pertamanya itu nyatanya juga putra tante Ratih.
Nay belum mempersiapkan hatinya kembali. Bukan karena perasaannya pada Rendi masih ada. Tapi tetap saja ada perasaan yang tiba-tiba menyusup ke dasar hatinya. Getar itu sedikit banyak masih menyisakan sedikit. Karena walau bagaimanapun, mereka pernah bersama dan saling mencintai.
Nay fikir keputusannya tepat. Nay hanya ingin membantu Nayla, adikny itu. Nay bersikap santai dan biasa saja karena memang menganggap semuanya antara Rendi dan dirinya telah berakhir. Dan nyatanya, semua tidak semudah yang di fikirkan Ferguso. Ada hati dan perasaan di sini. Semoga saja tidak ada bang Rendi di sini, ujar Nay dalam hatinya penuh harap.
Sementara Nayla masih menunggu mbakny. Ay membiarkan saja Nay mengendalikan diri terlebih dahulu. Karena Ay sendiri tahu bagaimana hubungan bang Rendi dan mbak Nay dulu. Sejak awalpun Nay sangat menolak untuk terlibat. Bukankah Ay sendiri yang memaksa Nay. Meminta bantuan Nayna agar bisa mendekatkannya dengan bang Rendi.
Come on Ay. Sudah sejauh ini. Teringat kembali bagaimana sulitnya bernegosiasi dengan kakak iparnya itu agar menginjinkannya untuk minta di temenin mbak Nay. Kalau tidak semua demi bang Rendi. Mana mau Ay memohon pada kakak iparnya yang dingin dan posesif itu. Entahlah, karena mbak Nay, bang Ki bisa jadi suami yang begitu menyebalkan, gumam Ay menyemangati dirinya sendiri.
"Mbak Nay, ayok....Kok kita malah bengong di sini," ajak Ay pada Nayna.
Keduanya melangkah dan memencet bel pintu besar bercat coklat tua itu. Tidak berapa lama pintupun terbuka.
"Nayna sayang......," teriak tante Ratih begitu muncul di balik pintu.
"Mami.....," jawab Nayna tersenyum.
Mami. Bahkan mbak Nay memanggil mami pada ibu bang Rendi, gumam Ay dalam hati.
"Mami fikir nggak serius waktu nelp mau main ke rumah," ucap tante Ratih sumringah.
Terlihat sekali kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya. Senyumnya bahkan terus menyembul sedari tadi. Ahhh, benar ternyata, dulu itu, kalau memang tante Ratih sangat berharap mbak nay yang akan menjadi menantunya.
Sepertinya langkah yang sulit jika harus menghapus mbak Nay dari hati mereka. Mbak Nay punya memori sendiri di hati penghuni rumah ini, keluh Ay sedikit hilang keberanian.
"Ayo Nay masuk. Mami sudah menyiapkan banyak hidangan lezat untuk kalian," ujar tante Ratih dengan semangat membawa Nayna masuk ke dalam rumah.
"Ehh Ay...ayo kamu juga ikut masuk sayang, jangan berdiri saja di situ," tante Ratih berbalik dan memanggil Nayla.
"Iya tante......," jawab Nayla tersenyum kaku dan mengikuti saja langkah keduanya menuju ruang makan.
__ADS_1
"Lihat Nay. Mami sudah menyiapkan banyak makanan lezat. Ayo Ay kemari, jangan malu-malu," ajak tante Ratih dengan tetap masih menggelayuti Nayna
Aku tersenyum membalas tawaran tante Ratih.
Mengambil posisi untuk ikut duduk. Matanya sudah menatap begitu banyak hidangan yang tersedia di sana.
"Sayang Winda ikut Bayu ke luar kota Nay. Kalau nggak itu anak pasti udah heboh tahu kamu ke rumah mami," ujar tante Ratih lagi pada Nayna.
"Iya mi. Nay udah telephonean tadi pagi sama Winda. Dia kesel akunya dateng pas dia lagi nggak ada," balas Nayna tersenyum.
"Lagian udah lama banget kalian nggak pernah jalan bareng lagi Nay. Kayaknya Winda kangen banget tu," sahut tante Ratih kembali.
"Sama mi. Nay juga kangen banget. Tapi komunikasi nggak putus kok mi. Lagian Winda itu satu-sarunya sahabat rasa saudara," balas Nayna, hatinyapun menghangat.
Nayla masih terdiam. Menikmati saja interaksi keduanya, antara tante Ratih dan mbak Nay. Melihatnya, Nayla menjadi mengerdil. Merasa kecil. Tidak bisa dibandingkan dengan mbak Nay. Bukan hanya bang Rendi, bahkan mami bang Rendipun terlihat sangat menyayangi mbak Nay.
"Eeehh Ay, sini sayang. Kok diem aja di situ," mami memanggil Nayla.
Menyadari jika sedari tadi dia terlalu sibuk berdua Nay saja. Mau bagaimana lagi, semenjak memutuskan tidak bersama putranya, bang Rendi. Dan memutuskan pula menikah dengan si dokter, mami tidak pernah lagi bertemu Nayla.
"Ay...kamu itu mestinya seperti Nay. Panggilnya mami juga. Mami lebih suka begitu," ujar mami pada Nay begitu sudah mendekat.
"Eeeeh....eehhh....," Nayla gugup dan memasang senyum kakunya pada tante Ratih.
Kenudian menatap mbak Nay sekilas yang berada di belakang tante Ratih. Mulutnya sudah komat kamit entah bicara apa. Matanya melotot pada Nayla entah memberikan kode apa. Berulang Kali pula mengganggugkan kepalanya. Nayla mengerutkan pelipisnya, tidak mengerti isyarat apa yang dikatakan mbaknya itu.
Sementara Nayna sudah dalam mode on kesel.
Ini anak nggak ngarti banget, udah di kode in kagak ngarti juga, gumam Nayna dalam hati kesal.
Hilang dah kesempatan lu buat cari muka, kalau di diemin aja. Dasar jomblo, kagak nyadar juga, gerutu Nayna lagi.
"Iya nih sih Ay mi. Udah tahu mami itu kayak bunda aja bagi kami. Masih aja malu sekedar panggilam yah mi," lantang suara Nayna memdekat.
Matanya mendelik pada Nayna. Kalau kagak ngerti juga, terpaksa di tonjor kepala ini anak, Nayna sudah mengeretak giginya kesal.
"So Ay....mulai hari ini panggil mami aja yah," mami membalas ucapan Nayna cepat.
__ADS_1
Ya elaaahh, malah si mami yang ngarti, Nayna mengelus dadanya.
"Eeehh...iya deh tan....iya deh mih," jawab Nayla cengengesan menyadari keterlambatannya memahami situasi
"Nahh gitu dong. Mami seneng banget, serasa punya lagi anak perempuan. Nggak ada Nay kan Nayla," jawab mami lagi menatap keduanya bergantian.
Acara selanjutnya bisa dipastikan nggak lepas dari tawa bahagia si mami.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Kelamaan jomblo gitu deh Ay. Kurang peka sama keadaan😂🤣🤭😜✌
Kode-kode nyampe pelototan kagak ngarti juga😱😱
Gimana lagi acara cari muka sama si mami yah🤔🤔🤔 Tungguin terus up selanjutnya cintahhh🙏🏻✌
Maaf baru update
Karena Author juga ada kerjaan di dunia nyata🙏🏻😁🤭🤭
Disamping juga mesti update Novel satunya lg👌👍🏻✌
Jangan lupa yah readers tercintahhh🙏🏻🙏🏻
Dukungan Vote, Like, Fav & Coment🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Novel Author yg lain👆
Baca juga kisah cinta dalam diamnya Rania mengejar sang ustad di Novel "Mengejar Cinta Ustad:🙏🏻
Kisahnya nggak kalah serunya sama kisah Nayna & Nayla di novel Love Or Be Loved👌🙏🏻
Dukungan👉🏽Vote, Fav Like & Comentnya juga yahh reader tercintahhh✌
Author kasih double kiss deh😗😙😚
__ADS_1