
Rizki masih menatap lembut Nayna. Menikmati kecantikan alami sang kekasih hati. Posisinyapun masih berjongkok tepat di hadapan Nayna.
"Nay sayang, walaupun cinta kita mungkin belumlah besar di hati kita masing-masing. Itu bukanlah menjadi satu masalah, yang terpenting kita saling mencintai, dan cinta akan terus bertumbuh dan bertumbuh. Karena sekarang, Aku & Kamu adalah Kita Selamanya," ucap Rizki lagi sambil menatap Nayna.
"Naynaku, maukah kamu menjadi istriku, ibu dari anak-anak kita kelak," Rizki kembali berucap dengan mempersembahkan kotak bentuk love berisi cincin di hadapan Nayna.
Nayna tampak terkejut. Nayna sama sekali belum mempercayainya. Nayna memegang dadanya, matanya sudah mulai memerah.
"A....a...ap...apakah ini berarti abang melamar Nay?" Nayna masih tidak percaya dan bertanya.
"Jawabannya hanya dua Nay sayang. Kamu yang menjadi istriku, atau abang yang menjadi suamimu," jawab Rizki kemudian, bukannya memberi pilihan.
Nayna tertawa kecil mendengar jawaban Rizki barusan, tapi tatapan matanya masih terlihat haru.
"Naynaku sayang. Sekali lagi abang bertanya. Bersediakah kamu menjadi istri abang, menjadi ibu dari anak-anak kita nanti. Walaupun kita belumlah lama saling mengenal, itu tidaklah menjadi masalah. Kita akan berpacaran dan lebih mengenal lagi setelah menikah nanti," ucap Rizki mantap.
"Abang tidak akan merayu dan berbicara terlalu muluk. Tapi abang berani pastikan, Naylah satu-satunya wanita di hati abang selama-lamanya. Abang berjanji akan selalu membahagiakan dan tidak akan pernah menyakiti kekasih hati abang ini," ucap Rizki lagi.
"Katanya tidak mau merayu dan muluk-muluk. Itu barusan bukannya rayuannya ketinggian," bantah Nayna.
"Itu bukan rayuan sayangku. Itu janji abang padamu. Jadi bolehkah abang pasangkan cincin ini sebagai tanda Nay menerima lamaran abang," tanya Rizki tidak sabar menunggu jawaban Nayna.
Karena Rizki yakin, bukan dirinya sendiri yang tidak sabar. Tapi semua penonton setia di belakangnya mungkin juga sudah menggerutu geram.
Nayna menatap Rizki kembali. Mencari kebohongan di mata pak dokter tampan itu. Dan juga memastikan hatinya sendiri. Sudah beranikah Nayna melangkah maju. Menutup semua kisah, cerita dan luka hati. Bersama laki-laki di hadapannya ini, memulai untuk melangkah, berdua, menuju masa depan. Bismillah, akhirnya Nayna memutuskan dan berucap dalam hati.
__ADS_1
"Iya bang. Nay bersedia.......," jawab Nayna akhirnya.
Wajah Rizki berbinar. Senyum lebar menghias bibirnya. Diambilnya cincin dari kotak berbentuk hati itu, kemudian di sematkannya di jari manis Nayna. Lalu dikecupkan punggung tangan Nayna serasa berucap, terimakasih sayang. Saat baru saja Rizki sudah berdiri mendekati Nayna, berniat mencium bibir mungil sexy milik kekasihnya itu.
"Jangan asal nyosor, belum sah.....," teriak papi Rizki. Diikuti teriakan keluarganya yang lain.
Nayna dan Rizki sontak menoleh. Rizki tampak tersenyum malu. Keluarganya dan keluarga Nayna sudah berkumpul semua. Entah sejak kapan mereka semua sudah duduk di dalam gazebo. Rizki dan Nayna malah tidak menyadarinya.
Dan yang paling dibuat kaget disini adalah Nayna. Hari ini Nayna sudah cukup dibuat terkejut dengan makan siang romantis yang berujung lamaran yang dilakukan Rizki. Lalu kini semua kekuarganya dan keluarga Rizki ternyata juga sudah berkumpul semua.
Nayna berlari, menghambur ke pelukan bundanya dan terisak. Bunda memeluk sayang putri sulungnya tersebut. Naynanya ini memang cengeng, gumam bunda akhirnya.
"Ayolah jangan menangis sayang bunda. Bukankah hal ini yang Nay tunggu selama ini. Dan ternyata Allah talah mengirimkan Rizki untuk Nay," ucap bunda tersenyum setelah melepaskan pelukan putrinya itu.
Nayna berusaha tersenyum, menghapus air matanya yang sedari tadi sudah jatuh. Lalu mendekati mommy Rizki dan memeluknya.
"Dan sepertinya setelah ini aku akan punya saingan untuk menjadi anak perempuan mommy satu-satunya sejak ada mbak Nay," ledek Rena pada mommy dan calon kakak iparnya itu.
Nay dan momnypun berpellukan dan tertawa menatap Rena. Menggoda Rena dengan membuatnya semakin iri. Dan semua keluargapun akhirnya ikut tertawa.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"
Mohon Dukungannya
__ADS_1
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
Coment 💬
Baca juga Novel Author Lainnya
☆ Mengejar Cinta Ustad
☆ Cinta 90
Mohon juga Dukungan
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
__ADS_1
Coment 💬