
"Mi...Nay pamit duluan yah," ucap Nayna pada mami bang Rendi.
Kemudian mata Nay mendelik saat dilihatnya Ay sudah berniat protes dan bicara. Ini anak kagak ngarti kalau lagi dibantuin, mau prores terus," kesal Nayna dalam hati masih melototin Ay, adiknya.
Ay yang tahu kalau mbaknya terlihat melotot tidak suka padanya, akhirnya memilih menutup mulutnya.
"Ay ntar biar bang Rendi aja yang anter Mi. Karena Nay mau mampir ke rumah sakit dulu jemput bang Ki," jelas Nayna pada mami tapi bisa di dengar oleh Rendi dan Nayla.
"Loh memangnya mobil suamimu kemana, kok pakek dianter jemput Nay," tanya mami kembali.
"Mobil bang Ki lg di bengkel mi. Pagi tadi aja Nay yang ngedrop ke RS. Kalau abang yang bawak mobil Nay, tahu sendiri schedule dokter mi. Tapi mungkin lusa insya Allah udah beres kok mi," jelas Nayna pada mami.
"Ay mbak duluan pulang yah. Mbak mau mampir ke Rumah Sakit dulu. Kamu pulangnya minta anter bang Rendi aja," ujar Nayna pada Nayla.
Pernyataan Nayna membuat Nayla terdiam karena takut. Andai tadi Ay membawa mobilnya sendiri, dia bisa pulang sendiri tanpa merepotkan siapapun. Apalagi bang Rendi. Dengan terpaksapun Ay yakin bang Rendi nggak mungkin mau mengantarkannya pulang.
"Mbak, Ay ikut mbak aja yah. Nggak apa-apa ikut mampir ke RS dulu....," bujuk Nayla pada Nayna.
"Mbak itu dari Rumah Salit mau pulang ke rumah mama mertua Ay," Nayna memberikan alasannya.
"Ayolah mbak....masak mbak tega sih nggak ngajak Ay, malah pulang sendiri," bujuk Nayla kembali cemberut.
Nayla sudah membayangkan bagaimana rasanya jika harus pulang bersama Rendi. Ahhhh....Nayna jadi ketakutan sendiri.
Sementara Nayna menahan emosinya karena kebodohan yang dibuat Ay dengan membujuknya barusan. Katanya cinta. Mau berjuang. Dikasih kesempatan malah keder, gerutu Nay dalam hati.
"Udah nanti abang yang anter pulang....," tiba-tiba Rendi membuka suaranya, sebelum Nayna kembali memberikan alasannya untuk meninggalkan Nayla.
Sontak bukan hanya Nayla yang kaget dan menoleh pada Rendi. Mami dan Naynapun seketika kaget dan menoleh. Keduanya tidak mempercayai pendengaran mereka sendiri.
__ADS_1
"Ya udah kalu gitu Nay pamit ya mi," Nayna mencium punggung tangan bunda dan memeluknya erat.
Semoga Ay dan bang Ren lancar y mi, bisik Nayna pada mami, yang dibalas mami dengan ucapan aamiin.
"Ay....mbak Nay duluan yah," Nayna pamit pada Nayla sambil mengedipkan sebelah matanya.
Lalu beralih menatap Rendi yang dengan cueknya seolah tidak perduli.
"Bang, Nay titip Ay yah. Awas loh kalau bikin Ay nangis. Jagain Ay ya bang," ujar Nayna pada Rendi.
Tidak berapa lama mobil Naynapun sudah meninggalkan halaman rumah tante Ratih.
"Mau pulang sekarang?" tanya Rendi pada Nayla.
"Iii....iy...iya bang Ren," jawab Nayla gugup.
"Abang mandi dan sholat isya sebentar," jawab Rendi datar.
"Ayo sini Nay, duduk deket mami," panggil mami pada Nayla.
"Kamu itu jangan ambil hati sikap bang Rendi. Abangmu itu terlalu banyak masalah hati dalam hidupnya selama ini. Maklumi aja ya Ay sayang," ucap mami memberi pengertian pada Ay.
"Iya mi.....," senyum tulus Nayla.
"Ay harus yakin, pasti bisa meluluhkan hati abangmu itu. Mami selalu mendukung Ay. Dan mami pasti siap membantu Ay, agar kalian berdua bisa bersatu nanti," ujar mami kembali pada Nayla.
Nayla tersenyum kembali menatap mami bang Rendi. Menatap ketulusan dari seorang ibu. Betapa mami sangat ingin putranya itu bisa keluar dari belenggu masa lalunya. Menjalin hubungan indah, menikah dan akhirnya juga berbahagia. Ahh....Ay juga ingin begitu. Andai bang Rendi mengerti, hatinya tulus mencintai. Andai bang Rendi melihat diri Ay sebagai seorang wanita, membuka hatinya, dan mencoba menjalani hubungan yang baru.
Ay sama sekali tidak bisa memahami. Kenapa begitu sulitnya menjalin hubungan. Kenapa begitu susahnya untuk bisa membuka hati. Ay ingin tidak perduli dengan semua tindakan bang Rendi yang selalu menolaknya. Tapi jika akhirnya penolakan tersebut dengan menghadirkan wanita lain. Mungkin Ay bisa saja berfikir untuk melupakan semua perasaannya.
__ADS_1
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Bagaimana akhirnya kisah cinta Nayla dan bang Rendi?
Apakah Ay bisa menaklukkan hati bang Rendi yang sudah membeku itu?
Maaf baru update🙏🏻🙏🏻
Karena Author satu minggu ini lagi pindahan rumah😱😭😭
Disamping juga mesti update Novel satunya lg👌👍🏻✌
Jangan lupa yah readers tercintahhh🙏🏻🙏🏻
Dukungan Vote, Like, Fav & Coment🙏🏻🙏🏻🙏🏻
New Novelnya Author
Dukungan Vote, Favorit, Like & Coment🙏🏻
👇
Novel Author yg lain👆
Baca juga kisah cinta dalam diamnya Rania mengejar sang ustad di Novel "Mengejar Cinta Ustad"🙏🏻
__ADS_1
Dukungan👉🏽Vote, Fav Like & Comentnya juga yahh reader tercintahhh✌
Author kasih double kiss deh😗😙😚