
Tibalah akhirnya acara Ijab Kabul. Ijab kabul adalah ucapan dari orang tua atau wali mempelai wanita untuk menikahkan putrinya kepada sang calon mempelai pria. Orang tua mempelai wanita melepaskan putrinya untuk dinikahi oleh seorang pria, dan mempelai pria menerima mempelai wanita untuk dinikahi. Wali nikah yaitu ayah Winda yang akan menikahkan putri tercintanya sendiri.
Ayah Winda : Saudara Bayu Wijaya bin Wijaya Indra
Jawab mempelai laki-laki : Saya
Ayah Winda : Saya nikahkan anda dengan anak perempuanku Winda Putri Riani binti Akbar Riadi dengan mas kawin emas 50 gram dibayar tunai.
Bayu Atmaja : Saya terima nikahnya Winda Putri Riani binti Akbar Riadi, dengan mas kawin emas 50 gram, tunai.
Bayu mengucapkannya dengan lancar dalam satu tarikan nafas. Setelah senua saksi mengucapkan sah....sah....sah......Bayu langsung bernafas lega dan bersyukur. Bukan hanya Bayu yang merasakan kelegaan, Winda, kedua orang tua mereka, juga termasuk Nayna dan semua yang hadir di moment sakral ini mengucap syukur bersyukur. Kemudian Winda mencium punggung tangan Bayu. Laki-laki itu sekarang sah menjadi suaminya, imamnya dunia wal akhirat. Winda dan Bayupun menandatangani akta dan buku Nikah. Maka resmilah mereka menjadi pasangan suami istri secara agama dan negara.
Maka berpindahlah tanggung jawan itu dari tangan ayah Winda ke tangan Bayu, sang suami. Ijab Qabul berbunyi seperti ini "Saya terima nikahnya si fulana binti fulan dengan Mas Kawinnya dst......."
Namun, tahukah apa sebenarnya makna dari Ijab Qabul? Maknanya adalah "Maka aku tanggung dosa-dosanya si fulana dari ayah dan ibunya, dosa apa saja yang telah dia lakukan, dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat. Semua yang berhubungan dengan si fulana, aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yang menanggung, serta akan aku tanggung semua dosa calon anak-anakku".
Ketika ijab kabul itu diucapkan maka tanggung jawab suami adalah terhadap istrinya. Segala yang dilakukan istri, suami wajib mengetahui.
__ADS_1
Bahkan ketika sang istri tidak melaksanakan shalat maka suami yang ikut dimintai pertanggungjawaban.
Beda halnya ketika suami, jika tidak shalat maka sang istri tidak ikut bertanggung jawab kelak di pengadilan sang Khalik.
Dalam hal ini bukanlah karena dosa istri ditanggung oleh suami namun suami bertanggung jawab akan akhlak istrinya. Wajib mendidiknya menjadi wanita yang taat pada aturan Allah. Suami wajib mengingatkan istri ketika istri melakukan kesalahan dalam syariat atau kesalahan yang merugikan orang lain. Jadi dosa suami adalah ketika ia lalai mengingatkan istri dalam menjalankan perintah Allah.
Lalu tidak lama terdengarlah lantunan sholawat. Semua orang berdiri. Kedua pasangan suami istri Winda dan Bayu, kemudian menyalami kedua orang tuanya. Ayah dan ibu Nayna, mami dan papi Bayu. Di sinilah suasama menjadi haru. Saat mereka mencium tangan kedua orang tua, meminta ridho mereka untuk memulai babak baru sebuah kehidupan pernikahan. Berharap mereka akan menjadi pasangan yang sakinah mawadah warohmah, langgeng seperti kedua orang tua mereka. Keduanyapun bersyukur dan banyak mengucapkan teeimakasih bagaimana orang tua mereka membesarkan mereka dalam sebuah keluarga yang penuh kasih dan sayang.
Tidak berbeda jauh dengan halnya kedua orang tua mereka. Hari ini, hari sakral bagi kedua anak mereka. Hari ini merekapun menyadari bahwa kedua anak mereka sudah dewasa dan akan memulai babak baru mereka sebagai pasangan suami istri, menjadi orang tua kelak saat sudah mempunyai anak. Melepas tanggung jawab seorang ayah kepada putrinya, yang kini tanggung jawab tersebut telah diambil alih sang suami. Kedua, orang tua Winda dan Bayu menyadari, waktu begitu cepatnya berlalu. Teringat keduanya saat baru dilahirkan, dan kini sudah menjadi calon orang tua. Keduanya menyadari bahwa mereka sudah semakin menua. Menunggu hadirnya cucu-cucu dari anak-anak mereka nanti. Keduanya berkeliling ruangan, menyujuti tangan semua keluarga dan yang hasir, meminta maaf jika pernah melakukan kesalahan memohon doa untuk kehidupan pernikahan mereka kelak. Semua yang hadir sudah ikut larut dalam tangis kebahagian, dalam tangis rasa syukur menyatunya dua hati yang saling mencintai. Moment haru yang kelak akan dirasakan semua pasangan mempelai.
Akhirnya Bayu dan Winda merasakan kelegaan, semua ritual acara hari ini sudah mereka lewati. Mereka melaksanakan sesi foto akad nikah yang akan diabadikan fotograper. Dijadikan kenangan bersejarah dalam hidup mereka berdua dalam sebuah bingkai album. Bayu menatap lekat wajah Winda, istri tercintanya. Bayu tersenyum sendiri bila mengingatnya. Gadis cantik yang temperamen ini, yang selalu ribut dengannya bila bertemu. Hari ini resmi menjadi istrinya, separuh dari ibadahnya. Begitupun Winda, laki-laki yang disebutnya selalu berwajah angker dan jutek, laki-laki yang selalu membuat amarahnya memuncak bila bertemu, kini resmi menjadi suaminya, imamnya. Tidak akan ada yang nenyangka, bahwa pasangan suami istri yang terlihat sangat berbahagia ini awalnya seperti Tom & Jerry, selalu bertengkar dan berdebat, tidak pernah bisa akur. Dan siapa yang menyangka rasa benci dan tidak suka itu ternyata adalah cinta yang tidak pernah mereka sadari dulu.
Author berdoa semoga Bayu dan Winda berbahagia🙏🏻🤲 Tidak ada ujian dalam pernikahan mereka yang akhirnya terpaksa membuat mereka harus berpisah🤲 Apakah mereka mampu menghadapi ujian dari sebuah pernikahan? Bertahan atau akhirnya juga berpisah seperti Rendi sang abang?
(Walaupun Author juga nggak bisa janji yah, bagaimana nanti pernikahan mereka, bagaimana kisah dan tulisan Author nanti akan membawanya🙏🏻✌😊
Jangan Lupa Dukungannya untuk Author🙏🏻
__ADS_1
Klik Vote
Klik ☆☆☆☆☆
Jika menyukai kisah Nayna dan tokoh lainnya dalam "Love Or Be Loved"
Jadikan Favorit ❤
Like👍 Setiap habis baca up episode
Di tunggu juga Comentnya 💬
Tenang aja Author nggak baperan kok, kalian bebas kasih comment apapun.
Karena Coment apapun baik Dukungan, Semangat, Cacian dan Hinaan sekalipun,
Author menganggapnya sebagai sebuah dukungan, semoga ke depan semakin manis dalam Berkarya😊✌🙏🏻
__ADS_1
Salam Author🤩😍
Buat semua Views tercintaahh😘😘😘