Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Permintaan Karin Lagi


__ADS_3

Hari-hari Karin dilalui tanpa kendala. Dia menikmati setiap hari, setiap menit, bahkan setiap detik yang dilaluinya berdua dengan calon sang buah hati. Beruntung calon anaknya seolah faham akan kondisi sang ibu, sejak awal mengandung, Karin tidak pernah merasakan ngidam seperti layaknya wanita hamil, bahkan Karin tidak merasakan mual dan muntah-muntah yang menyiksa saat seorang wanita tengah hamil muda. Karin bisa santai dengan penuh semangat menjalani aktifitasnya seperti biasa tanpa ada hambatan. Bahkan semua orang tampak memujinya. Jika selama hamil Karin terlihat makin cantik saja, lebih semangat, lincah dan menyenangkan.


"Rey, bolehkah aku meminta satu hal padamu," tanya Karin di sela-sela kegiatan sarapan mereka seperti biasanya.


Saat ini baik Rey maupun Karin sudah mulai beraktifitas seperti biasanya setelah cukup cuti untuk pernikahan mereka.


"Katakan....," jawab Rey lugas.


"Maukah kau menerima anak ini, hanya sampai dia dilahirkan. Berilah dia kasih sayang, perhatian dan cinta agar dia bisa tumbuh dan berkembang menjadi anak yang baik dan cerdas," ujar Karin.


"Maaf, aku meminta terlalu banyak. Bisakah kau bersamaku setiap hari pemeriksaan kehamilanku," ujar Karin lagi dengan tertunduk.


"Hanya sampai dia lahir Rey. Nggak sampai satu tahun, setelah itu aku berjanji, aku akan memilih berpisah denganmu, membebaskanmu dari pernikahan ini. Aku dan anakku tidak akan pernah mengganggumu," janji Karin.


Rey tertegun mendengarkan semua ucapan Karin. Walaupun dia tidak pernah mencintai Karin, tapi dia juga tidak bisa mendorong Karin melakukan hal itu, bagaimanapun anak itu darah dagingnya. Tapi kenyataan yang keluar dari mulut Rey sangatlah berbeda.


"Terserah. Aku akan ikuti semua permainanmu,"


Degg. Ucapan Rey sungguh menyakitinya. Pernikahan, anak ini, bahkan cintaku memanglah tidak ada harganya di matamu, gumam Karin lagi menahan air matanya agar tidak jatuh.

__ADS_1


"Bolehkah aku nebeng ke kantor naik mobilmu. Mobilku masuk bengkel, dan baru selesai hari ini. Nanti sepulang kantor aku akan langsung ke bengkel mengambilnya," Karin menjelaskan agar tidak ada salah faham lagi nantinya diantara mereka.


Rey menganggukkan kepala lalu melangkah keluar menuju garasi di ikuti Karin.


Setelah mengeluarkan mobilnya dari garasi, Rey menutup kembali rollingdoor garansi dan pintu rumah.


"Duduk di depan, aku bukan sopir," ujar Rey ketika Karin hendak membuka pintu belakang mobil.


"Maaf, aku kira kau tidak akan mau duduk berdekatan denganku," jawab Karin hampir tidak terdengar.


"Bukannya kamu yang meminta padaku kemarin, untuk bersikap mesra layaknya suami istri di luar, di depan keluarga dan juga teman kantor," ucap Rey tajam.


Karin hanya diam. semua yang Rey katakan benar, dia tidak berniat membantahnya sedikitpun. Karin akan melakukan perannya dengan baik. Setidaknya selama kehamilan ini hingga melahirkan nanti, dia akan membuat dirinya dan juga Rey seolah-olah adalah pasangan suami istri harmonis dan terlihat saling memcintai. Karin akan mengingatnya sebagai kenangan indah nantinya.


Tidak terasa mobil sudah melaju menuju kantor Karin. Mobil Rey sudah berhenti di halaman kantor.


Rey turun dan membukakan pintu mobil Karin.Karin tersenyum, dia senang Rey akhirnya benar-benar memutuskan bekerja sama melakukan perannya dengan baik.


Karin keluar dari mobil, tampak beberapa rekan menyapanya.

__ADS_1


"Hei...Karin sayang, udah selesai nih cuti penganten baru," sapanya wanita itu ramah.


"Hehee, iya mbak Sinta," balas Karin sopan.


"Kariinn....," seorang wanita dengan gembiranya langsung menghambur memeluk Karin.


"Ninaku...," balas Karin menyambut pelukannya.


Ternyata dia disenangi banyak orang. Perempuan yang ramah dan baik, gumam Rey dalam hati.


Kalau saja Karin tidak cepat mengambil inisiatif, bila lama adegan kangen kangenan mendayu dayu.


"Mas, kamu bisa pergi ke kantormu, nanti telat kalau nungguin teman-teman yang pada heboh ini," ucap Karin menatap Rey dengan senyum manis.


"Wanita ini bisa juga terlihat begini manis," gumam Rey lagi menatap Karin.


Lalu Karin mengambil tangan Rey, kemudian mencium punggung tangannya. Rey tampak tertegun dan kaget. Sementara beberapa karyawan kantor yang kebetulan baru datang tidak dapat mencegah, tampak usil bersiul, bicara kata-kata menggoda saat kebetulan lewat di dekat pengantin baru.


"Hati-hati ya mas. Aku pulang sendiri aja, karena sekalian mau ambil mobil di bengkel," ujar Karin lagi masih dengan tampang manisnya.

__ADS_1


Bahkan Rey melihat wajah Karin jauh lebih manis. Rey menganggugkan kepalanya, lalu masuk dan mulai mengemudikan mobilnya segera. Waktunya cukup tersita dengan mengantarkan Karin dan semua adegan di kantornya ini.


__ADS_2