Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Mencintai itu Menyakitkan


__ADS_3

"Nay tidak ingin kita mengungkit kisah lalu bang. Nay sudah lama melupakan semuanya, sejak lima tahun yang lalu, saat tau bang Rendi menghianati Nay. Sejak saat itu Nay sudah memutuskan melupakan bang Rendi, bahkan juga dari hati Nay," ungkapnya sendu


Nay menjelaskan panjang lebar, bahwa tidak ada hubungan apapun lagi diantara mereka berdua. Rendi sedih mendengar ucapan Nay, dia mengucapkannya tanpa ragu. Sesaat Rendi merasakan sakit, tapi ketika dia juga menyebut nama Rendi dengan bang Rendi, seperti dulu Nayna selalu memanggilnya begitu. Hati Rendi tampak sedikit bahagia, setidaknya dia kembali memanggilnya seperti saat mereka masih bersama dulu.


"Abang mengerti Nay. Apapun yang Nay ingin lakukan abang terima," balas Rendi hati-hati.


Sesaat Nay menatap Rendi lagi, seperti ada keraguan di hatinya.


"Lalu bagaimana hubungan bang Rendi dan wanita itu," akhirnya muncul juga pertanyaan yang di tahannya sedari tadi itu dari bibirnya.


Deg, Rendi teringat kalau dia tidak mengatakan dengan jujur pada Nayna bahwa salah satu dari wanita yang membayar ******** yang hendak menyakiti Nay waktu itu adalah mantan istrinya.

__ADS_1


Waktu Rendi berniat menyampaikan kebenaran tentang dua wanita itu, tante Meli melarangnya.


Dia tidak ingin berita itu malah menambah beban di hati putrinya, lagipula Nay juga tidak mau tahu perihal orang tersebut dan menyerahkan semuanya pada pihak yang berwajib, dalam hal ini Rendi.


"Kami sudah lama berpisah Nay. Hubungan itu bertahan tidak lebih dari tiga bulan saja," jelas Rendi.


Nay terdiam, dia memang tidak ingin menanggapi pernyataan Rendi.


Ditatapnya lagi Nay dengan sangat hati-hati. Gadis ini terlihat makin cantik, makin dewasa, semakin anggun saja, manisnya itu seperti di formalin. Tidak luntur, dia masih persis sama seperti Naynanya lima tahun yang lalu, Rendi membatin.


Entah bagaimana awalnya, tau-tau tangan Rendi sudah mengusap lembut pipi Nayna. Mata mereka saling bersitatap, tangan yang mengelus lembut pipi Nay itu sudah menyusuri lembut kening, turun ke hidung Nay yang mungil. Lalu jempolnya dengan sangat lembut menyentuh bibir Nay. Nayna yang sudah terbawa suasana tampak diam mematung memandang Rendi. Belaian lembut laki-laki di hadapannya ini membuatnya jantungnya seakan berhenti, otaknya jadi berhenti berfungsi. Dia menyetujui saja saat Rendi terus menyusuri wajahnya.

__ADS_1


Ahhh, Rendi begitu merindukan wajah ini. Dulu, saat mereka bersama, Rendi tidak pernah menyentuh Nay. Mereka paling hanya berpegangan tangan dan berpelukan. Nayna gadis yang begitu polos, alami, Rendi memperlakukannya ibarat porselin, yang di jaganya hingga takut pecah.


Tetapi setelah lima tahun berlalu. Rendi tidak dapat lagi mengotrol perasaannya. Saat melihat wajah cantik Nay sedemikian dekat, darah Rendi berdesir, ada dorongan nafsu yang menguasai fikirannya.


Tiba-tiba saja Rendi mendekatkan wajahnya, hidung mereka sudah saking menempel ujungnya. Nafas Naynapun sudah semakin tidak beraturan. Lalu Rendi sudah mengecup lembut benda kenyal pink yang mungil dan sexy itu. Rasanya begitu manis dan lembut. Rendi semakin berani, dia memperdalam ciumannya dengan menarik tengkuk Nay lebih merapat. Dia terus saja ******* bibir Nay bagian bawah dan bagian atas.


Sesaat Nay terhanyut dalam ciuman lembut Rendi. Tapi begitu dia teringat berada di rumah Rendi, teringat tante Ratih. Nay dengan cepat memalingkan kepalanya, menjauhkan tubuhnya lalu mendorong laki-laki itu.


"Bang Rendi jahat, " ujarnya sudah ingin menangis.


Nayna berlari keluar, menghidupkan mobilnya, lalu pergi tanpa pamit. Dia melupakan tata kramanya sebagai tamu. Dia belum memahami bagaimana hatinya, ini kali kedua Rendi telah mencuri ciumannya. Kenapa mencintai bagi Nayna jadi begitu menyakitkan.

__ADS_1


__ADS_2