
Nay menggeliat. Membuka matanya perlahan. Menatap sekeliling. Seketika Nayna terkesiap, dan langsung duduk di atas tempat tidur. Kepalanya berusaha mengingat semuanya. Tadi Nay tertidur saat menunggu Rizki yang tidak juga selesai mandi.
Nay menatap jam tangannya, lalu melihat mukena yang ada di sisi tempat tidur. Masih ada waktu, bergegas Nay mengambil wudhu dan mengerjakan sholat.
"Nay, udah bangun sayang....," sapa mom begitu melihat Nay sudah di ruang keluarga.
"Baru selesai sholat mom. Maaf Nay tadi ketiduran," jawab Nay malu-malu.
"Nggak apa-apa. Istirahat aja kalau capek," jawab mom lembut.
"Bik, bikinin Nay minum," perintah mom pada bik Lastri.
"Non mau minum apa, biar bibik buatkan," tanya bik Lastri sopan bergegas menghampiri Nayna.
"Nanti aja bik. Biar Nay bikin sendiri, bibik lanjutin aja kerjaannya," senyum Nay membalas bik Lastri.
"Baik non," jawab bik Lastri menatap calon majikan barunya itu, lalu kembali ke dapur.
Non Nay ini sudah cantik, baik, sopan. Pantes aja kalau nyonya sangat menyayanginya, ujar bik Lastri dalam hatinya.
"Mbak Nay.....Rena kangen banget deh," teriak Rena langsung memeluk calon kakak iparnya itu.
"Sama dek, mbak Nay juga kangen," ujar Nay tersenyum membalas pelukan Rena.
"Alahhh.....mbak Rena itu cuma kangen diajak shoping sama mbak Nay," ejek Roby si bungsu.
"Apaan sih dek....," Rena memeloti Roby, si adik bungsu.
__ADS_1
"Rena bener-bener kangen loh mbak. Udah lama mbak Nay nggak kemari. Sejak bang Ki balik dari Rumah Sakit, mbak Nay nggak pernah ke rumah lagi," jelas Rena membela diri.
Nay tersenyum menatap kedua adik Rizki. Nay senang sejak awal mereka berdua menerima Nay dengan tangan terbuka. Mungkin juga karena mereka nggak punya kakak perempuan, kehadiran Nayna jadi memberi warna berbeda akan hubungan adik dan seorang kakak perempuan.
"Iya Ren. Biarin aja Roby, ntar kita shoopingnya berdua aja yah...," Nayna membela Rena.
"Sayang mbak Nay. Tuhh ada yang iri," Rena memeluk Nayna dan menjulurkan lidahnya mengejek Roby, sang adik.
Mommy dan mbak Lastri cuma tersenyum saja melihat tingkah keduanya.
Sementara Rizki sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Pemandangan akrab dan bahagia yang dilihatnya barusan, makin membuka mata hatinya. Siapa Nayna? Bagaimana sosoknya? Bagaimana kepribadiannya? Rizki jadi semakin merasa bersalah dan sangat menyesal. Bukan saja oleh sikapnya yang kasar dan dingin selama ini pada Nayna, sejak dinyatakan amnesia dan kehilangan ingatannya tentang Nayna. Tapi penyesalan yang sangat mendera hatinya saat ini adalah saat Rizki secara terang-terangan, tanpa memikirkan perasaan Nayna sedikitpun. Membebaskan Nayna dari ikatan pertunangan mereka. Memberikan kesempatan yang sama pada Nayna agar dia bisa bersama laki-laki lain, di saat Rizkipun mencoba bersama wanita lain. Rizki bersikap seolah memang sudah tidak menginginkan Nayna sedikitpun lagi untuk terus berada di sisinya, sebagai tunangannya.
Rizki terus saja menatap Nayna. Rizki baru menyadari betapa berharganya sosok Nayna kini di matanya. Wajah cantik lembutnya yang selalu ramah dan sopan. Ditambah senyum manisnya yang berhias lesung pipi, membuat Nay makin bertambah cantik saja. Pembawaan Nay yang lembut, ayu, pengertian, ramah dan sopan. Menjadi keistimewaan tersendiri di mata mommy dan adik-adiknya. Rizki sudah tidak bisa lagi menyangkal hatinya. Ternyata benar. Rizki mencintai Nayna. Tulus dari dalam hatinya. Biarpun ingatannya tentang Nayna seakan hilang. Tapi hatinya tidak akan bisa berbohong, dengan segala perasaan yang saat ini menderanya.
Maafkan abang Nay. Atas keegoisan abang selama ini. Atas sikap kasar dan dingin yang selalu abang tunjukkan pada Nay. Juga atas kesalahan terakhir abang yang abang lakukan dengan memintamu menjauh, keluh Rizki dalam hatinya.
Aahhhh.....Ternyata mencintai bisa jadi serumit ini. Ternyata perasaan adalah rasa dalam jiwa yang susah untuk ditakar nalar.
Akan kudapatkan kembali cintamu itu Nay. Aku akan memulainya lagi dari awal. Semoga saja ingatanku segera kembali. Jadi akupun bisa melangkah dengan pasti, Rizki kembali mendesah tanpa melepaskan sedikitpun pandangannya dari Nayna.
Mom yang sejak tadi mengamati putranya tampak tersenyum senang. Karena sejak awal mom tahu, cepat atau lambat Rizki pasti akan menyadari perasaannya. Cintanya itu memang untuk Nayna, calon menantu tersayangnya mommy.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Hii🖐🖐
Views Tercintahh🤩😍
__ADS_1
Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"
Mohon Dukungannya
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
Coment 💬
Baca juga Novel Author Lainnya
☆ Mengejar Cinta Ustad
☆ Cinta 90
Mohon juga Dukungan
👇
Vote
Like 👍
__ADS_1
Favorit ❤