
"Mbak Nay.....," sapa Nayla yang sudah berada di ruangan Neyna.
Mbaknya itu melambaikan tangannya dan terlihat tengah serius menelpon.
Siapa lagi yang bisa menelpon mbak Nay kayak gitu kalau bukan bang Ki. Itu lakik posesif banget sekarang sejak berstatus suami," gumam Nayla dalam hatinya.
Apa setelah menikah laki-laki akan berubah menjadi seposesif itu, Nayla kembali berfikir.
Mau dong diposesifin bang Rendi, Nayla jadi tersenyum-semyum sendiri sambil menatap mbak Nayna yang tampaknya belum menyelesaikan perdebatan panjangnya.
Tapi melihat itu, dan mencuri sedikit dengar justru membuat Nayla makin tersenyum.
"Iya sayang. Yang mau bertemu bang Rendi itu Nayla bukan aku. Aku hanya akan menjumpai tante Ratih saja,"
"Aku yakin nggak akan bertemu juga sama bang Rendi di sana. Bang Rendi tinggal di rumahnya sendiri,"
"Darumana sayang. Aku tidak tahu rumah bang Rendi. Aku itu cuma sering pergi ke rumah tante Ratih aja,"
Nayla terkikik mendengarnya. Betapa susahnya mbak Nay membujuk suaminya itu.
Ciihhh....dokter tampan itu terlihat cool dan selalu berwibawa. Para wanita yang mengidolakannya pasti menyesal jika mendengar ini.
Atau jangan-jangan mereka tambah ngefans karena melihat ke uwu an ini, Nayla masih terus terkikik.
"Mana ada sayang. Terus aku harus memanggilnya apa?"
"Dia lebih tua dariku, tentu saja aku memanggilnya bang Ren. Masa iya aku harus memanggilnya namanya aja, tidak sopan namanya,"
Nayla akhirnya gerah juga. Berapa lama lagi dia harus mendengarkan perdebatan rumah tangga kedua orang ini, maki Nayla dalam hati.
"Mbak Nay, sini biar Ay yang ngomong," ujar Nayna memberi kode agar Nayla memberikan handphone Nay padanya.
Nayla yang menatap bingung adiknya tidak mengerti. Tapi akhirnya memberikan juga handphone itu pasa adiknya. Biar saja, biar Ay mendengar sendiri apa yang dibicarakan abangnya itu. Selembut-lembut Ay, aslinya dia itu gadis yang keras. Tidak akan mungkin Ay membuarkannya saja kakak ìparnya itu mengurungkan rencananya mengajak Nayna agar menemaninya hari ini.
"Assakamualaikum bang," sapa Nayna menghentikan semua ocehan tidak bermutu yang dikeluarkan Rizki.
Sementara suara di seberang terdiam sesaat sebelum akhirnya bertanya.
"Ay.....?" tanyanya kemudian.
"Iyq bang. Ini Ay. Ay minta izin minta temenin mbak Nay sore ini. Ay janji nggak akan lama kok," Nayla mulai memohon dengan lembut dan sopan.
"Tapi Ay....kamu tahu sendiri kan bagaimana hubungan mbak Nay dengan laki-laki itu," Rizki tetap tidak menerima.
"Iya Ay tahu bang. Tapi kan itu cuma masa lalu baaanggg.....," jawab Nayla.
"Masa lalu bukan berarti cinta itu sudah berakhir. Aku mengenal laki-laki itu," jawab Rizki kembali ketus.
__ADS_1
"Come on bang.....tiap orang itu berhak punya masa lalu, tidak terkecuali abang dan mbak Nay kan? Lagipula mbak Nay itu sudah jadi istri abang. Apalagi yang abang takutkan?" jawab Nayla sudah mulai meninggi
Jawaban yg tepat mengenai pemikiran Rizki membuat suara di seberang akhirnya terdiam. Sementara Nayna yang berada dekat mereka cuma menjadi pendengar setia dari pembicaraan adik dan suami posesifnya itu. Nayna hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar semua yang Rizki katakan. Nay juga melihat bagaimana Nayla menahan geramnya. Nayla pasti tidak bisa marah atau berteriak pada bang Rizki, karena menghormati kakak iparnya.
"Bang, Ay janji akan menjaga mbak Nay. Tidak akan membiarkan bang Rendi mendekati mbak Nay," tawar Nayla pada Rizki.
"Benar, kamu bisa menjanjikan itu abang?" tanya Rizki memastikan perkataan Nayla.
Cihhh.....bisa bikin jiwaku yang jomblo ini menjadi semakin terkoyak bila terus mendengar kecemburuan berlebih bang Rizki ini. Dia kira istrinya itu siapa. Miss Universe....Miss World.....,kesal Nayla dalam hati.
Kalau dia sampai mendengar umpatanku ini. Sudah bisa dipastikan dia akan menjawab kalau kecantikan istrinya itu melebihi dari miss...miss....yang kusebutkan tadi, kembali Nayla menggerutu dalam hati.
"Iya bang Ay jamin, Ay bisa menjanjikan itu pada abang," ujar Nayla mengalah.
Nayla sudah merendahlan kembali suaranya yang tadi sempat sedikit meninggi karena kesal.
"Lagipula siapa yang rela jika mbak Nay dekat dengan calon imamku itu," gerutu Nayla di telpon yang masih bisa didengar suaranya oleh Rizki di seberang sana.
Jawaban Nayla justru membuat Rizki menanyakan kembali keseriusan adik iparnya itu.
"Serius kamu Ay menyukai laki-laki itu?" tanya Rizki gamang.
"Iya bang.....," jawab Nayla pelan.
"Hei....kenapa suaramu kini jadi tidak selantang tadi?" tanya Rizki keheranan.
"Rizki tidak yakin bang. Itulah kenapa Ay minta tolong sama mbak Nay," keluhnya pelan pada Rizki.
Terdengar dengusan nafas kasar di seberang telpon.
"Ya sudah, abang izinkan mbak Nay menemanimu," ujar Rizki akhirnya.
Jawaban Rizki itu membuat mata Nayla langsung membuat mata Nayla bercahaya, senyumnya kini tersungging.
"Gitu dong bang, sama adek sendiri ini. Makasih yah abangku sayang," balas Nayla tulus.
"Tapi tetap dengan satu syarat," jawab Rizki yang membuat Nayla kembali menelan salivanya kasar.
"Apaaa bang....?" tanya Nayla.
"Jangan biarkan laki-laki itu mendekati mbak Naymu. Tadin kau sudah menjanjikan itu pada abang," jawab Rizki tegas.
"Siaaapp abangku," jawab Nayal akhirnya.
"Ya sudah. Kasih handphonenya ke mbak Nay," perintah Rizki.
Yang banar saja. Setelah perdebatan begini panjang, masih ingin melanjutkan pembicaraan dengan istrinya. Laki-laki itu, kesal Nayla dalam hati.
__ADS_1
Tapi tetap saja mengembalikan handphonenya pada mbak Nay dan mengatakan suami tercinta posesifnya itu ingin berbicara.
"Sayang......," panggil Nayna pada suaminya.
"Nay sayang. Hati-hati yah, kabari abang," ujar Rizki begitu handphonya sudah berada di tangan Nayna.
"Iya sayang. Love U....," jawab Nayna tersenyum.
"Love u to....," balas Rizki.
Sementara Nayla yang melihat interaksi mbak dan kakak iparnya di telpon tadi seketika memunculkan pertanyaan kembali dalam hatinya.
Bagaimana jadinya jika akhirnya keduanya selalu bertemu sebagai ipar.
Bagaimana kecemburuan bang Rizki pada bang Ren. Dan keposesifannya pada mbak Nay. Semua pasti akan semakin menjadi-jadi, tiba-tiba Nayla jadi bergidik ngeri.
Bisa dipastikan dunia afatarpun akan ikut terguncang.
Negara api...Negara angin....negara petir...negara air....negara suara....dan negara tanah pasti akan saling menyerang.
Dan sepertinya bukan hanya mbak Nay. Nayla juga harus mempersiapkan diri untuk mengerahkan kekuatan dari macam-macam elemen.
Hehehhhh.....Nayla benar-benar merasakan pusing di kepalanya.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Author kok sepertinya sudah bisa membayangkan keseruan yang terjadi jika benar keduanya menjadi ipar yah😁🤭😂😛😜✌
Tenang Ay....Author juga akan mengerahkan kekuatan dari elemen seorang Author🤭😁😛😜
Maaf baru update
Karena Author juga ada kerjaan di dunia nyata🙏🏻😁🤭🤭
Disamping juga mesti update Novel satunya lg👌👍🏻✌
Jangan lupa yah readers tercintahhh🙏🏻🙏🏻
Dukungan Vote, Like, Fav & Coment🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Novel Author yg lain👆
Baca juga kisah cinta dalam diamnya Rania mengejar sang ustad di Novel "Mengejar Cinta Ustad:🙏🏻
Kisahnya nggak kalah serunya sama kisah Nayna & Nayla di novel Love Or Be Loved👌🙏🏻
__ADS_1
Dukungan👉🏽Vote, Fav Like & Comentnya juga yahh reader tercintahhh✌
Author kasih double kiss deh😗😙😚