
"Bang Ki.....," ucap mommy terkejut ketika dilihatnya Rizki sudah ikut berkumpul kembali di ruang keluarga.
"Mana Nayna. Kenapa turun sendirian," tanya mommmy.
Rizki diam saja tidak menjawab, hanya mengangkat kedua bahunya menanggapi pertanyaan bunda.
"Nay di sini mom.....," tiba-tiba sudah berdiri di hadapan mommy Rizki.
"Ayo duduk sini sayang, kita ngobrol-ngobrol sebentar," ajak mommy menawari Nayna.
Naynapun mengambil posisi duduk yang berdekatan dengan mom.
"Kalian berdua, Nay dan bang Ki. Sering-seringlah pergi berdua, menghabiskan waktu bersama, agar bisa saling mengenal lebih dekat," ujar mom kemudian.
"Ayolah mom. Aku ini seorang dokter, sangat sibuk," tolak tegas Rizki.
"Bang Ki, jangan kolot deh. Menghabiskan waktu bersama itu nggk meski harus jalan keluar berdua, pergi nonton dan sebagainya,"
"Maksud mom gimana?" Rizki sudah mengerutkan alisnya makin tidak suka.
"Ayolah bang. Gitu aja nggak ngerti. Gini nih kalau kelamaan jomblo," sela Roby sebelum si mom sempat menjawab pertanyaan Rizki.
Rizki mengalihkan pandangannya menatap tajam Roby. Laki-laki itu kembali memasang mode dingin, sebeku es balok.
"Biasa aja kalee bang mandangnya, jangan kayak lihat mangsa gitu. Wajah jangan kayak perempuan gitu, jutek banget," ejek Roby, yang akhirnya membuat semua orang di rumah tersenyum.
Dua saudara yang benar-benar berbeda, sangat bertolak belakang. Yang satu selalu dalam mode wajah dingin, membeku seperti es balok, gumam Nayna mengamati keduanya.
"Abang itu bisa ajak mbak Nay makan siang bareng di sela kedibukan abang yang katanya sangat sibuk itu. Kan bisa bergantian nyampetin pas jam makan siang," jelas Roby
"Kalau nggak antar jemput mbak Nay ke kantornya. Kan jadi banyak waktu berduaan," kembali Roby menjelaskan.
"Sok dewasa kamu dek," sahut Rizki ketus, tenru saja masih dengan mode dingin.
"Dewasa itu nggak melulu perihal umur abangku ganteng," jawab Roby kembali.
"Nanti praktekin aja sendiri kl udah punya cewek. Dengan syarat harus sukses dulu kayak abang," Rizki mulai menyombongkan diri.
__ADS_1
"Mulai mode sok kerennya keluar....," ejek Roby kembali.
"Emang abangmu ini kerennn dekk....," balas Rizki
"Keren tapi gitu aja nggak ngerti, yah nggak mom," meminta pembelaan.
"Iya bener sayang," bela mommy
"Jadi mulai besok mommy maunya bang Ki anter jemput Nay," lanjut mommy.
"Nggak....nggak....ngetepotin aja," tolak Rizki mentah-mentah.
"Nggak mom. Nay tiap hari juga bawak mobil sendiri," Nayna menyahut demi untuk tidak membuat laki-laki es balok di hadapannya ini semakin mencari alasan menolak permintaan mommynya.
"Ya udah, jadi jalan tengahnya, kalian berdua harus selalu makan siang bareng. Tidak ada bantahan lagi," tegas mommy.
Rizki terdiam, menarik nafas dalam, hanya bisa mengiyakan saja permintaan mommynya itu di dalam hati.
"Ngomongnya jangan di dalem hati, mommy nggak denger," ucap mommy lg.
"Iya mom.....," jawab Rizki dengan terpaksa.
"Loh kok udah pulang aja Nay....,"mommy tidak rela.
"Setelah magrib ada janji sama Winda, temen Nay. Nay nggak mom, ntar orangnya udah di rumah, Naynya nggak ada," jelas Nay lembut.
"Iyaaa sana buruan pulang.....," ketus Angel.
"Angel, apa-apa an sih kamu, ikutan aja" bentak Rena.
"Ya udah, biar diantar sama Rizki," ujar mommy
"Nggak usah mom. Nay naik taksi aja," elak Nayna yang tidak berniat diantar laki-laki es balok itu. Bahkan Nay sempat berfikir ulang untuk melanjutkan perjodohan mereka.
"Udah, aku anter aja. Apa kata orang tua kamu nanti. Pergi dijemput, pulang dibuarin sendiri," sahut Rizki masih dalam mode dingin.
"Bang, mau nganterin mbak Nay, apa mau ngajak berantem, dingin amat muka," ejek Roby kembali.
__ADS_1
"Robyyy......," cegah mommy.
Rizki emang udah begitu pembawaannya sekarang. Kalau dibiarin dua saudara ini bakalan rame, saling sahut nggak berenti, fikir mommy dalam hatinya.
"Bang Ki udah mau nganterin. Salam yah sama bunda sayang," mommy memeluk dan mencium calon menantunya itu.
"Iya mom. Makasih ya mom, Nay seneng dan bahagia di rumah mommy seharian ini," ujar Nay membalas memeluk dan mencium tangan mommynya Rizki.
Tingkiyuu bangetz yg udah setia membaca novel "Love Or Be Loved"
Mohon Dukungannya
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
Coment 💬
Baca juga Novel Author Lainnya
☆ Mengejar Cinta Ustad
☆ Cinta 90
Mohon juga Dukungan
👇
Vote
Like 👍
Favorit ❤
__ADS_1
Coment 💬