Love Or Be Loved

Love Or Be Loved
Kehidupan Pernikahan Rey & Karin


__ADS_3

Karin Suwandi. Wanita cantik ini sebenarnya bukan hanya memiliki kecantikan paripurna, kehidupan dan keturunan keluarganyapun tidak ada cacat dan kurangnya.


Tetapi entah mengapa untuk urusan cinta, dia merasa kurang beruntung. Sebenarnya kalau boleh menilik ke belakang, laki-laki tampan dan sukses yang mengincar dan menyukainya tidaklah sedikit. Laki-laki mana yang tidak menyukai gadis baik, dari keluarga baik-baik, cantik, pintar, menyenangkan dan sukses. Tapi entah mengapa, sejak hatinya kepincut Reyhan yang tampan, laki-laki yang Reyhanberseliweran di sekitarnya hanya dianggapnya angin lalu. Walaupun tidak pernah mencintainya. Di hati laki-laki itu ada gadis laen, Nayna, cinta pertama yang tidak pernah bisa dilupakannya, cinta yamg sama yang Karin punya hanya untuk Reyhan. Kalaupun ada yang bertanya, apa yang bisa membuatnya begitu mencintai Reyhan. Penolakan, ungkapan jujut tidak mencintai, bahkan terang-terangan menunjukkan pada Karin siapa gadis yang telah mengidi hatinya, tidak lantas membuat Karin menyerah pada cintanya itu. Karin tidak punya jawabannya, kenapa hatinya bisa sedemikian terpaut. Kenapa dia tetap mencintai walaupun sering di sakiti.


"Assalamualaikum. Udah lama balik dari kantor Rey," tanya Karin begitu selesai memarkirkan mobilnya dam dilihatnya Rey sudah santai di teras dengan tubuh wanginya.


"Sekitar lima belas menit. Mobilmu udah beres," jawab Reyhan.


"Alhamdulilah. Tadi balik ngambil mobil dulu, makanya pulangnya jadi agak telat," jelas Karin.


Walaupun Rey mungkin tidak perduli, sebagai istrinya Karin merasa wajib untuk menjelaskan keterlambatannya, yang membuat Reyhan lebih dulu berada di rumah.


"Aku masuk dulu Rey. Mau bersih-bersih, udah gerah banget, lengket," ujar Karin lagi.


Karinpun berlalu masuk ke dalam setelah Rey menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Rey keluar dari kamar tamu mendengar suara sibuk dari dapur.


"Kamu ngapain Karin,"


"Hai...aku lagi masak tuk makan malem kita. Semoga kamu suka ya," jawab Karin dengan tersenyum lembut.


"Apa kamu tidak capek, pulang kantor masak pula, bukankah kita lebih baik beli makanan online aja," tolak Rey.


"Nggak apa-apa Rey. Aku baik-baik aja kok, aku lebih suka masak sendiri," jawab Karin masih dengan lembut dan tersenyum manis.


"Insha allah nggak apa-apa kok Rey," lagi-lagi masih tersenyum manis dan berkata dengan lembut.


"Kamu istirahat aja, nanti kalau udah siap, aku panggil?" ujar Karin kembali


Rey berlalu dan membiarkan saja Karin melakukan sesuai keinginannya.

__ADS_1


Bagaimana bisa dia masih tersenyum dan berkata dengan sangat lembut begitu, gumam Rey begitu merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya.


Reyhan ingin meluruskan pingganggnya dan tidur sebentar melepas rasa capek yang menderanya setelah beraktifitas seharian ini.


Tapi bayangan Karin malah tidak mau pergi dari fikirannya.


Sebenarnya dari dulu, dari sejak awal dirinya mengenal Karin, Rey tidak pernah membencinya. Karena Rey sadar dia tidak mampu mengubah orang yang cinta jadi membencinya. Atau yang benci jadi mencintainya. Rey membiarkan saja Karin selama ini. Walaupun Rey tahu kalau Karin mencintainya, tapi dia tidak pernah melebihi batasnya.


Sampai peristiwa malam itu benar-benar telah menutup hati Reyhan. Walaupun dia setuju itu bukan sepenuhnya kesalahan Karin. Tapi tetap saja, Rey marah, kecewa, benci, kenapa kejadian itu terjadi. Kejadian yang akhirnya bisa menjungkir balikkan hidupnya 180 derajat. Mempermainkan hidup, perasaan dan juga cintanya.


Sesaat kemudian, Rey masih terbayang senyum Karin. Karin itu sangat cantik kalau sedang tersenyum. Matanya itu seperti bintang, terang dan bersinar. Bulu mata lentik yang membingkainya, membuat matanya tampak indah bila mengerjab. Mata itulah yang membuat Karin terlihat sangat cantik, apalagi saat Karin sedang tersenyum atau tertawa, gumam Rey dalam hati.


Haisss, kenapa aku jadi memuji-mujinya begini, Reyhan berusaha memungkiri perasaannya.


Tidak ada yang bisa menyaingi Naynaku. Dia gadis yang sangat cantik, imut, lembut, betapa banyak pesona Nay yang akan bisa menggetarkan hati pria manapun saat menatapnya, Rey mengingat Nayna kembali. Kembali mengisi hatinya tentang sosok cinta pertamanya itu. Kembali berusaha tetap menguatkan hatinya yang tidak akan mungkin digantikan sosok wanita manapun, berusaha kekeuh bahwa tak kan ada yang bisa mengubah sosok Nayna di sana.

__ADS_1


Naynaku, apa masih boleh aku menyebutnya begitu, gumam Rey kembali.


__ADS_2